Pendidikan

Pemkab Trenggalek Jajaki Kerja Sama Carbon Trading dengan UINSA Surabaya

Diterbitkan

-

KERJA SAMA: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin usai mengikuti diskusi di UINSA Surabaya. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menghadiri rapat koordinasi penjajakan kerja sama terkait carbon trading di Fakultas Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Diketahui, perdagangan karbon atau carbon trading akan terus menjadi pembahasan dalam beberapa tahun ke depan, baik secara nasional maupun global. Oleh karenanya, Mas Ipin-sapaan akrab bupati, menyampaikan jika diskusi terkait hal itu masih panjang dan akan menjadi kurang menguntungkan jika tertinggal.

“Kita ingin mendorong bagaimana inisiasi Kabupaten Trenggalek bisa melahirkan satu kebijakan konkret. Tujuannya, dalam jangka waktu pendek menengah ini menjadi carbon neutral city,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (11/01/2024) tadi.

Melalui kerja sama tersebut, lanjutnya, diharapkan ke depan ketika apa yang dilakukan di Trenggalek terlihat hasilnya, maka akan menjadi hal yang cukup positif dengan menyumbangkan pemikiran yang lebih adil dan setara bagi semua. Dikatakan suami Novita Hardiny ini, Pemkab Trenggalek sendiri di sisi lain juga sudah menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) sampai tahun 2045. Yaitu salah satunya dengan sudah mencapai net zero carbon.

Baca juga :

Advertisement

“Kita sudah menyiapkan nanti di RPJPD sampai tahun 2045 itu sudah net zero carbon,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kerja sama ke depan tidak berisiko terhadap lingkungan hidup tetapi menghasilkan pendapatan. Pendapatan tersebut, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Carbon trading bagi Kabupaten Trenggalek, bisa menjadi skema fiskal yang baru melalui pembangunan yang berbasis lestari. Tidak berisiko terhadap lingkungan hidup tetapi menghasilkan pendapatan.

“Dan itu bisa dilakukan oleh masyarakat tanpa harus merupakan mindset atau apa, sebenarnya gampang orang setiap hari kerja di hutan, di laut, kan begitu, tinggal memonetisasi,” tutur Bupati Arifin.

Dengan kata lain, Pemkab Trenggalek dan masyarakat tidak perlu melakukan eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. “Artinya, sekarang kita tidak perlu melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam tetapi bisa di monetisasi, dan kesempatan ini bisa hadir kalau kemudian ada dukungan dari expert, justifikasi sainsnya sudah masuk,” paparnya. (mil/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas