Pemerintahan
Wabup Syah Lantik Konselor Toe Goe Lyontin Emas Tugu, Harap Stunting di Kecamatan Trenggalek bisa Lebih Ditekan

Memontum Trenggalek – Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek, Syah Natanegara, resmi melantik konselor program Toe Goe Lyontin Emas. Pelantikan ini, diharapkan dapat menekan angka stunting, khususnya di Kecamatan Tugu.
Diketahui, Toe Goe Lyontin Emas sendiri merupakan kepanjangan dari ‘Pelayanan Konseling Calon Pengantin Menuju Eliminasi Masalah Stunting’.
Program ini, inisiasi oleh kecamatan tersebut dengan harapan bisa menjadi jawaban dalam upaya pencegahan stunting di daerahnya. Pada 2020 lalu, Kecamatan Tugu telah melaunching Toe Goe Emas, yang merupakan kepanjangan dari Menuju Eliminasi Masalah Anak Stunting. Beberapa upaya dilakukan guna mencegah stunting, diantaranya menyelenggarakan Gerakan Penanganan Stunting (GPS).
Yang mendasari inovasi ini, karena banyak ibu yang menyembunyikan Balita-nya dari Posyandu. Sehingga, dengan begitu informasi perkembangan pola asuh anak yang baik tidak bisa tersampaikan.
Camat Tugu, Budianto, mengatakan beberapa program kegiatan yang dilakukan diantaranya memberikan pelayanan konsultasi tertutup melalui handphone dari tenaga kesehatan (Nakes), kepada ibu-ibu tentang penanganan stunting. “Program kegiatannya seperti memberi layanan konsultasi tertutup kepada para Nakes,” ungkapnya.
Baca juga :
- Tuntaskan Pembahasan Lima Ranperda, Banmus DPRD Trenggalek Rumuskan Agenda Kerja
- Gantikan Almarhum Nur Effendi, Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek
- Rapat Paripurna, Dua Raperda Perbankan Trenggalek Resmi Disahkan Jadi Perda
- Tuntut Perbaikan Jalan Dampak Tambang, FAMTB Audiensi bersama DPRD dan OPD
- Sampaikan Keluhan Dunia Pendidikan, GMNI Trenggalek Hearing bersama Komisi IV DPRD
Salah satu yang mendasari timbulnya gagasan ini, lanjut Camat Tugu, dimulai dari gagalnya pola asuh anak yang baik. “Terus juga kesehatan reproduksi, gizi ibu hamil maupun konflik intern keluarga. Diharapkan dengan layanan konseling yang dilakukan kepada calon pengantin, ada transfer ilmu, terus perubahan perilaku para calon orang tua, sehingga bayi lahir stunting dapat dieliminir,” imbuhnya.
Sementara itu, Wabup Syah Natanegara, menuturkan jika pihaknya sangat mendukung upaya keras Kecamatan Tugu tersebut. “Saya sangat mendukung, semangat. Diharapkan program ini bisa berjalan dengan baik, sehingga mampu dan bisa menekan angka stunting di Kabupaten Trenggalek,” terang Wabup.
Yang tidak kalah penting, lanjutnya, bagaimana menjaga keharmonisan suatu rumah tangga. Mengingat, karena angka perceraian di Trenggalek tergolong tinggi.
“Karena kita tahu, angka perceraian kita cukup tinggi. Jadi, mari kita jaga keutuhan keluarga,” ajaknya.
Menganggap baik, mantan anggota DPRD Trenggalek, itu akan menyampaikan informasi program ini ke wilayah lainnya. Dengan harapan, program seperti ini bisa terus tumbuh dan bisa membawa Trenggalek menuju daerah yang lebih baik lagi. (mil/sit)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















