Hukum & Kriminal
Nonton Jaranan, Pria Trenggalek Terjun Masuk Sumur

Memontum Trenggalek – Seorang warga di Kota Keripik Tempe nekat menceburkan diri ke dalam sumur tua. Korban diketahui bernama Surip warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek.
Menurut informasi yang diterima, kejadian itu berawal saat korban usai melihat pertunjukan kesenian tradisional jaranan di Desa Buluagung Kecamatan Karangan. Belum diketahui secara pasti tujuan korban menceburkan diri ke dalam sumur tua yang letaknya tak jauh dari lokasi pertunjukan jaranan.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana mengatakan saat penonton lain kesurupan, korban justru mendekati sumur tua yang ada disekitar lokasi pertunjukan.
“Sebelumnya memang ada salah satu penonton yang kesurupan. Dan korban tiba – tiba mendekati sumur dengan cara merayap dari bibir sumur,” ungkap Andana, Jumat (17/01/2020) siang.
Sempitnya diameter sumur, menjadi kendala utama proses evakuasi. Namun usai mendapat pertolongan pertama dari tim medis, korban menghembuskan nafas terakhir akibat kekurangan oksigen saat berada didalam sumur.
“Karena medan yang sulit, tim membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengevakuasi korban. Hingga akhirnya korban kehilangan banyak oksigen dan tidak dapat tertolong,” imbuhnya.

Dari hasil Olah Tempat Kejadian Perkara dan visum luar, Andana menuturkan bahwa tidak ada tanda – tanda kekerasan dalam tubuh korban.
Terpisah, Komandan Tim Evakuasi Yoni Fariza mengungkapkan bahwa kondisi sumur dengan diameter 75 cm dan kedalaman 10 m menjadi kendala proses evakuasi.
“Diameternya kan sempit dan minim sekali oksigen, saat melakukan proses evakuasi, petugas juga harus melengkapi diri dengan alat bantu pernafasan,” tutur Yoni.
Ia juga menambahkan, sebelum tim datang ke lokasi kejadian, warga setempat juga sempat melakukan pertolongan kepada korban menggunakan alat seadanya. Namun hal tersebut mendapatkan hasil yang nihil.
Hingga akhirnya tim datang dan berhasil mengevakuasi korban, meski korban dalam keadaan lemah karena kekurangan oksigen saat didalam sumur.
“Karena terlalu lama didalam sumur dengan minimnya oksigen ataupun adanya kandungan gas beracun menjadi pemicu korban tidak bisa diselamatkan,” tegasnya.
Pihaknya menjelaskan jika tim membutuhkan waktu hampir 1 jam untuk mengevakuasi korban dari dalam sumur.
“Kondisi korban pasca dievakuasi, lemas dan urat nadi yang teraba tipis,” kata Yoni. (mil)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















