Connect with us

Pemerintahan

Dewan Tekankan TAPD Evaluasi Penganggaran Masing – Masing OPD

Diterbitkan

||

Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Samsul Anam saat memimpin rapat Banggar
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Samsul Anam saat memimpin rapat Banggar

Memontum Trenggalek – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek menyayangkan Penyusunan Anggaran Pembahasan Rancangan APBD Tahun 2020 yang perlu dirasionalisasikan. Sehubung dengan adanya asumsi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang mengalami penurunan hingga 145 millyar, maka Badan Anggaran (Banggar) DPRD mendesak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan evaluasi ulang dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Samsul Anam mengatakan, pada APBD tahun 2020 memang masih diperlukan perbaikan. Mengingat asumsi KUA-PPAS dengan RAPBD mengalami penurunan sekitar 145 milyar. “Dari beberapa hal yang disampaikan teman – teman DPRD masih ada perbaikan, karena asumsi KUA-PPAS dengan RAPBD mengalami penurunan yang cukup signifikan, ” terang Samsul Anam saat dikonfirmasi usai rapat bersama Badan Anggaran DPRD dengan TAPD dalam rangka menindaklanjuti hasil pembahasan RAPBD Tahun 2020, Jumat (8/11/2019) pagi.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang terpaksa perlu dirasionalisasi dari masing – masing OPD dan belanja tidak langsung, supaya dapat menutupi defisit anggaran. ”Misalnya ada beberapa yang harus diperhatikan untuk menutupi kekurangan defisit. Namun dilain sisi program prioritas juga harus tetap dijalankan, jangan sampai terganjal karena faktor defisit anggaran, ” imbuhnya.

Masih terang Samsul, dari segi perencanaan ya, Badan Anggaran DPRD menyarankan kepada TAPD untuk melakukan koordinasi dengan OPD dengan perencanaan yang sudah terealisasi. Sebagaimana yang sempat dibahas di tingkat komisi, paling tidak defisit anggaran itu dapat ditutupi kegiatan yang bersifat tidak mendesak dan tidak langsung.

Sehingga apa yang telah disampaikan oleh komisi – komisi lebih diperhatikan, seperti peningkatan pelayanan di Rumah Sakit Dr Soedomo bisa lebih baik. Serta kegiatan peningkatan insfrastruktur jalan dalam rangka mendukung perekonomian agar tidak sampai terbengkelai.

“Kami belum bisa memastikan beberapa hal pokok yang perlu disetujui melalui anggaran yang disediakan. Tahapan selanjutnya, kami akan memanggil TAPD dan OPD, bagaimana masing – masing OPD dalam menyusun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam APBD 2020, ” pungkas Samsul.

Mengingat masih memasuki pelaksanaan awal dan bersifat makro, untuk lebih detailnya pihak DPRD Trenggalek akan mengundang TAPD dengan OPD yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sehingga bisa mempertajam penjelasannya di masing – masing OPD. (mil/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Festival Gagasan 2020, Umumkan 5 Terbaik Untuk Diimplementasikan Di Trenggalek

Diterbitkan

||

Festival Gagasan 2020, Umumkan 5 Terbaik Untuk Diimplementasikan Di Trenggalek

Memontum Trenggalek – Final Festival Gagasan tahun 2020, 5 Gagasan terbaik yang terpilih nantinya akan diimplementasikan di program Pemerintah tahun 2021 mendatang.

Bertempat di pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Festival Gagasan ini merupakan kontribusi dari komunitas Bagimu Trenggalek yang ingin memberikan kontribusi terhadap Kabupaten Trenggalek.

Bupati Arifin saat menghadiri Festival Gagasan di pendopo Trenggalek. (ist)

Bupati Arifin saat menghadiri Festival Gagasan di pendopo Trenggalek. (ist)

Tahun 2019 kemarin, ada sebanyak 99 gagasan masuk dalam festival ini dan dipilih 5 gagasan terbaik.

Menurut Ketua Panitia Festival Gagasan Trenggalek Soeripto, tahun 2020 ini terdapat 116 gagasan yang masuk.

“Dalam grand final kemarin sudah ditentukan oleh panitia 10 gagasan terbaik. Diantaranya, SDN 2 Sengon, Mantri Kopi, Dista Nur Prana, Madehan Jaza, Kornea Mahendra Kusuma, Ira Permatasari, Henrigo Radika Utwijaya, Sahabat TL, Sandra Arega Ferdiansyah dan Mahasiswa Kreatif,” ungkap Suripto, Kamis (27/02/2020) siang.

Dari 10 gagasan terbaik ini, kata Ripto sapaan akrabnya, disaring kembali menjadi 5 terbaik yang diumumkan dalam puncak Grand Final hari ini.

“5 terbaik tersebut adalah Dista Nurdiana dan Ilhamdaniah Saleh dengan gagasan Mendulang Emas Hijau di Bambu Edu-park Trenggalek, SDN 2 Sengon dengan gagasan Mesra Paguyubanku, Kornea Mahendra Kusuma dengan gagasan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Berbasis Militansi Warga dengan Pembentukan Trenggalek Tempo Doloe, dan Sahabat Trenggalek dengan gagasan Omah Telo, Ayo Nandur Telo, serta Mantri Kopi Trenggalek dengan gagasannya Mengembalikan Kejayaan Kopi Trenggalek, Terintregasi dan Berkesinambungan,” imbuhnya.

Tutut hadir dalam Festival Gagasan 2020 ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin memilih menunda keberangkatannya untuk dinas luar kota.

“Festival gagasan penentu kemajuan Trenggalek ke depan. Mengutip dari pernyataan Menteri Perindustrian yang menyebutkan bahwa kenapa Virus Corona tidak masuk ke Indonesia, karena perijinan masuk pun juga masih berbelit di negeri ini,” ucap Arifin.

Suami Novita Hardini ini menambahkan bahwa festival gagasan juga menjadi salah satu ikhtiar untuk mewujudkan Trenggalek yang MEROKET yang artinya Maju Ekonomi Rakyatnya, Orang/ Organisasinya Kreatif dan Ekosistemnya Terjaga.

“Memang MEROKET ini belum ketahapan hasil, masih dalam tahapan ikhtiar kita untuk mewujudkan perekonomian masyarakat yang maju, orang kreatif dan ekosistem.yang terjaga,” tegasnya.

Ia mengaku senang dan mengapresiasi gagasan dari talent muda di Trenggalek untuk mau bersedekah gagasan, bahkan gagasan-gagasan mereka mampu bersaing dengan yang lain.

Bupati juga berpesan, agar gagasan terbaik benar benar dikawal menjadi sebuah program pemerintah nantinya.

Festival Gagasan Trenggalek tahun 2020 ini berlangsung cukup menarik, selain telah berhasil mengajak peran masyarakat untuk berbagi gagasan untuk Trenggalek yang terbaik.

Festival ini menunjukkan bawasannya Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah semakin membuka diri dan mengakomodir partisipatif masyarakat dalam perencanaan pembangunan.

Dihadirkan beberapa panelis yang berkompeten, mulai dari akademisi, budayawan, aktifis maupun Kades Pujon Kidul yang telah berhasil mengantarkan desanya menjadi desa yang berkualitas. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ketua TP PKK Jatim Kunker Ke Kabupaten Trenggalek

Diterbitkan

||

Ketua TP PKK Jatim Kunker Ke Kabupaten Trenggalek

Memontum Trenggalek – Kabupaten Trenggalek kembali mendapatkan kunjungan dari Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin. Dalam kunjungannya tersebut, Arumi Bachsin melakukan monitoring dan evaluasi penanganan masalah stunting serta tingkat kematian ibu dan bayi.

Bertempat di pendopo Agung Manggala Praja Nugraha, kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Trenggalek. (mil)

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Trenggalek. (mil)

Ia menyampaikan bahwa angka stunting di Trenggalek berhasil ditekan. Meskipun tidak terjadi peningkatan, namun angka stunting di Trenggalek mengalami penurunan hingga 25 persen.

“Memang stunting tidak bisa untuk ditiadakan, namun kita terus berusaha untuk menekan dan kerja keras itu menuai hasil, tahun 2019 kemarin, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB berhasil meraih penghargaan Juara 1 penanganan stunting terbaik,” ucap Novita saat dikonfirmasi, Senin (24/02/2020) siang.

Dikatakan Novita, berbagai program terpadu dengan melibatkan semua unsur baik Pemerintahan maupun swasta dan kelompok masarakat digalakkan untuk menangani masalah stunting.

Salah satunya melalui program Sepeda Keren dan Rumah Perempuan, di mana perempuan didorong untuk lebih berdaya sehingga terjadi peningkatan kualitas keluarga. Dengan begitu angka stunting dapat ditekan dengan sendirinya.

“Penyebab stunting sendiri ada banyak faktor, seperti yang disampaikan oleh ibu Ketua PKK Jatim tadi, dan bisa berbeda di tiap daerah, bisa saja karena sanitasinya yang buruk, mungkin data yang disampaikan salah, pernikahan dini juga bisa,” imbuhnya.

Ibu 3 anak ini mengungkapkan dengan adanya Program Sepeda Keren dan Rumah Perempuan diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua wanita khususnya yang ada di Kabupaten Trenggalek.

“Hal-hal seperti ini yang mendorong lahirnya program Sepeda Keren dan Rumah Perempuan di Trenggalek, saya memperjuangkan ini karena banyak pendidikan di masyarakat yang belum dikuasai tentang apa itu pernikahan, apa itu pola asuh keluarga dan beberapa yang lainya,” kata Novita.

Semetara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin, mengatakan ada perbaikan penanganan stunting di Trenggalek. Dalam kunjungan kerjanya tersebut juga melibatkan seluruh pengurus TP PKK Kabupaten/Kota se-Bakorwil Madiun dengan harapan saling bertukar pengalaman terkait dengan penanganan stunting.

“Setelah kami melihat ke bawah, dari tahun-ke tahun sudah ada perbaikan, dan hasil peninjauan ini nantinya kita harapkan bisa menjadi bahan evaluasi kita bersama karena pendekatan di daerah masing-masing berbeda-beda,” ungkap Arumi.

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ini menegaskan jika stunting bukan hanya disebabkan oleh gizinya yang kurang, tapi pola asuh dan sanitasinya baik.

“Stunting bukan melulu soal gizi yang kurang melainkan, ada juga daerah-daerah yang gizinya bagus namun sanitasinya maupun pola asuhnya yang buruk, kita ingin melakukan pendekatan, setelah monitoring ini nanti kita akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, sebagai bahan masukan sehingga program intervensinya tepat,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

DPRD Trenggalek Sampaikan Laporan Kinerja Tahun 2019 Dalam Rapat Paripurna

Diterbitkan

||

Suasana rapat paripurna di gedung DPRD Trenggalek
Suasana rapat paripurna di gedung DPRD Trenggalek

Memontum Trenggalek – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek menggelar rapat Paripurna dengan 3 agenda. Dalam rapat paripurna tersebut membahas terkait keputusan DPRD Kabupaten Trenggalek Nomor 35 tahun 2019 tentang Propemperda Kabupaten trenggalek tahun 2020, Persetujuan terhadap peraturan DPRD Kabupaten Trenggalek tentang tata tertib, serta penyampaian laporan kinerja DPRD kabupaten Trenggalek tahun 2019.

Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Agus Cahyono di gelar di Graha Paripurna gedung DPRD Trenggalek.

Dalam laporan kinerja DPRD yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi menyebutkan bahwa dalam hal ini DPRD Trenggalek dapat menyajikan laporan kinerja DPRD Kabupaten tahun 2019 yang terdapat 2 masa jabatan.

“Terdapat dua masa jabatan anggota DPRD periode 2014- 2019 dan masa jabatan anggota DPRD periode 2019 – 2024, yang mana pada tahun 2019 masa jabatan anggota DPRD berakhir pada tanggal 26 agustus dan dilanjutkan oleh anggota DPRD saat ini,” kata Doding, Kamis (20/02/2020) siang.

Beberapa hal yang disampaikan di laporan kinerja ini sebagai salah satu upaya DPRD untuk mengkomunikasikan dan menginformasikan sekaligus sebagai wujud pengejawatahan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang merupakan bentuk pertanggung jawaban DPRD.

Dengan berakhirnya tahun anggaran 2019, DPRD Trenggalek telah menyelesaikan kegiatan dari rencana tahun tersebut, capaian kinerjanya telah sesuai dengan target.

“Sebagai bentuk konkrit dari laporan kinerja ini telah disajikan di hadapan anggota DPRD dalam bentuk kepingan CD, yang terdiri dari 5 BAB dan 22 lampiran, yang berjumlah 341 halaman,” imbuhnya.

Selain itu dalam penyampaian laporan kinerja DPRD dalam program pembentukan Peraturan daerah ( Prompemperda) tahun 2019 ada sejumlah 26 Raperda. 12 usulan DPRD antara lain Pendapatan yang sah, pajak daerah dan retribusi daerah, perlindungan dan pemberdayaan petani, desa wisata, Penyelenggaraan jasa Konstruksi , Ketenagakerjaan, Penanggulangan kemiskinan, Penyelenggaraan kabupaten sehat, Penyelenggaraan Pembangunan ketahanan keluarga, Sistim kesehatan Daerah, Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Pembangunan Budaya integritas.

“Juga 14 usulan Bupati diantaranya Pelestarian dan pengembangan kebudayaan , Penyelenggaraan Kabupaten layak anak, Penyelenggaraan pengutamaan Gender, Perubahan Perda kabupaten Trenggalek Nomor 15 tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten trenggalek tahun 2012 – 2023, Perubahan Susunan Perangkat daerah, PT BPR Jwalita, Penggabungan atau peleburan atau pengambil alihan PT Bank Perkriditan RBPS, Pendirian stasiun bahan bakar umum, Perusahaan daerah aneka usaha, Pembangunan Industri Kabupaten, Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020, Pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2018, pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerahbtahun 2018, dan Perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah,” terang Doding. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler