Pemerintahan

Bupati Arifin Dorong Berbagai Inovasi Demi Peningkatan Produktivitas Pertanian di Trenggalek

Diterbitkan

-

INOVASI: Bupati Arifin di sela kegiatan pertanian dalam rangka mendorong pengembangan inovasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Berkunjung ke Dusun Nglayur, Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melihat persiapan demplot pertanian regeneratif IP 400. Diketahui, peningkatan produksi padi dapat dilakukan melalui perluasan areal tanam, namun cara tersebut memerlukan biaya yang sangat mahal terutama untuk pembuatan saluran irigasi.

Salah satu upaya peningkatan produksi padi yang cukup potensial, yaitu melalui pengembangan Indeks Pertanaman Padi 400 (IP Padi 400). Melalui cara ini, berarti petani dapat panen empat kali dalam setahun pada lahan yang sama.

“Hari ini kami mengumpulkan seluruh penyuluh pertanian dan jajaran dinas untuk melakukan diskusi bagaimana meningkatkan pendapatan petani. Termasuk, menghindari krisis pangan sekaligus krisis iklim,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (20/02/2024) tadi.

Bupati Arifin menjelaskan, keuntungan memakai IP 400 diantaranya mempercepat waktu tanam. Kemudian, teradaptasinya varietas padi berumur genjah spesifik lokasi untuk mempersingkat masa tanam, teknik pengolahan tanah spesifik lokasi yang mampu memperpendek masa tanam dan dalam satu tahun empat kali panen, serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Baca Juga :

Advertisement

Adapun lahan yang potensial untuk pelaksanaan program IP Padi 400,  adalah lahan irigasi, baik irigasi teknis maupun sederhana. Untuk menjamin keberhasilan, masih ada empat syarat lagi, yaitu, hamparan waktu tanamnya serempak dengan luas minimal 25 ha, petak tersier yang dekat saluran sekunder dan air irigasi tersedia selama 11 bulan, bukan daerah endemik hama-penyakit dan dukungan alat mesin pertanian serta kelembagaan petani.

“Dalam demplot Pertanian Regeneratif IP 400 ini, kita juga melakukan modifikasi penyiapan lahan tanam dengan melapisi tanah sebelum diolah menggunakan lapisan permeable. Hal ini, dimaksudkan agar sawah nantinya tidak perlu mengkonsumsi banyak air. Karena, air ditahan tidak meresap ketanah. Selain tentunya, bibit hingga pupuk dan pestisida kita siapkan secara organik, serta pasca panen menggunakan teknologi pyrolisis untuk mengurangi polusi pembakaran sisa hasil pertanian,” sambungnya.

Masih kata suami Novita Hardiny ini, untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan atau pengembangan IP Padi 400, perlu diperhatikan hal-hal. Seperti pola tanam, pemilihan varietas, persemaian, pengolahan tanah, sistem tanam, pengairan, pemupukan, pengendalian hama penyakit sampai ke panen hingga pasca panen.

Selain itu, IP 400 merupakan salah satu terobosan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar pada produksi tanaman padi. Strategi ini akan berhasil meningkatkan produksi dan pendapatan petani apabila didukung oleh penerapan teknologi budi daya yang sesuai.

“IP 400 dimaksudkan untuk mencapai 4 kali panen dalam satu tahun, sebagai bentuk intensifikasi pertanian pada lahan sempit,” harap Bupati Arifin. (mil/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas