SEKITAR KITA
Peringati HAN, Ketua TP PKK Trenggalek Kembali Ingatkan Peran Anak dan Perlindungan

Memontum Trenggalek – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, menjadi salah satu nara sumber dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang bertempat di Pasar Pon Trenggalek. Dalam kegiatan itu, istri Bupati Trenggalek ini menginginkan agar anak tidak hanya menjadi objek pembangunan. Melainkan, juga sebagai subjek pembangunan.
Anak sendiri, tambahnya, merupakan sumber daya bagi pembangunan yang akan datang. Sehingga, tumbuh kembangnya perlu kita kawal dengan optimal. Untuk berkembang dengan baik, tentunya perlu adanya pendampingan dari para orang tua dan ilmu parenting yang baik.
“Ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2022, yang dimulai dari tanggal 2, 3 dan tanggal 8 Agustus 2022 nanti. Dimana, kita akan mengkampanyekan bahwa anak itu tidak hanya menjadi obyek, namun juga subjek pembangunan,” ungkap Novita Hardiny saat dikonfirmasi, Rabu (03/07/2022) sore.
Dirinya juga menegaskan, jika pemerintah harus benar-benar melibatkan anak dalam pembangunan. Utamanya, dalam kegiatan sehari-hari. Pihaknya juga harus mengkampanyekan bagaimana keterlibatan orang tua dalam parenting, keterlibatan bapak dalam parenting.
Baca juga :
- Tuntaskan Pembahasan Lima Ranperda, Banmus DPRD Trenggalek Rumuskan Agenda Kerja
- Gantikan Almarhum Nur Effendi, Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek
- Rapat Paripurna, Dua Raperda Perbankan Trenggalek Resmi Disahkan Jadi Perda
- Tuntut Perbaikan Jalan Dampak Tambang, FAMTB Audiensi bersama DPRD dan OPD
- Sampaikan Keluhan Dunia Pendidikan, GMNI Trenggalek Hearing bersama Komisi IV DPRD
“Yang juga penting adalah menjaga anak, melindungi anak-anak dari potensi dan ancaman kekerasan seksual, kekerasan verbal maupun non verbal,” imbuhnya.
Kemudian, sambungnya, pengabaian orang tua, pembulian di sekolah maupun kesehatan-kesehatan mental, yang harus dilindungi dari setiap anak. “Harapannya, ini bisa menjadi momentum pengingat. Karena tadi, banyak sekali informasi-informasi parenting yang bisa didapat oleh orang tua baik yang mendengarkan secara online maupun offline,” terang Novita.
Terlebih, papar Novita, pembicara dalam kegitan ini juga ada psikolog anak dan Kepala Dinas pendidikan, yang sempat menyinggung mengenai pencipta sidik jari dimana anak terlahir tidak ada yang bodoh. Mereka mempunyai potensi kecerdasannya masing-masing.
Inilah, tambahnya, yang harus disosialisasikan kepada para orang tua. Sehinga, tidak ada lagi ekspektasi yang merusak kesehatan mental anak. Yang ada adalah para orang tua harus memberikan kebaikan-kebaikan. (mil/sit)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















