Pemerintahan
Mening Deh di Kecamatan Gandusari, Bupati Trenggalek dan Istri Ajak Masyarakat Manfaatkan Kemajuan Teknologi

Memontum Trenggalek – Bertekad memberikan layanan maksimal kepada masyarakat, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyebut bahwa Makaryo Neng Deso (Mening) Deso Hebat (Deh) bakal menjadi salah satu solusi. Itu karena, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Trenggalek juga tengah berlomba-lomba memberikan pelayanan maksimal melalui kemajuan teknologi inovasi.
Pelayanan yang diberikan melalui kemajuan teknologi, ini bukan tanpa alasan. Mengingat, masih banyak wilayah di Kota Keripik Tempe, yang bisa mengakses berbagai pelayanan dari Pemerintah Daerah.
Dengan hadirnya kegiatan Mening Deh ini, diharapkan bisa lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang sulit menjangkau atau mendapatkan pelayanan Pemerintah. Sementara, di Minggu pertama Maret ini, kegiatan Mening Deh terpusat di Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.
“Setiap Rabu, semua OPD yang memberikan pelayanan, saya minta memberikan pelayanan di tingkat desa. Jadi, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kantor pusat. Melalui Mening Deh ini, masyarakat bisa menjadikan alternatif untuk mendapatkan pelayanan,” ungkap Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (01/03/2023) siang.
Kurang lebih 40 persen dari semua pelayanan yang dimiliki, papar Bupati Arifin, dibawa ke desa untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan. “Misalnya ada yang mau mengurus data kependudukan, nanti akan langsung dibantu oleh petugas dari Dinas Dukcapil. Kemudian terkait pelayanan kesehatan, masyarakat akan dibantu oleh Dinkes Dalduk-KB dan pelayanan – pelayanan yang lain. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dan kita akan datang ke desa-desa untuk memberikan pelayanan,” imbuhnya.
Sementara itu, Novita Hardiny yang ikut mendampingi dalam kegiatan Mening Deh di Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari, mengajak agar para pelaku UMKM lebih produktif memanfaatkan kemajuan teknologi. “Melalui media sosial yang ada, kita bisa menggunakannya untuk hal-hal positif. Seperti mempromosikan produk, yang jelas-jelas bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Dan bukan dengan membuat status-status yang tidak jelas,” terang Ketua TP PKK Trenggalek ini.
Baca juga:
- Tuntaskan Pembahasan Lima Ranperda, Banmus DPRD Trenggalek Rumuskan Agenda Kerja
- Gantikan Almarhum Nur Effendi, Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek
- Rapat Paripurna, Dua Raperda Perbankan Trenggalek Resmi Disahkan Jadi Perda
- Tuntut Perbaikan Jalan Dampak Tambang, FAMTB Audiensi bersama DPRD dan OPD
- Sampaikan Keluhan Dunia Pendidikan, GMNI Trenggalek Hearing bersama Komisi IV DPRD
Ibu tiga anak ini menegaskan, kemajuan teknologi membantu dan memudahkan melakukan segala hal serta mendekatkan yang jauh. Berkat komunikasi pun, masyarakat juga mampu menambah pengetahuan.
“Kita juga dapat berkomunikasi dengan siapapun melalui berbagai cara seperti video call, video conference, dan masih banyak lagi. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan teknologi ini untuk berjualan, memamerkan produk yang kita miliki. Supaya pangsa pasar kita tidak hanya di lokal saja, bahkan bisa di luar kota,” terang Novita.
Dirinya menjelaskan, kenapa perempuan harus berdaya dan tidak boleh berpangku tangan. Karena perempuan bisa mempunyai peran ganda dalam kehidupan. Membantu ekonomi keluarga dan juga mempunyai peran sebagai pengasuh anak-anaknya.
“Kita tahu populasi perempuan juga cukup besar. Bahkan di Indonesia jumlah perempuan hampir 2 kali lipat laki-laki. Karena inilah penguatan perempuan sangat strategis,” ujarnya.
Berdasarkan survey sebuah lembaga, perempuan yang berpenghasilan sebagian besar penghasilannya digunakan untuk perbaikan gizi dan pendidikan anak. Karena inilah yang menjadikan istri Bupati Trenggalek itu getol mengajak perempuan bisa berdaya.
Kemajuan tekhnologi, lanjut Novita, bisa bermanfaat bagi manusia bila dimanfaatkan dengan baik. Contohnya, ada yang jualan anggrek di Trenggalek bisa beromset Rp 10 juta perhari dari jualan online. Untuk itu, masyarakat saat ini harus bisa memanfaatkan gadget dengan baik.
“Makanya saya mengajak, ayo jualan dari Whatsapp dan Facebook. Tik Tok pun juga bisa untuk jualan, tidak hanya buat status yang tidak jelas. E-commerce saat ini juga sudah sangat banyak. Sudah saatnya kita bertransformasi ke tekhnologi,” terang Novita. (mil/sit)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















