Komunikasi Sosial

Ketua PKK Trenggalek Makin Konsen Memperjuangkan Kaum Perempuan dan ‘Kelompok Rentan’

Diterbitkan

-

SEPEDA KEREN : Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardiny saat berkunjung ke Kecamatan Munjungan dalam rangka persiapan pelaksanaan Program Sepeda Keren (Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan).

Memontum Trenggalek – Kian serius dalam mengupayakan kaum perempuan di Kota Tempe, Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardiny kembali sosialisasikan Program Sepeda Keren (Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Kelompok Rentan). Seperti yang diketahui, membangun intelektual pada kaum perempuan merupakan kunci pemberdayaan dalam keluarga. Sehingga dengan keluarga yang berdaya dan sejahtera menjadi modal besar dalam mendukung kesuksesan pembangunan secara menyeluruh.

Melalui program Sepeda Keren, Ketua TP PKK Trenggalek yang juga istri Bupati Nur Arifin terus konsen memperjuangkan peningkatan sumberdaya manusia pada kaum perempuan hingga kelompok rentan. “Bila keluarganya sejahtera karena peran perempuan yang sudah dibangun secara optimal, maka ini menjadi indikator sebuah daerah itu akan maju,” ucap Novita, Kamis (27/08/2020) siang.

Menurut Novita, hal tersebut menjadi sangat penting, karena peran perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan dapat membantu Pemerintah untuk bekerjasama dan berkolaborasi. “Dengan begitu kelompok rentan tidak tertinggal, tidak hanya menjadi objek melainkan subjek dan menyampaikan aspirasi yang mungkin belum tersentuh oleh Pemerintah,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Novita Hardini juga menekankan tentang pentingnya menjalankan keluarga yang berkualitas. “Bukan tingkat perekonomian yang menetukan keluarga berkualitas, tetapi bagaimana membangun komunikasi, kerjasama, dan kolaborasi yang baik antar anggota keluarga dalam menjalankan kehidupan keseharian,” kata istri Bupati Trenggalek ini.

Lebih lanjut Novita menerangkan, untuk mencapai keluarga yang berkualitas, maka dibutuhkan perjuangan bersama, dimulai dari merencanakan keluarga dengan sebaik-baiknya. “Merencanakan keluarga ini dimulai dari remaja, kapan dia harus menikah, dengan siapa dia harus menikah, diumur berapa akan punya anak, punya anak berapa, bagaimana konsep keluarga dan di mana ia akan bekerja,” tuturnya.

Advertisement

Jika sudah ditentukan dari awal atau punya konsep dari awal maka sebuah keluarga ini bisa meminimalisir gesekan atau perbedaan, meskipun akan tetap ada namun bisa diselesaikan dengan cara yang baik. “Membangun komunikasi, waktu yang berkualitas tetap harus dibangun, meskipun sama-sama sibuk, sama-sama bekerja atau mungkin sama sama tidak punya uang, ingat dalam berkeluarga poinnya tidak hanya uang namun bagaimana rasa itu dibangun,” terang Novita.

Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa program Sepeda Keren lahir. Di antaranya adalah untuk memperkokoh sebuah keluarga menjadi berkualitas, menjadikan keluarga semakin sejahtera. (mil/syn)

 

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas