Connect with us

Pemerintahan

Terima Hibah Tanah Milik Pemkab, Polres Trenggalek Akan Tingkatkan Pelayanan

Diterbitkan

||

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak
Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak

Memontum Trenggalek – Setujui permintaan lahan milik Pemerintah Daerah, Polres Trenggalek terima hibah tanah seluas 1,8 hektare. Persetujuan hibah tanah tersebut dilakukan saat rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek, Sabtu (9/11/2019) kemarin.

Rencananya hibah tanah yang terletak didepan Mapolres Trenggalek itu akan digunakan untuk pengembangan kantor dan sejumlah fasilitas baru Polres Trenggalek.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengatakan pemberian hibah tanah ini dilakukan setelah pihak Polres Trenggalek melakukan pengajuan. “Hibah tanah asset milik Pemkab ini dilakukan setelah adanya pengajuan dari Polres Trenggalek. Meski yang diajukan hingga puluhan hektare, tapi setelah melalui kajian dari tim hanya bisa mengalokasikan sekitar 1,8 hektare saja,” ucap Arifin saat dikonfirmasi, Minggu (10/11/2019) siang.

Ia menambahkan sesuai peruntukannya, lahan yang diajukan tersebut akan disesuaikan dengan tata ruang dari Polres Trenggalek. Pihaknya juga berterima kasih kepada DPRD karena telah membantu proses hibah tanah kepada Polres Trenggalek.

Terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak menuturkan jika hibah tanah yang diberikan Pemkab Trenggalek akan digunakan untuk kepentingan operasional. “Kedepannya hibah tanah yang diberikan Pemkab Trenggalek ini akan digunakan untuk kepentingan operasional serta pembinaan. Seperti penambahan ruang kerja kantor dan sarana prasarana lainnya,” tutur Kapolres.

Meski begitu, untuk proses pembangunanmya nanti masih akan dikomunikasikan dengan Polda Jatim. Yang jelas dalam hal ini pihak berharap penambahan ruang kerja, aula dan sarana yang lain ini dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (mil/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Dampingi Wabup Jatim, Bupati Arifin Kukuhkan Pengurus Daerah IPHI 2021-2026

Diterbitkan

||

oleh

PENGUKUHAN: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mendampingi Wagub Jatim mengukuhkan Pengurus Daerah IPHI Trenggalek. (memontum.com/mil)
PENGUKUHAN: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mendampingi Wagub Jatim mengukuhkan Pengurus Daerah IPHI Trenggalek. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mendampingi Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, melakukan pengukuhkan Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Kabupaten Trenggalek masa bakti 2021-2026. Pengukuhan PD IPHI Kabupaten Trenggalek, ini dilakukan di Pendopo Manggala Praja Nugraha-Trenggalek.

Dalam kepengurusan IPHI sendiri, nama pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pembina IPHI Trenggalek. Sedangkan untuk jajaran pengurus harian, ada nama Mokh Rofiq Hindiono, yang dipercaya dan dikukuhkan menjadi Ketua Harian Pengurus Daerah IPHI Trenggalek.

“Jujur saja, saya merinding mendengar moto IPHI Trenggalek, mabrur sepanjang hayat. Karena untuk bisa seperti Nabi Ibrahim As atau Nabi Ismail As, tentunya sangatlah sulit dijalankan,” ucap Bupati Arifin dalam sambutannya, Senin (06/12/2021) tadi.

Suami Novita Hardiny ini merasa senang, bisa berkumpul dengan para kekasih Allah yang telah melaksanakan haji. “Semoga bisa mendorong masyarakat yang lainnya untuk berhaji,” imbuhnya.

Bupati Trenggalek juga berharap, doa dari ikatan persaudaraan haji ini untuk Trenggalek dan negeri ini agar aman sejahtera. “Banyak bencana terjadi baru baru ini, seperti kemarin Gunung Semeru erupsi, semoga tidak banyak korban jiwa,” kata Bupati.

Baca juga :

Terakhir, Bupati muda itu berharap persaudaraan yang dijalin tidak hanya pada IPHI saja melainkan bisa di bawa di dunia akhirat.

Sementara itu, Wagub Jatim, Emil Dardak, yang juga menjadi Ketua Pengurus Wilayah IPHI Jatim, dalam pengukuhan ini menyampaikan selamat atas dilantiknya Pengurus Daerah IPHI Trenggalek masa bhakti 2021-2026 itu.

“Saya berharap para pengurus IPHI ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik, sesuai tujuan utama berdirinya IPHI,” harap Wagub Emil.

Dalam pengukuhan IPHI ini, Wagub Jatim itu juga menyinggung kejadian bencana Gunung Semeru, yang mengakibatkan banyak kerusakan. Bahkan saat ini 9 orang dinyatakan hilang dalam kejadian bencana ini.

“Semoga bencana seperti ini tidak terjadi di Trenggalek. Apalagi kemarin Bendungan Tugu telah diresmikan oleh Bapak Presiden,” paparnya. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Presiden Jokowi Resmikan Proyek Strategis Nasional Bendungan Tugu Trenggalek

Diterbitkan

||

oleh

Presiden Jokowi Resmikan Proyek Strategis Nasional Bendungan Tugu Trenggalek
RESMIKAN: Presiden RI, Joko Widodo, saat meresmikan Bendungan Tugu Trenggalek. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Presiden RI, Ir H Joko Widodo meresmikan bendungan pertama di Kota Keripik Tempe yakni Bendungan Tugu. Peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, dilakukan bersamaan dengan peresmian Bendungan Gongseng, Kabupaten Bojonegoro, secara virtual.

Dalam peresmian ini, Presiden menempuh perjalanan udara menggunakan Jet Pribadi dari Bandara Halim mendarat di Pangkalan Udara Lanud Iswahyudi Madiun. Dari Lanud ini, rombongan RI 1 ini melanjutkan perjalanan menggunakan Heli menuju ke Trenggalek dan mendarat di Stadion Menaksopal.

Kedatangan Presiden ini, pun disambut langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Danrem 081 DJS Madiun, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, Forkopimda Trenggalek dan beberapa pejabat lainnya. Saat meresmikan bendungan ini, Presiden Jokowi menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur ada penambahan dua bendungan baru hari ini. Yaitu Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek dengan kapasitas 12 juta m³ dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro,” ucapnya, Selasa (30/11/2021) siang.

Presiden RI Ke-7 ini berharap, dengan terbangunnya dua bangunan bendungan itu, akan dapat meningkatkan kapasitas produksi pertanian. “Semoga kedepannya, kedua bangunan bendungan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Utamanya di sektor pertanian, sehingga kesejahteraan petani dapat terwujud,” harap Presiden Jokowi.

Baca juga :

Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengatakan jika Bendungan Tugu ini bukan lagi sekedar harapan. Namun, bendungan ini sudah bisa sama-sama merasakan manfaatnya.

“Kita ingat mungkin 10 hari yang lalu, 3 hari berturut-turut curah hujan cukup tinggi. Kita tahu kapasitas bendungan 12 juta meter³. Itu posisi air sudah hampir separuh top bendungan atau tanggul utama. Saya membayangkan, kalau bendungan ini belum jadi atau Pak Presiden tidak membangun bendungan di Trenggalek ini, ya tentu malam itu saya sudah berjibaku dengan masyarakat. Khususnya di sekitar kawasan kota, di Kelutan dan sekitarnya. Kita pasti menghadapi banjir,” kata Bupati Arifin.

Dengan terbangunnya bendungan, tambahnya, maka ini bukan sekedar lagi harapan. Akan tetapi, ini sudah menjadi kenyataan. “Bahwa ada satu sarana reduksi terhadap banjir, khususnya di aliran Sungai Ngasinan yang menuju ke Niama,” lanjutnya.

