Politik
Shearing Pelaksanaan Sosialisasi, DPRD Madiun Lakukan Kunker ke DPRD Trenggalek

Memontum Trenggalek – Sekretaris DPRD Trenggalek, Muhtarom, menerima kunjungan kerja (Kunker) dari DPRD Madiun. Kedatangan rombongan wakil rakyat dari Madiun tersebut, rencananya akan shearing mengenai pelaksanaan sosialisasi.
“Kedatangan DPRD Madiun ke Trenggalek (DPRD, red), ingin melakukan perbandingan terkait dengan pelaksanaan sosialisasi. Kunjungan kerja hari ini, diikuti unsur Pimpinan dan Ketua Komisi DPRD Kabupaten Madiun,” kata Muhtarom, saat dikonfirmasi seusai menerima kunjungan, Kamis (17/02/2022) siang.
Saat ini, kata Sekretaris DPRD Trenggalek ini, memang ada semacam wacana anggota DPRD bisa menjadi nara sumber. Sehingga, bisa melakukan sosialisasi di masyarakat, baik sosialiasi yang diinisiasi anggota DPRD maupun di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca juga:
- Tuntaskan Pembahasan Lima Ranperda, Banmus DPRD Trenggalek Rumuskan Agenda Kerja
- Gantikan Almarhum Nur Effendi, Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek
- Rapat Paripurna, Dua Raperda Perbankan Trenggalek Resmi Disahkan Jadi Perda
- Tuntut Perbaikan Jalan Dampak Tambang, FAMTB Audiensi bersama DPRD dan OPD
- Sampaikan Keluhan Dunia Pendidikan, GMNI Trenggalek Hearing bersama Komisi IV DPRD
“Diharapkan, DPRD bisa ditunjuk atau dipercaya sebagai nara sumber dan di Trenggalek, itu belum dilakukan. Kalau wacana sudah ada, tapi realisasinya belum karena berbagai pertimbangan dari Pimpinan DPRD,” imbuhnya.
Sedangkan kedatangan rombongan dari DPRD Madiun tadi, urainya, yaitu ingin mengetahui sejauh mana sistem yang digunakan dalam pelaksanaan sosialisasi. Apakah menggunakan sistem panel atau perorangan.
Muhtarom juga menjelaskan, bahwa konteks nara sumber yang dimaksud ini adalah anggota DPRD akan menyampaikan materi ke masyarakat terkait dengan berbagai hal. “Contohnya, terkait dengan kesatuan bangsa, kegotongroyongan atau persatuan. Jadi, nanti DPRD akan menyampaikan terkait materi itu,” terang Muhtarom.
Sementara itu, Pimpinan DPRD Kabupaten Madiun, Mujono, menyampaikan maksud kedatangannya ke DPRD Trenggalek. “Karena kita tahu, jika Trenggalek juga ada wacana terkait kegiatan sosialisasi anggota DPRD. Makanya, kami datang ke sini untuk sama-sama belajar terkait mekanisme sosialisasi itu,” katanya.
Meski kegiatan sosialisasi di Trenggalek masih sebatas wacana, namun pada dasarnya, hal itu sempat menjadi pertimbangan. Apakah dengan menjadikan anggota DPRD menjadi nara sumber dalam kegiatan sosialisasi, itu diharuskan atau tidak.
“Karena kita tahu, keputusan pimpinan DPRD itu berbeda-beda. Jadi, untuk menjadikan kita nara sumber dalam kegiatan sosialisasi, itu bukan hal yang mudah. Butuh keahlian dan wawasan yang luas. Dengan begitu, masyarakat juga bisa mendapatkan informasi yang akurat dan bermanfaat,” papar Mujono. (mil/sit)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















