Pemerintahan
67 Inovator Meriahkan Gelaran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Ke-4 Pemkab Trenggalek

Memontum Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menggelar Trenggalek Innovation Fest (TIF). Gelaran kompetensi inovasi pelayanan publik yang telah memasuki tahun ke-4, ini berlangsung di GOR Gajah Putih.
Mengusung tema Innovation For Sustainability, TIF tahun 2022 ini diikuti sebanyak 67 inovasi yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lembaga, sekolah dan instansi lainnya di Kota Keripik Tempe. Event ini digelar, guna memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan seluruh jajarannya dalam berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat.
Dengan begitu, diharapkan nantinya dapat menjaring, mendesiminasikan, mendokumentasikan dan mempromosikan inovasi pelayanan publik di unit-unit penyelenggara pelayanan publik, serta mendorong dilakukannya replikasi pelayanan publik. “Hari ini tepatnya di tahun ke 4 ini, kita menggelar Trenggalek Inovation Fest 2022. Tadi Pak Deputi juga menyampaikan bahwa ada beberapa inovasi yang layak dimasukkan ke tingkat nasional,” terang Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dalam sambutannya, Rabu (30/11/2022) siang.
Baca juga:
- Tuntaskan Pembahasan Lima Ranperda, Banmus DPRD Trenggalek Rumuskan Agenda Kerja
- Gantikan Almarhum Nur Effendi, Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek
- Rapat Paripurna, Dua Raperda Perbankan Trenggalek Resmi Disahkan Jadi Perda
- Tuntut Perbaikan Jalan Dampak Tambang, FAMTB Audiensi bersama DPRD dan OPD
- Sampaikan Keluhan Dunia Pendidikan, GMNI Trenggalek Hearing bersama Komisi IV DPRD
Suami Novita Hardiny ini berharap, inovasi-inovasi ini akan berkorelasi dengan prestasi yang ada di Kabupaten Trenggalek. “Jadi, bukan inovasi kalau yang kita lakukan itu tidak memudahkan masyarakat. Contoh dengan adanya inovasi Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan ‘GERTAK’, orang miskin sekarang termudah-kan apa tidak untuk melaporkan mendapatkan beberapa program. Terus inovasi jemput bola, orang rentan merasakan manfaatnya apa tidak,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik, Dr Ajib Rakhmawanto, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, sebagai lembaga kementrian di pusat, tentunya mempunyai kewajiban mendorong pelayanan publik yang lebih baik melalui Inovasi-inovasi.
“Ternyata, di sini telah menjadi trend atau budaya. Inovasi telah menjadi program dari pada pemerintah daerah setiap tahunnya. Kami di pemerintahan pusat mendorong penciptaan inovasi-inovasi pelayanan publik,” tutur Ajib.
Kementrian PAN RB itu juga mengapresiasi, bagaimana inovasi-inovasi yang sudah muncul di suatu pemerintahan terkait pelayanan publik ini bisa direplikasi dan dikembangkan.
“Jangan hanya dimunculkan saja. Kami berharap, apa yang sudah baik di suatu tempat itu bisa dipindahkan atau ditularkan ke instansi lainnya,” imbuhnya.
Kemudian, sambungnya, inovasi ini tentunya menjadi budaya tersendiri atau setelah menjadi program rutin bisa dibuat suatu kebijakan yang permanen.
“Dibuat suatu peraturan misalnya, dinas atau badan di suatu daerah melaksanakan inovasi namun juga sesuai dengan tema hari ini sustainable. “Jadi selalu berkelanjutan,” papar salah satu pejabat di Kemenpan RB. (mil/sit)
Pemerintahan6 tahunPemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp
Pemerintahan6 tahunNyadran Dam Bagong, Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunCewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek
Hukum & Kriminal6 tahunKena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call
Pemerintahan6 tahunBupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK
Hukum & Kriminal6 tahunDendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek
Pemerintahan6 tahun2 Pasien Sembuh, Trenggalek Tambah 2 Pasien Positif Covid-19
Pemerintahan10 bulanRingankan Beban Pedagang, Bupati Trenggalek Lakukan Pengurangan Retribusi Pasar 1 hingga 75 Persen
















