SEKITAR KITA
Dukung Wujudkan Swasembada Pangan Nasional, Wabup Syah dan Forkopimda Trenggalek Tanam Jagung

Memontum Trenggalek – Guna mendukung upaya swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, Wakil Bupati Trenggalek Syah Natanegara bersama jajaran Forkopimda melaksanakan tanam jagung. Secara simbolis, penanaman bibit jagung ini dilakukan di lahan depan Mako Polres Trenggalek.
Untuk Swasembada Jagung Pemkab Trenggalek sendiri, ditargetkan untuk menanam jagung di luasan lahan seluas 7.773 hektar. Dan Polres Trenggalek menjadi pendamping Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan Swasembada Jagung ini hingga panen nanti.
“Kita sangat mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Kita tahu juga swasembada pangan selain mampu menyediakan kebutuhan pangan sendiri, ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” kata Wabup Syah, Kamis (23/01/2025) tadi.
Terhubung secara daring Zoom Meeting bersama Kapolri dan juga Menteri Pertanian, Wabup Syah optimis dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, swasembada pangan nasional ini bisa terwujud dan Trenggalek bisa mendukung program pemerintah pusat ini. Dalam Zoom Meeting tersebut, juga dilakukan dialog upaya meningkatkan produksi jagung nasional, optimalisasi lahan tidur dan penerapan teknologi modern dalam pertanian. Dan juga pembagian Alsintan oleh Menteri Pertanian untuk mendukung program ini.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nurhadi, menjelaskan untuk penanaman jagung kali ini, pihaknya didampingi dari Polres Trenggalek. “Jadi penanaman jagung ini kita (Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, red) di dampingi Polri, dalam hal ini Polres Trenggalek untuk menuju swasembada pangan. Kemudian untuk padi, kami didampingi TNI dalam hal ini Kodim 0806 Trenggalek,” jelasnya. Alhamdulillah, di awal tahun ini sudah clear. Kita terpenuhi semua karena luas lahan kita berkisar di angka 12.500 hektar,” sambung Imam.
Baca juga :
Artinya, target di Trenggalek sudah clear di awal tahun ini. Kemudian kedepan sampai dengan akhir tahun 2025 Pemerintah Daerah bersama TNI/Polri bisa menuju swasembada pangan itu.
Untuk padi, lanjut Imam, dikonsentrasikan di sawah-sawah terutama yang termasuk pada Lahan Baku Sawah (LBS). Atau sawah-sawah terutama yang teknis dengan harapan tidak ada produksi jagung yang masuk.
“Sesuai arahan pemerintah pusat, untuk sawah kita fokus ke Padi. Target kita cukup besar, 30.005 hektar atau sekitar 30 ribu hektar dalam kurun satu tahun. Sedangkan luas sawah kita sekitar 12 ribu hektar,” imbuhnya.
Artinya, indeks pertanaman harus menuju ke 2,5 lebih atau menuju ke 3. Maka dari itu pihaknya harus meningkatkan indeks pertanaman sampai dengan akhir tahun ini. Kalau bisa mendekati 2,5 atau mendekati 3 Indeks Pertanaman atau juga 3 kali tanam.
Untuk mengantisipasi cuaca yang tidak mendukung seperti kekeringan, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan ini menerangkan untuk padi akan mengambil air-air yang ada di sekitar. Mungkin dari sungai dengan membantu pompa misalnya.
“Kemudian kalau tidak ada kita bor dan ada bantuan nanti perpompaan, artinya kita bantu perpompaan. Kemudian juga ada perpipaan, ini memanfaatkan gaya gravitasi memompa air menuju ke sawah. Selanjutnya ada irigasi air tanah, kita mengambil air tanah dengan sumur dalam. Supaya sumur dangkal atau air permukaan itu tidak terganggu. Jadi yang kita ambil diatas 60 sampai 100 meter di bawah permukaan tanah. Kira-kira itu,” papar Imam. (mil/sit)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















