Pemerintahan

Ini Alasan Bupati Trenggalek Terapkan Kegiatan Keagamaan Saat New Normal

Diterbitkan

-

Ini Alasan Bupati Trenggalek Terapkan Kegiatan Keagamaan Saat New Normal

Memontum Trenggalek – Bukan tanpa alasan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin akan menerapkan pembatasan kegiatan keagamaan dan lebih mendahulukan kegiatan keagamaan saat New Normal.

Menurut suami Novita Hardiny ini, hal tersebut bertujuan untuk menjaga kesucian dari kegiatan keagamaan itu sendiri. Pernyataan ini disampaikan Bupati Trenggalek saat meninjau pondok pesantren percontohan new normal Ponpes Al Ittihad Darunnajah Kelutan.

Bupati Trenggalek saat meninjau Ponpes New Normal Al Ittihad Darunnajah. (ist)

Bupati Trenggalek saat meninjau Ponpes New Normal Al Ittihad Darunnajah. (ist)

“Pembatasan ini dilakukan agar kegiatan keagamaannya tidak dijadikan kambing hitam penyebaran Corona Virus Disease 201 karena penyebaran ini diakibatkan oleh kelalaian manusianya sendiri yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (19/06/2020) siang.

Dikatakan M Nur Arifin, tidak mungkin kegiatan keagamaan seperti yasinan atau aktifitas pondok pesantren menyebabkan cluster penyebaran Covid 19. Oleh karena itu, kesucian kegiatan keagamaan perlu dijaga.

“Dalam kondisi new normal, kegiatan keagamaan ini justru didahulukan kondisi kenormalan barunya, karena keberadaannya dianggap sangat penting untuk menanamkan karakter bangsa,” imbuhnya.

Masih terangnya, aktifitas di tempat-tempat ibadah, pondok pesantren, maupun kegiatan keagamaan lainnya sudah mulai diperbolehkan namun tetap harus mengedepankan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan beberapa ketentuan protokol kesehatan lainnya.

Advertisement

“Yang penting harus mengedepankan protokol kesehatan yang ada. Guna meminimalisir kerumunan dan mengurangi penyebaran Virus Corona,” tegas M Nur Arifin.

Sedangkan kepada pengelola pondok pesantren, lanjut Bupati termuda ini, meminta ada tambahan pelajaran baru.

“Pelajaran tambahan ini seperti adab menjaga kyai, santri untuk selalu memakai masker serta menerapkan isolasi mandiri dulu bagi santri dari luar sebelum bergabung dengan santri lainnya,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas