Politik
DPRD Trenggalek Gelar Paripurna Jawaban Eksekutif Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap LKPJ 2021

Memontum Trenggalek – Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, mengikuti rapat paripurna dengan agenda jawaban bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi atas Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD tahun 2021. Bertempat di graha Paripurna Kantor DPRD Trenggalek, rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Trenggalek, Samsul Anam.
“Hari ini kita rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ APBD tahun 2021. Dari jawaban bupati itu, intinya semua fraksi untuk sementara bisa menerima atas jawaban itu,” ungkap Samsul, saat dikonfirmasi seusai rapat, Kamis (07/07/2022) siang.
Dikatakan politisi PKB ini, selebihnya jawaban dari eksekutif, itu akan ditindaklanjuti melalui rapat-rapat. Baik di tingkat komisi maupun di fraksi. “Selanjutnya, hasil rapat ditingkat komisi dan fraksi ini akan disampaikan pada rapat paripurna pendapat akhir fraksi,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Syah menyampaikan beberapa hal yang menjadi koreksi agar kedepannya Trenggalek, bisa lebih baik lagi. “Ini menjadi koreksi kita, meskipun BPK memberikan penilaian WTP, tapi ini tetap menjadi pemacu untuk bagaimana kita dengan DPRD untuk membangun Kabupaten Trenggalek, menjadi lebih baik termasuk bagaimana kita meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” terang Wabup muda ini.
Baca juga:
- Tuntaskan Pembahasan Lima Ranperda, Banmus DPRD Trenggalek Rumuskan Agenda Kerja
- Gantikan Almarhum Nur Effendi, Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek
- Rapat Paripurna, Dua Raperda Perbankan Trenggalek Resmi Disahkan Jadi Perda
- Tuntut Perbaikan Jalan Dampak Tambang, FAMTB Audiensi bersama DPRD dan OPD
- Sampaikan Keluhan Dunia Pendidikan, GMNI Trenggalek Hearing bersama Komisi IV DPRD
Mantan anggota DPRD Trenggalek ini menuturkan, jika hampir semua fraksi di DPRD menyoroti penurunan PAD. “Tadi, hampir semua fraksi menanyakan terkait penurunan PAD, belanja modal dan juga silpa. Dan ini menjadi PR kita, karena mau tidak mau karena kita baru saja keluar dari Covid-19. Inilah yang menjadi alasan kita sehingga tidak memenuhi target PAD,” ujarnya.
Mengenai belanja modal yang relatif kecil dari pada belanja pegawai, Wabup Syah menekankan, jika semua itu sudah ada targetnya. Sedangkan Trenggalek, untuk belanja pegawai selalu mengalami penurunan.
“Tadi kita sampaikan di tahun 2020, belanja pegawai kita belanja pegawai kita ada 46persen dari total APBD dan di tahun 2022. Sebenarnya, ini sudah turun menjadi 41persen. Akan tetapi karena ada perubahan beberapa peraturan, sehingga dengan nilai seperti itu seakan terlihat besar,” papar Wabup Syah.
Jika dilihat secara prosentase, tambahnya, memang ada penurunan. Sesuai target dari Bupati Trenggalek, bahwa kedepannya nilai belanja pegawai harus berada di bawah angka 40 persen. Sedangkan untuk belanja modal, ke depan akan lebih ditingkatkan. Terkait hasilnya, nanti akan disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif. (mil/sit)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