Dikatakan suami Novita Hardiny ini, selain itu disaat menghadapi krisis air di masa kekeringan, beberapa daerah irigasi sekitar Kawasan Tugu, Karangan, Kota, Pogalan sampai ke Durenan, rata-rata kawasan datar, belum bisa panen dua kali padi, karena sering kekurangan air. Setiap panen biayanya tinggi, karena harus men-disel air dan sebagainya. Dengan adanya bendungan nanti, dimungkinkan akan ada tambahan 1.200 hektar sawah yang tercetak.

“Dan irigasi yang juga akan dibangun oleh kementrian untuk saluran primernya. Sedangkan saluran sekunder dan tersier sesuai dengan kewenangan harapannya bisa meningkatkan produktifitas petani dan mengurangi biaya produksi petani,” paparnya.

Masih kata Bupati muda ini, jika selama ini petani mungkin menggunakan diesel untuk mendapatkan air, maka diharapkan nantinya air dari bendungan ini bisa memenuhi kebutuhan irigasi yang ada.

“Dengan teknis bendungan ini bisa ter-irigasi sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi lagi nantinya,” tutup Mas Ipin sapaan akrabnya. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Tanggapi Keluhan Warga Terdampak PSN Bendungan Bagong, Ini Upaya Pemkab Trenggalek

Diterbitkan

||

oleh

Tanggapi Keluhan Warga Terdampak PSN Bendungan Bagong, Ini Upaya Pemkab Trenggalek

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, merespon aspirasi warga masyarakat Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, terkait aksi turun ke jalan di depan Pendopo Kabupaten Trenggalek, beberapa hari lalu. Mereka yang merupakan warga terdampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong, mendapat perhatian bupati dengan akan mencarikan pemukiman kembali warga yang tidak jauh dari lokasi PSN.

“Awalnya disepakati alih fungsi lahan hutan untuk pemukiman dengan skema lahan pengganti. Ini diupayakan serius bisa pelepasan kawasan hutan,” kata Bupati Trenggalek, Selasa (30/11/2021) siang.

Saat ini, terang Bupati Arifin, Kementrian sudah membentuk tim atas usulan yang di berikan Pemkab Trenggalek. Bahwa komitmen pemerintah kepada masyarakat yang sudah merelakan tanahnya untuk menjadi proyek strategis nasional, untuk pembangunan yang ada di Bagong.

“Ini akan kita upayakan, agar mereka tetap tinggal di sekitar kawasan bendungan. Sehingga, ketika bendungannya ramai, maka mereka dapat menerima manfaat dari bangunan bendungan itu,” imbuh suami Novita Hardini itu.

Baca juga :

Salah satu skemanya, ujar bupati, adalah memohon kawasan hutan, untuk bisa menjadi tempat pemukiman baru bagi masyarakat. “Skema awal adalah tukar menukar kawasan hutan. Jadi masyarakat punya kewajiban untuk mengganti lahan,” jelas Mas Ipin sapaan akrabnya.

Namun, lanjutnya, kementrian melalui pemerintah kabupaten yang melakukan permohonan ini. “Jadi kita mohonkan tidak tukar menukar, namun pelepasan kawasan hutan. Sehingga nanti kawasan itu bisa didapatkan oleh masyarakat, kita bantu mendisainkan master plane-nya. Sehingga masyarakat nanti tidak perlu menyiapkan lahan pengganti,” terangnya.

Dirinya menyebut, jika itu merupakan salah satu upaya yang dilakukan saat ini. Berharap kementrian nanti menyepakati dan masyarakat senang sudah menerima ganti rugi untuk selanjutnya warga mendapat lahan pemukiman kembali.

“Sedangkan beberapa hal seperti master plane, instalasi dan lain sebagainya nanti kita upayakan bersama antara pemerintah kabupaten dan juga kementrian PU itu nantinya. Saya sampaikan, bahwa kita mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat,” tegasnya. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler