Pemerintahan

Tekan Inflasi, Pemkab Trenggalek Gelar Gerakan Pangan Murah

Diterbitkan

-

GERAKAN PANGAN: Bupati Arifin saat meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah di area parkir alun-alun Trenggalek. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar gerakan pangan murah di area parkir Alun-alun Trenggalek. Langkah ini dilakukan, untuk menekan angka inflasi akibat naiknya harga kebutuhan pokok yang biasa terjadi mendekati perayaan hari raya natal dan tahun baru (Nataru). Sementara dalam gerakan pangan murah ini, menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari beras, gula, minyak hingga makanan dengan harga yang lebih murah dari harga pasar.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, di tengah-tengah peninjauan gerakan pangan murah mengatakan bahwa gerakan pasar murah yang dilaksanakan bertujuan untuk menekan harga kebutuhan pokok di pasar menghadapi Hari Raya Natal 2023 dan tahun baru 2024. “Gerakan pangan murah ini akan kami laksanakan untuk memberikan akses kepada masyarakat dalam hal memperoleh kebutuhan pokok dengan harga murah jauh di bawah harga pasar,” kata Bupati Arifin, Jumat (22/12/2023) tadi.

Baca juga:

Dirinya berharap, dengan adanya gerakan pangan murah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat kecil untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sebagai upaya pencegahan terjadinya lonjakan harga kebutuhan Sembako di Pasar Trenggalek, suami Novita Hardiny ini menuturkan akan terus melakukan pemantauan harga terutama untuk mencegah terjadinya penimbunan yang merupakan salah satu penyebab harga kebutuhan pokok naik.

“Untuk kegiatan gerakan pasar murah ini telah disiapkan subsidi APBD hampir 50 persen dari harga pasaran. Sehingga, komoditi kebutuhan pokok menjelang libur Nataru dapat terjangkau oleh masyarakat,” terang Mas Ipin-sapaan akrabnya.

Advertisement

“Sebenarnya, konsep gerakan pangan murah bukan operasi pasar. Artinya dari sisi stok dan sebagainya terus cukup. Tapi bagaimana menekan inflasi, kadang kadang yang namanya distributor dan sebagainya itu punya momentum. Jadi dimanfaatkan bahwa Nataru itu adalah acara besar kemudian diikuti dengan kenaikan harga harga,” ungkapnya.

Masih kata Bupati Arifin, hal ini juga sebagai langkah antisipasi khususnya warga-warga di sekitar wilayah perkotaan. Kemudian beberapa disebar di beberapa wilayah pedesaan dan hampir semua kecamatan juga menggelar yang namanya gerakan pangan murah ini.

“Jadi harganya bisa lebih murah 30 sampai 40 persen dari harga pasar yang berlaku pada hari ini. Harga beras misalnya, masih berkisar di angka Rp 13 hingga Rp 14 ribu di pasaran dan kita bisa menjual Rp 5 hingga Rp 6 ribu rupiah. Jadi subsidinya hampir 50 persen dan memang subsidinya macam-macam dan pangan murah ini subsidinya dari APBD,” paparBupati Arifin.

Tidak hanya seputaran kota saja, menurut Mas Ipin semua wilayah akan digelar Gerakan Pangan Murah. Seperti di Kecamatan Bendungan, tepatnya sebelum forum konsultasi publik juga digelar gerakan pangan murah di depan BUMdes.

“Juga dalam program Makaryo Ning Deso Desa Hebat (Mening Deh) di Kecamatan Panggul kemarin kita juga menggelar pangan murah. Jadi hampir setiap minggu kita menggelar pangan murah,” ungkapnya. (mil/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas