SEKITAR KITA

Diguyur Hujan Deras, Tebing Bendungan Bagong Trenggalek Longsor

Diterbitkan

-

LONGSOR: Kondisi tebing Bendungan Bagong Trenggalek, yang mengalami longsor. (Ist)

Memontum Trenggalek – Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong Trenggalek mengalami longsor di bagian aksesoris dinding. Diketahui, luasan longsor mulai 1.500 sampai 2.000 meter persegi.

Sesuai rencana awal, PSN Bendungan Bagong Trenggalek ini ditargetkan selesai di tahun 2025. Namun, hal itu molor hingga ditargetkan ulang selesai pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, longsor terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Pengawas Utama Paket II Bendungan Bagong, Sri Wahyudi, mengatakan bahwa longsor yang terjadi pada Jumat (21/02/2025) itu, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan proyek. “Longsor terjadi pada hari Jumat. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama penyebabnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/02/2025) tadi.

Longsor ini, tambahnya, berdampak pada bagian aksesoris bendungan ambrol. Sehingga, kondisi beton Shotcrete yang digunakan untuk menahan tanah rusak.

“Lokasi longsor terjadi diantara bangunan Main Dam dan Spillway, tepatnya di atas bangunan pengelak terowongan,” imbuhnya.

Advertisement

Meski luasan longsor hingga ribuan meter persegi, lanjutnya, namun kejadian itu tidak mengganggu progress pembangunan bendungan yang memakan anggaran hingga Rp 1,6 triliun ini. Karena, area yang longsor bukan termasuk bangunan inti dari Bendungan Bagong.

Baca juga :

“Meski longsor, tetap tidak memengaruhi bangunan inti bendungan. Dan proyek akan tetap berjalan sesuai rencana,” kata Sri Wahyudi.

Guna antisipasi kerusakan bangunan akibat longsor, imbuhnya, sebelumnya di lokasi tersebut telah dilakukan pemasangan Shotcrete atau pelapisan beton cor pada dinding tebing. Namun, bangunan tersebut tetap rusak akibat bencana longsor pada Jumat kemarin. “Sebenarnya Shotcrete ini sudah diperhitungkan. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuatnya tidak mampu menahan tekanan,” tegasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya masih akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap kondisi tanah di area terdampak. Dengan target penyelesaian pada 2026, semua pihak berharap tidak ada lagi kendala berarti yang menghambat progres pembangunan Bendungan Bagong ini.

“Tim masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan, termasuk seberapa dalam stabilisasi tanah harus dilakukan,” jelas Sri Wahyudi.

Advertisement

Perlu diketahui, Bendungan Bagong merupakan bendungan kedua di Trenggalek terbesar yang hanya berjarak 10 kilometer dari pusat kota Trenggalek. Bendungan ini dipastikan menerima suplai Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 kilometer persegi. Sementara itu, untuk karakteristik Bendungan Bagong ini sengaja didesain dengan tipe Urugan Zonal. Dimana mempunyai tinggi puncak inti tegak 82 meter serta panjang 678 meter. (mil/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas