Trenggalek

Jadi Tuan Rumah Festival Mangrove 2023, Yuk Intip Hutan Bakau Pancer Cengkrong Trenggalek

Diterbitkan

-

Jadi Tuan Rumah Festival Mangrove 2023, Yuk Intip Hutan Bakau Pancer Cengkrong Trenggalek
MANGROVE: Wisata Hutan Mangrove Pancer Cengkrong yang ada di Kecamatan Watulimo. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Kabupaten Trenggalek dikenal memiliki banyak lokasi wisata yang epic dan menarik. Tidak hanya wisata pantai yang wajib dikunjungi jika ke Trenggalek, namun wisatawan harus menyempatkan diri untuk mampir ke Mangrove Ecotourism atau lebih dikenal dengan Wisata Hutan Mangrove Pancer Cengkrong di Kecamatan Watulimo.

Untuk menikmati kawasan wisata Hutan Mangrove, ini sangatlah mudah. Pengunjung atau wisatawan, bisa melintasi jembatan kayu (jembatan galau) sepanjang hutan yang sengaja dibangun oleh Pemerintah Daerah. Ini dimaksudkan, agar wisatawan bisa menikmati keindahan alam hutan bakau dengan berjalan kaki menyusuri jembatan.

Jembatan itu, dibuat kokoh guna memanjakan wisatawan saat menikmati keindahan hutan mangrove. Lalu, ditambah lagi di ujung jembatan, terdapat gazebo yang memang sengaja dibuat untuk tempat beristirahat pengunjung.

“Lokasi Hutan Mangrove ini milik Perhutani. Sedangkan akses jalannya, dibangun oleh Pemerintah Daerah. Kalau untuk sarana prasarana yang ada di lokasi wisata, murni di biayai oleh Pemda melalui Dinas Pariwisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, Senin (20/02/2023) siang.

Pihaknya menegaskan, meski wisata Hutan Mangrove bukan sepenuhnya tanggung jawab Disparbud Trenggalek, namun hutan Mangrove ini memiliki potensi yang cukup besar. Mengingat, hutan bakau ini merupakan satu-satunya di Kabupaten Trenggalek.

Advertisement

“Untuk menuju lokasi wisata ini, pengunjung bisa mengakses jalan menuju Pantai Cengkrong. Karena lokasi ekowisata Hutan Mangrove ini berada tepat depan Pantai Cengkrong,” imbuhnya.

Baca juga :

Dijelaskan Kadisparbud Trenggalek, lokasi wisata Hutan Mangrove saat ini masih wewenang Dinas Perhutani yang bekerjasama dengan Pokmaswas setempat dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Pelibatan unsur swasta melalui sistem kerja sama saling menguntungkan, diharapkan memberikan kontribusi berupa investasi langsung dalam pengembangan dalam fasilitas pendukung pembangunan pusat ekowisata dan wanawisata yang ada di dua kawasan pesisir tersebut.

“Kearifan lokal serta pemberdayaan masyarakat sekitar, khususnya dari teman-teman LMDH tentu akan diakomodasi agar dampak kesejahteraan bisa dirasakan semua pihak. Tidak hanya Perhutani, tetapi juga pihak swasta selaku penanam modal serta masyarakat LMDH dan Pokmaswas,” jelas Sunyoto.

Hutan Mangrove Cengkrong ini, sambungnya, merupakan salah satu daya tarik wisata di Desa Wisata Karanggandu Kecamatan Watulimo. Mengusung konsep edukasi dan pelestarian kawasan pesisir, pengelola hutan mangrove menyediakan paket edukasi konservasi mangrove dalam bentuk adopsi mangrove, pengenalan jenis mangrove, pengolahan buah mangrove hingga budidaya kepiting soka.

Selain itu, ada aliran sungai yakni Sungai Kalisongo yang berada di kawasan Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, yang bermuara langsung ke pantai Cengkrong. “Seperti yang telah kita ketahui, muara sungai kalisongo itu dilalui oleh jembatan JLS Damas dengan arsitektur yang sangat menawan. Di salah satu area jembatan galau yang ada di bagian tepi sungai terdapat dermaga kecil,” tuturnya.

Advertisement

Para pengunjung, sambungnya, bisa berwisata keliling hutan bakau ini dengan memanfaatkan sampan ataupun perahu lewat dermaga kecil itu. Di lokasi tempat wisata hutan mangrove Trenggalek ini, pengunjung dapat menyaksikan hamparan tanaman mangrove yang tumbuh di lahan sekitar 125 hektar.

“Untuk harga tiket masuk ke Hutan Mangrove Pancer Cengkrong ini Rp 5 ribu perorang. Namun yang perlu diingat, harga tiket masuk bisa berubah-ubah setiap waktu,” papar Sunyoto.

Sesuai rencana, pada bulan Maret 2023 mendatang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bakal menyambut festival mangrove keempat yang dipusatkan di Hutan Mangrove Cengkrong Trenggalek ini. (mil/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas