SEKITAR KITA
Respon Inpres Efisiensi Anggaran, Aliansi Mahasiswa Trenggalek Gelar Aksi Unjuk Rasa

Memontum Trenggalek – Aliansi Mahasiswa Trenggalek (AMT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Trenggalek, Jumat (21/02/2025) tadi. Dalam aksinya, massa menolak berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai semakin jauh dari prinsip keadilan sosial, demokrasi dan kesejahteraan masyarakat. Diantaranya, seperti soal pemotongan (efisiensi) anggaran hingga pendidikan.
Koordinator Lapangan (Korlap) AMT, Rian Firmansyah, mengatakan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan atas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 yang berkaitan dengan efisiensi anggaran dan dianggap merugikan masyarakat. “Kita tahu pemotongan atau efisiensi anggaran ini sangat mempengaruhi beberapa sektor. Namun yang kita tekankan adalah efisiensi anggaran di sektor pendidikan. Karena dalam Inpres disebutkan pemotongan anggaran dilakukan minimal 20 persen,” kata Rian.
Dirinya juga menilai, jika pendidikan di Kabupaten Trenggalek selama ini belum merata terkait fasilitas dan kebutuhan. Jika efisiensi anggaran ini tetap dilakukan, maka kesenjangan pendidikan di kota dengan daerah pedesaan akan semakin jauh.
Selanjutnya, juga terkait infrastruktur. Sebagaimana diketahui, di Trenggalek masih banyak kondisi jalan yang rusak parah.
“Artinya, jika perbaikan infrastruktur tidak diprioritaskan, justru akan menggangu sektor lain mulai dari perekonomian, pendidikan dan kesehatan. Karena mau bagaimana pun, jika infrastruktur bagus tentu semua akan berjalan baik-baik saja. Tapi sebaliknya jika infrastruktur rusak, maka akan menggangu dan menghambat sektor lain,” tambah Rian.
Dirinya juga menegaskan, bahwa pemerintah seharusnya memikirkan terlebih dahulu sebelum meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena seharusnya, sebelum MBG dikeluarkan sebagai program, mestinya terlebih dahulu berpikir lalu bekerja, bukan bekerja dahulu baru berpikir. Artinya, harus diinvestigasi dahulu berapa anak-anak yang membutuhkan. Namun, program MBG justru juga menyasar pada orang kaya, makanya anggarannya menghabiskan Rp 300 triliun.
Baca juga :
“Terus terang kami menolak MBG dan justru mendukung program sekolah gratis. Karena masih banyak mereka-mereka yang belum bisa menikmati bangku kuliah, utamanya di daerah pedesaan. Jadi mereka tidak butuh makan gratis, tetapi pendidikan gratis atau sekolah yang layak,” imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, program pendidikan gratis yang diharapkan AMT ini sejalan dengan misi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. “Bagaimana kita menyongsong Indonesia Emas 2045, jika SDM nya saja tidak memadai. Anak-anak hanya lulus SD dan SMP, jadi bagaimana kita bisa menggapai Indonesia Emas itu,” tegas Rian.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek, Muhtarom, mengungkapkan jika kedatangan AMT tidak ditemui para wakil rakyat. Oleh karena itu, pihak sekretariat DPRD memfasilitasi mereka untuk berkomunikasi dengan Ketua DPRD secara daring.
“Jadi kedatangan mereka memang tidak diterima oleh anggota dewan, karena tengah berkegiatan di luar kantor. Makanya, tadi kita fasilitasi mereka untuk menyampaikan apa yang menjadi tuntutan kepada Ketua DPRD secara daring,” ujarnya.
Dijelaskan Muhtarom, beberapa agenda pimpinan dan anggota DPRD diantaranya menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek di Jakarta. Sedangkan untuk Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Kehormatan (BK), Bapemperda DPRD ada agenda di Yogyakarta.
“Untuk empat pimpinan DPRD, agendanya dari kemarin menghadiri pelantikan bupati dan wakil bupati. Memang belum pulang sampai hari ini. Yang jelas, Senin (24/02/2025) besok, para mahasiswa akan mengambil surat tuntutan yang sudah ditandatangani oleh Ketua DPRD,” imbuh Muhtarom. (mil/gie)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















