Connect with us

Hukum & Kriminal

Rem Blong, Truk Muat Keramik Tabrak Kios Trenggalek, 1 Tewas

Diterbitkan

||

Rem Blong, Truk Muat Keramik Tabrak Kios Trenggalek, 1 Tewas

Memontum Trenggalek – Diduga alami rem blong, sebuah truk muatan keramik menabrak kios di Jalan Raya Dongko-Panggul tepatnya di kilometer 44. Menurut informasi yang diterima, truk yang dikemudikan oleh Sunarko (59) ini menabrak sebuah kios milik Jumiyen.

Menanggapi kejadian ini, Kanit Laka Lantas Polres Trenggalek Ipda Hanik Setyobudi mengaku akibat laka lantas ini, 1 orang meninggal dunia dan 9 orang mengalami luka – luka.

“Berawal saat truk muatan keramik ini melintas dijalan Dongko – Panggul masuk Desa Cakul Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek. Karena jalanan menurun, rem truk tiba – tiba blong dan menabrak kios yang ada di pinggir jalan, ” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (29/11/2019) sore.

Lebih lanjut, Hanik mengungkapkan karena rem blong, pengemudi truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan membanting setir hingga menabrak kios. Menurut pengakuan sopir truk, ia dari arah Dongko hendak ke Panggul.

“Karena menabrak kios yang ada di pinggir jalan, truk terguling dan membuat orang – orang yang ada dilokasi kejadian luka – luka. Dan diketahui 1 orang meninggal dunia akibat kecelakaan ini, ” imbuhnya.

Korban meninggal atas nama Tinah (35) yang saat kejadian tersebut tengah membeli di warung milik Jumiyen. Sebelumnya, korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat.

Namun dalam perjalanan menuju Puskesmas setempat, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara itu, sopir dan 2 penumpang truk yakni Supriyono dan Lingga mengalami luka-luka ringan.

Hingga berita ini diturunkan, pengemudi truk dan 2 penumpang menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

“Untuk kondisi pemilik kios Jumiyem hanya mengalami luka ringan, ” tandas Hanik. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Home Industri Miras Oplosan Trenggalek Digerebek Polisi

Diterbitkan

||

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (mil)
Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (mil)

Memontum Trenggalek – Polres Trenggalek kembali menangkap produsen minuman keras oplosan yang beroperasi di pesisir selatan Jawa Timur tepatnya di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvinj Simanjuntak mengatakan dari hasil penggrebekan di salah satu home industri miras oplosan, petugas menangkap seorang pelaku yakni Didik Rudyanto Alias Gacor warga RT 01 RW 01, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

“Unit Reskrim Polsek Watulimo berhasil membongkar Miras oplosan dan menangkap pelaku Didik beserta sejumlah barang buktinya,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi, Jumat (28/02/2020) sore.

Dikatakan Kapolres, dalam hal ini pelaku diketahui dengan sengaja dan tanpa ijin memproduksi serta mengedarkan minuman beralkohol oploson untuk memperoleh keuntungan.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan terhadap salah satu pengedar dan pengoplos minuman alkohol yakni Hadi Joko pada 26 Februari 2020 yang lalu.

“Dari hasil interogasi diketahui bahwa minuman oplosan tersebut di peroleh dari pelaku. Selanjutnya petugas melakukan serangkaian penyelidikan mendalam hingga berhasil menangkap pelaku,” imbuhnya.

Saat dilakukan penggeledahan, lanjut Kapolres, petugas menemukan barang bukti berupa minuman alkohol oplosan dan peralatan yang digunakan tersangka untuk membuat miras oplosan.

“Barang bukti yang diamankan antara lain 30 botol minuman alkohol oplosan masing-masing berukuran 600 Mililiter, satu karung botol bekas air mineral, teko plastik yang diduga sebagai alat mengaplos Miras, gunting, lima plastik bekas tempat alkohol, 455 botol kosong perasa vodka dan uang tunai Rp 400 ribu yang diakui tersangka adalah hasil penjualan minuman oplosan,” jelas Jean Calvijn.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih harus menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

Masih terang Kapolres, pelaku akan dikenakan pasal 204 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 135 Jo pasal 71 ayat (2) dan atau pasal 140 Jo pasal 86 ayat (2) UU R.I No. 18 Tahun 2012 tentang pangan dan pasal 106 UU R.I No. 07 Tahun 2014 tentang perdagangan, dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara denda paling banyak 4 miliar rupiah.

“Kami dari kepolisian Resort Trenggalek berharap peredaran miras oplosan bisa dicegah. Sehingga kondisi Kamtibmas yang ada di Kabupaten Trenggalek lebih kondusif,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Sakit Menahun, Kakek di Trenggalek Gantung Diri

Diterbitkan

||

Proses evakuasi korban gantung diri. (ist)
Proses evakuasi korban gantung diri. (ist)

Memontum Trenggalek – Seorang pria di kota Keripik Tempe meregang nyawa dengan cara gantung diri. Korban bernama Kasno (80) seorang warga RT 12 RW 04 Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Sontak kejadian tersebut membuat heboh masyarakat seyempat.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban ditemukan gantung diri menggunakan seutas tali di dapur rumah anaknya. “Korban ditemukan pertama kali oleh anaknya yang bernama Sutarti di dapur rumahnya sekitar pukul 07.30 pagi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Bima Sakti saat dikonfirmasi, Jumat (21/02/2020) sore.

Dikatakan Bima, mengetahui hal tersebut saksi segera melaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke Polres Trenggalek.

Diketahui korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tidak wajar karena menderita penyakit yang tak kunjung sembuh.

“Dugaan sementara korban gantung diri karena sakit menahun. Sakit diabetes dan hipertensi,” imbuhnya.

Masih terang Bima, dari hasil pemeriksaan oleh tim medis, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Hingga berita ini diturunkan, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani pemeriksaan. Dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Cewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek

Diterbitkan

||

Cewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek

Memontum Trenggalek – Seorang wanita asal Kabupaten Tulungagung harus berurusan dengan aparat kepolisian Resort Trenggalek lantaran diduga menyebarkan berita bohong atau hoax di media sosial.

Pelaku yakni Nur Lailiyah, ditangkap pihak berwajib lantaran telah menipu korban yang merupakan warga Trenggalek dengan modus berpura – pura sebagai penjual masker (penutup hidung dan mulut).

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)

Dalam keterangan yang disampaikan dihadapan awal Media, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak mengungkapkan bahwa Unit Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengungkap kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta mengamankan seorang pelaku wanita asal Kabupaten tetangga.

“Kembali jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengungkap kasus ITE dan juga Penggelapan dengan seorang pelaku asal Kabupaten Tulungagung hingga mengakibatkan korban mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah,” terang Kapolres saat dikonfirmasi, Senin (17/02/2020) siang.

Kapolres menuturkan, kejadian tersebut berawal pada awal bulan Februari saat korban membuka akun milik pelaku yang menawarkan masker di sebuah grup media sosial facebook.

“Dari situ, korban merasa tertarik kemudian berkomunikasi melalui inbox messenger,” imbuhnya.

Dikatakan Kapolres, komunikasi tersebut berlanjut dengan saling bertukar nomor Whatsapp. Hingga akhirnya korban memesan 400 box masker seharga Rp 24 juta dan meminta korban untuk transfer uang setengah dari harga sebagai DP nya.

Keesokan harinya, korban mentransfer uang kepada pelaku sebesar Rp 11.400.000,-.

Namun sayangnya, pasca mentransfer uang tersebut, pelaku tidak mengirim barang yang dimaksud kepada korban.

“Pada saat itu korban juga mencoba menghubungi pelaku via Whatsapp, namun korban justru di blokir. Demikian pula dengan inbox messengger,” ucap Kapolres.

Merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Trenggalek untuk ditindaklanjuti.

Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti diantaranya berupa screenshot percakapan facebook antara pelakudan korban, 1 unit hp merek Oppo F9, uang tunai Rp 8.950.000,- , dan 1 lembar bukti transfer.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

“Untuk pelaku dikenakan pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp. 1 miliar,” pungkasnya.

Kapolres juga menekankan agar masyarakat Trenggalek khususnya lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial apapun. Baik Facebook, Instagram, Whatapp ataupun yang lain.

“Jika memang mau bertransaksi melalui media sosial, alangkah lebih baik jika kita kenali dulu penjualnya, barangnya dan tidak gegabah untuk mentransfer sejumlah uang,” tegas Kapolres. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler