SEKITAR KITA
Kuatkan Ekonomi Masyarakat Trenggalek, 30 Peserta Ikuti Pelatihan BUMDes

Memontum Trenggalek – Sedikitnya 30 Pengelola Operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kota Keripik Tempe, mengikuti pelatihan selama empat hari ke depan. Dalam pelaksanaan yang berlangsung di Gedung Bhawarasa Trenggalek, itu peserta pelatihan akan diperkaya dengan pengetahuan mendalam seputar pengelolaan BUMDes yang diadakan oleh Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (BBPPM) Yogyakarta.
Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Supriyanto, mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai manfaat keberadaan BUMDes. Dimana, salah satunya adalah sebagai sarana dalam memaksimalkan potensi desa dan memberikan pemahaman kepada peserta tentang peraturan perundangan terkait pendirian BUMDes.
Ditambahkan Sekda, bahwa Bumdes adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa, dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Kondisi itu, akan mendorong setiap pemerintah desa memberikan motivasi dalam merespon pendirian badan usaha milik desa.
Baca juga:
- Tuntaskan Pembahasan Lima Ranperda, Banmus DPRD Trenggalek Rumuskan Agenda Kerja
- Gantikan Almarhum Nur Effendi, Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek
- Rapat Paripurna, Dua Raperda Perbankan Trenggalek Resmi Disahkan Jadi Perda
- Tuntut Perbaikan Jalan Dampak Tambang, FAMTB Audiensi bersama DPRD dan OPD
- Sampaikan Keluhan Dunia Pendidikan, GMNI Trenggalek Hearing bersama Komisi IV DPRD
“Sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi di pedesaan, maka badan usaha milik desa harus memiliki pembedaan dengan lembaga ekonomi pada umumnya,” kata Edy, Rabu (24/05/2023) siang.
Ini dimaksudkan, sambungnya, agar keberadaan dan kinerja Bumdes mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa. Di samping itu, supaya tidak berkembang sistem monopoli usaha ekonomi di pedesaan yang dapat mengakibatkan terganggunya nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.
“Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting, seperti teori-praktek, kebijakan pemerintah, regulasi BUMDes, pengelolaan bisnis, kerjasama dan jejaring, pemasaran produk dan e-commerce, pelaporan keuangan, penyusunan RKTL dan evaluasi,” jelasnya.
Tujuannya, ungkapnya, tidak lain agar peserta mampu menjalankan dan mengembangkan BUMDes secara profesional. “Kami merasa terhormat karena Kabupaten Trenggalek mendapatkan kesempatan ini. Dengan antusias peserta dalam mengikuti pelatihan ini bisa dilihat sebagai langkah maju dalam memajukan ekonomi rakyat Trenggalek,” tutur Edy.
Pihaknya berharap, agar peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan baik untuk kemajuan BUMDes dan masyarakat secara keseluruhan. Karena, BUMDes juga merupakan wadah penting untuk mengoptimalkan potensi desa secara kolektif dan menciptakan identitas unik yang mampu mensejahterakan masyarakat.
“Kami percaya bahwa pelatihan ini akan memberikan wawasan baru dan semangat yang tinggi dalam mencapai tujuan tersebut,” paparnya. (mil/sit)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















