Komunikasi Sosial

Program KB Bukan Sebatas Menekan Angka Kelahiran, Namun juga Pembangunan Sumber Daya Manusia

Diterbitkan

-

Novita Hardiny saat menjadi narasumber dalam acara seminar dan talkshow Pembangunan Keluarga Berencana di Hotel Grand Whiz Mojokerto.
Novita Hardiny saat menjadi narasumber dalam acara seminar dan talkshow Pembangunan Keluarga Berencana di Hotel Grand Whiz Mojokerto.

Penandasan Ketua TP PKK Novita Hardiny

Memontum Trenggalek – Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardiny menyatakan mendukung program Keluarga Berencana (KB) tak hanya sebatas menekan angka kelahiran. Namun dengan program KB Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) juga ditujukan terhadap pembangunan keluarga, dimana dengan program ini diharapkan bisa membangun sumber daya manusia secara utuh dan berkelanjutan dalam sebuah keluarga.

Hal itu disampaikan Novita saat menjadi pembicara dalam seminar ini digelar oleh Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) bersama Radar Mojokerto di di Hotel Grand Whiz Mojokerto. “Guna mendukung kesuksesan program KB Bangga Kencana utamanya di era adaptasi kebiasaan baru bisa dilakukan dengan mengupayakan fungsi kualitas keluarga yang baik,” ucap Novita, Senin (24/08/2020) pagi

Dengan merencanakan keluarga berencana, lanjut Novita, artinya mengupayakan keluarga itu bisa mempunyai fungsi kualitas keluarga yang baik, kesejahteraan keluarga yang baik, perencanaan yang baik. “Program KB tidak selalu membahas tentang bagaimana mensosialisasikan 2 anak cukup, atau memakai kontrasepsi untuk bisa mengurangi dan mengendalikan angka kelahiran yang ada,” imbuhnya.

Namun sebaliknya, program KB juga harus bisa membangun sebuah tatanan perencanaan yang matang di dalam sebuah keluarga. Agar di masa yang akan datang dapat terwujud keluarga yang sejahtera, bahagia dan sehat.

“Sehingga kalau paradigmanya saya balik, kita fokus dulu sama perempuan bagaimana kita membangun intelektual perempuan itu, otomatis dengan sendirinya perempuan punya kesadaran untuk menjaga dirinya, bahkan angka kelahiran di setiap rumah tangga,” kata Novita.

Advertisement

Masih terang istri Bupati Trenggalek ini, perempuan itu berdaya baik secara ekonomi atau secara emosional, perempuan itu mampu memberdayakan keluarganya. “Nah keluarga yang berdaya tentunya adalah keluarga yang punya kualitas yang bagus dan sejahtera,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek ini memaparkan berbagai upaya yang telah dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK bersama Pemkab Trenggalek untuk menanggulangi dampak ekonomi akibat pandemi covid-19.

“Ya, diantaranya seperti 10 Aksi Gerakan Berjarak, serta yang terbaru dengan menggagas platform online e-brosur yang akan dimanfaatkan bagi para pelaku UMKM guna mendorong kembali pemasaran yang sempat lesu akibat adanya pandemi Covid-19,” pungkas Novita. (mil/syn)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas