Pendidikan

Wabup Syah Dukung Transformasi STAIN IAIN Ponorogo Jadi UIN Kiai Kiai Ageng Muhammad Besari

Diterbitkan

-

REUNI: Wabup Syah saat menjadi nara sumber dalam kegiatan reuni akbar alumni STAIN IAIN Ponorogo. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Wakil Bupati, Trenggalek Syah Natanegara, menjadi salah satu nara sumber dalam kegiatan reuni akbar alumni STAIN IAIN Ponorogo. Dalam kesempatan itu, Wabup Syah mengajak alumni untuk berkontribusi aktif, terlebih saat ini STAIN IAIN Ponorogo akan bertransformasi menjadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.

Diyakini oleh mantan anggota DPRD Trenggalek ini, para alumni STAIN IAIN Ponorogo telah berkontribusi aktif di tengah tengah masyarakat. Baik di lingkungannya, maupun dalam lingkup keluarga.

“Saya sangat mendukung transformasi STAIN IAIN Ponorogo menuju UIN Kiai Ageng Muhammad Besari. Makanya, dalam kesempatan ini saya mengajak semua pihak untuk bisa berkontribusi aktif bagi perkembangan almamaternya. Meskipun itu sedikit, kalau kita bersama sama maka akan sangat luar biasa,” kata Wabup Syah saat dikonfirmasi, Selasa (17/10/2023) siang.

Selain itu, suami Fatihatur Rohmah ini mengajak kepada alumni STAIN IAIN Ponorogo untuk bisa berkontribusi dalam sektor lain. Alumni STAIN IAIN Ponorogo harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Baca juga:

Advertisement

Karena menurutnya, kesuksesan itu tidak hanya menjadi pegawai negeri saja melainkan bisa bermanfaat bagi sesama. “Terus jangan minder, menjadi lulusan dari Universitas berbasis agama, karena saat ini sudah banyak lulusan dari Universitas keagamaan sukses diluar sana,” imbuhnya.

Mengingat, dirinya juga merupakan alumni kampus tersebut, Wabup muda ini tentu sangat mendukung transformasi IAIN Ponorogo menuju UIN Kiai Ageng Muhammad Besari. “Saya minta untuk alumni universitas berbasis keagamaan seperti di IAIN ini untuk tidak berkecil hati. Jika di masa lalu, perguruan tinggi berbasis agama seolah di nomor duakan, saat ini banyak alumni yang telah sukses,” tambah Wabup Syah.

Pun dalam hal kesuksesan, menurutnya, tidak hanya dalam hal materi maupun jabatan, melainkan bagaimana bisa bermanfaat bagi sesama. Perlu diketahui, saat ini STAIN IAIN Ponorogo memiliki dua kampus di Kabupaten Ponorogo, dengan jumlah mahasiswa lebih dari 13 ribu mahasiswa. Kemudian STAIN IAIN Ponorogo, juga sudah berdiri cukup lama sehingga sudah sepantasnya bertransformasi menjadi UIN.

Penamaan Universitas Islam Negeri (UIN) sendiri lekat dengan tokoh ulama setempat. Jika di Surabaya sudah ada UIN Sunan Ampel, sebentar lagi di Ponorogo punya UIN Kiai Ageng Besari.

Diketahui, Kiai Ageng Muhammad Besari punya kiprah besar dalam syiar Islam di tanah Jawa. Juga, mempelopori berdirinya pondok pesantren Tegalsari.

Pemilihan nama tersebut, juga telah melewati diskusi. Baik dengan kalangan pejabat dan pendiri kampus juga melibatkan keluarga dari Kiai Ageng Muhammad Besari.

Advertisement

Selama proses diskusi, keluarga dari tokoh agama memberikan respons positif. Pihak keluarga setuju bila Kiai Ageng Muhammad Besari kelak menjadi nama kampus Islam negeri di Ponorogo ini. (mil/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas