SEKITAR KITA
Bazar Ramadan Trenggalek Berpindah dari Seputaran Alun-alun ke Pasar Pon

Memontum Trenggalek – Selama Bulan Suci Ramadan, tidak lengkap rasanya jika tidak berburu takjil untuk menu berbuka puasa. Dalam setiap tahunnya, Bazar Ramadan untuk di wilayah Kabupaten Trenggalek, selalu ramai dikunjungi sesaat menjelang waktu berbuka puasa.
Jika sebelumnya Bazar Ramadan selalu berada di seputaran Alun-Alun Trenggalek atau lebih tepatnya berada di Utara Pendopo, tahun ini Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag), memindahkannya diseputaran Pasar Pon Trenggalek. “Keberadaan Bazar Ramadan ini termasuk dalam pedagang musiman, yakni yang hanya berjualan di Bulan Puasa. Karenanya, di bazar ini, masyarakat banyak memanfaatkan kesempatan untuk menjual aneka makanan dan minuman seperti halnya takjil,” kata Kepala Komidag Kabupaten Trenggalek, Agoes Setiyono, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (06/04/2012) sore.
Disinggung terkait pemilihan lokasi di seputaran Pasar Pon, Agoes menyebut, bahwa hal itu bukan tanpa alasan. Jika sebelumnya banyak yang menilai kondisi pasar tradisional dengan bangunan baru tampak lebih sepi, maka dengan adanya ini akan lebih hidup.
Dari segi penempatannya, pun jauh lebih nyaman di lokasi yang baru. Mengingat, lokasi yang lama berada di tepi jalan raya. “Kalau di area parkir Pasar Pon jauh lebih nyaman dan layak. Karena jauh dari polusi dan tempatnya bersih serta luas. Sehingga, masyarakat bisa lebih leluasa untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa,” imbuhnya.
Baca juga:
- Tuntaskan Pembahasan Lima Ranperda, Banmus DPRD Trenggalek Rumuskan Agenda Kerja
- Gantikan Almarhum Nur Effendi, Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek
- Rapat Paripurna, Dua Raperda Perbankan Trenggalek Resmi Disahkan Jadi Perda
- Tuntut Perbaikan Jalan Dampak Tambang, FAMTB Audiensi bersama DPRD dan OPD
- Sampaikan Keluhan Dunia Pendidikan, GMNI Trenggalek Hearing bersama Komisi IV DPRD
Diharapkan dengan adanya Bazar Ramadan ini, masyarakat bisa berbondong-bondong datang, untuk membeli kebutuhan berbuka atau persiapan sahur. Dan bukan hanya sekedar berburu takjil, tetapi juga bisa berbelanja kebutuhan sehari-hari di dalam pasar.
“Alhamdulillah, sejak awal puasa, kondisi Pasar Pon juga lumayan lebih ramai dari sebelumnya. Untuk aktifitas pedagang, juga sudah 70 persen berjalan,” terang Agoes.
Kedepannya, Dinas Komindag juga akan bersinergi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Trenggalek, untuk membuka angkringan di seputaran Pasar Pon. “Dalam waktu dekat, mudah-mudahan di Bulan Puasa ini bisa terealisasikan. Tujuannya, untuk wisata kuliner malam serta lebih menghidupkan Pasar Pon agar tidak terkesan sepi,” paparnya.
Dalam bazar kali ini, terpantau lebih dari 30 pedagang yang berjualan. Baik sejak awal Puasa ada sekitar 30 pedagang, hingga di hari keempat dari data yang masuk ke Dinas Komindag, ada tambahan pedagang sebanyak delapan orang.
Sebelumnya, masih terang Agoes, tepatnya 3 hari sebelum Ramadan, Dinas Komindag juga telah memasang banner dilokasi bazar lama. Selain itu juga menyebarkan surat pemberitahuan baik ke pedagang, komunitas atau masyarakat terkait pengumuman pemindahan lokasi bazar.
“Diharapkan pula, selama Bulan Puasa atau menjelang Hari Raya Idul Fitri, nanti ada aktifitas ekonomi khususnya di area Pasar Pon Trenggalek bisa meningkat. Dan bisa menjadi pusat perdagangan di sektor pasar rakyat,” terang Agoes. (mil/sit)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















