Pendidikan

Buka Workshop Strategi Pembelajaran Inovatif SD, Wabup Syah Minta Pendidik Sisipkan Pelajaran Akhlak

Diterbitkan

-

BUKA: Wabup Trenggalek, Syah Natanegara, saat membuka workshop Strategi pembelajaran inovatif bagi SD di Hotel Hayam Wuruk. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, membuka workshop pembelajaran inovatif bagi Sekolah Dasar (SD) di salah satu hotel di Trenggalek. Dalam kesempatan itu, dirinya meminta kepada setiap pendidik untuk kembali menyisipkan pelajaran akhlak meskipun itu hanya sebentar.

Apapun sistem pelajarannya, baik itu saat di pelajaran Matematika, Bahasa Inggris ataupun mata pelajaran lain. Sehingga diharapkan, pelajaran akhlak tetap bisa disisipkan. Dengan alasan, karena tantangan pendidikan saat ini tidak sederhana.

“Mungkin 10 hingga 20 tahun yang lalu, saat para guru yang saat ini mengajar menjadi murid, guru menghukum atau memarahi muridnya, itu merupakan suatu hal yang biasa. Tidak ada dendam ataupun melaporkan kepada orang tua. Namun sekarang, ini tantangannya berbeda. Yang dahulu itu wajar, sekarang ini semua itu tidak wajar,” kata Wabup Syah, saat dikonfirmasi, Kamis (19/10/2023) pagi.

Baca juga:

Dengan adanya workshop ini, Wabup berharap akan lahir inovasi-inovasi baru. Sehingga, pendidik saat ini bisa menghadapi dinamika pendidikan pada saat ini.

Advertisement

“Pentingnya pendidikan akhlak, apapun pelajarannya saya harapkan bisa disisipkan pelajaran akhlak. Karena bagaimanapun, ini sangat penting,” imbuhnya.

Terlebih, paparnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mempunyai visi misi ‘Meroket’ (Maju Ekonomi Rakyatnya, Organisasi atau orangnya kreatif dan Ekosistemnya Terjaga). Artinya, ‘Mer’ adalah Maju Ekonomi Rakyatnya dan ini cita-cita utama yakni memajukan ekonomi masyarakat Trenggalek. ‘OK’ adalah Orang atau Organisasinya Kreatif artinya Trenggalek ini butuh orang-orang yang kreatif.

“Kemudian ‘ET’ kepanjangannya Ekosistemnya terjaga. Ini akan menjadi percuma, jika Trenggalek nantinya maju tetapi kita susah menikmati terumbu karang yang dirusak oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Begitu juga dengan keasrian dan kelestarian alam beserta ekosistemnya,” jelas Wabup Syah.

Oleh karena itu, untuk mencetak orang-orang kreatif sesuai visi misi pemerintah Kabupaten Trenggalek, itu tidak bisa instan. Perlu proses yang panjang dan peran pendidik sangat penting di sini.

“Saya juga mengingatkan bahwa panen guru juga tidak bisa instan. Perlu proses dan penantian panjang, karena kesuksesan anak didik akan terlihat beberapa tahun ke depan. Untuk itu pengabdian yang tulus dan ikhlas saya harapkan. InsyaAllah pahala akan terus mengalir untuk mereka,” paparnya. (mil/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas