Connect with us

Hukum & Kriminal

Pelajar Trenggalek Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas

Diterbitkan

||

Pelajar Trenggalek Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas

Trenggalek, Memontum – Seorang pejalan kaki harus meregang nyawa setelah ditabrak pengendara motor di jalan Raya Soekarno – Hatta masuk Kelurahan Kelutan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Menurut informasi yang diterima, kejadian naas tersebut terjadi Rabu (30/10/2019) sekitar pukul 15. 30.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak melalui Kanit Laka Lantas Polres Trenggalek Ipda Hanik Setyobudi mengatakan jenis kecelakaan yang terjadi adalah tabrakan pejalan kaki.

“Sore tadi sekitar pukul 03.00, telah terjadi laka lantas antara pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, ” ucap Hanik saat dikonfirmasi usai olah TKP.

Dijelaskan Hanik, laka lantas tersebut melibatkan pengendara sepeda motor Yamaha Vixion AG 4295 ZU dengan pejalan kaki.

Berawal saat Suprapto (pejalan kaki) warga RT 10 Rw 04 Kelurahan Kelutan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek hendak menyeberang dari timur ke barat jalan.

“Korban Suprapto hendak menyeberang ke barat jalan. Namun dari arah utara melaju dengan kecepatan tinggi sepeda motor Yamaha Vixion yang dikemudikan oleh M Nur Khayin (17) seorang pelajar asal Desa Karanganyar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, ” imbuhnya.

Karena pengendara sepeda motor tidak memprioritaskan pejalan kaki tersebut akhirnya, kecelakaan pun tidak bisa dihindari. Akibatnya, pengemudi sepeda motor mengalami luka – luka. Sedangkan pejalan kaki meninggal dunia di lokasi kejadian.

Hanik menambahkan korban meninggal dunia karena mengalami patah tulang dan benturan benda keras.

“Korban meninggal dunia mengalami luka – luka diantaranya robek pada kepala belakang, patah tangan kanan, mengeluarkan darah dari telinga dan hidung, ” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pengendara motor masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soedomo Trenggalek. Sedangkan untuk korban meninggal dunia, diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

ODGJ Tulungagung Bunuh ODGJ Trenggalek dalam Masjid Ponpes

Diterbitkan

||

ODGJ Tulungagung Bunuh ODGJ Trenggalek dalam Masjid Ponpes

Pukulkan Linggis, Saat Teman Tidur

Memontum Trenggalek – Seorang penderita gangguan jiwa di Kota Keripik Tempe diamankan pihak kepolisian lantaran diduga menganiaya temannya sendiri hingga meninggal dunia. Diketahui pelaku adalah Matal seorang warga Kabupaten Tulungagung yang tega menganiaya korban yakni Samsuri warga Desa Karangrejo Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.

Sebelumnya, keduanya menjalani rehabilitasi di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Gunung Kebo, Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek.

Polisi saat melakukan olah TKP di masjid Ponpes Hidayatul Mubtadi'in Gunung Kebo Trenggalek. (mil)

Polisi saat melakukan olah TKP di masjid Ponpes Hidayatul Mubtadi’in Gunung Kebo Trenggalek. (mil)

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak melalui Kanit Reskrim Polres Trenggalek Iptu Katik membenarkan adanya laporan yang menyebutkan bahwa telah terjadi penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di Ponpes Gunung Kebo.

“Tadi pagi sekira pukul 05.30, kami mendapat informasi dari pengasuh pondok pesantren Hidayatul Mubtadi’in Gunung Kebo terdapat kasus pembunuhan,” ungkap Katik saat dikonfirmasi, Sabtu (29/02/2020) pagi.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku.

Dijelaskan Katik, sebelum kejadian, korban tengah tertidur bersama 3 teman lainnya di masjid pondok. Kemudian tanpa sebab yang jelas, pelaku datang dengan membawa sebuah alat semacam linggis dan memukulkannya ke korban.

“Melihat kejadian itu, kedua temannya tidak melerai karena takut menjadi korban selanjutnya,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, pihak kepolisian akan melakukan upaya tindak lanjut penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dari para saksi.

Dari hasil olah TKP, ditemukan barang bukti diantaranya karpet yang digunakan korban untuk tidur, kain yang digunakan korban untuk bantal dan linggis yang dipakai pelaku untuk melukai korban.

Sementara itu, salah satu saksi yang ada di TKP saat itu, Nanang Mispriadi menuturkan saat itu pelaku tiba – tiba datang dan menyerang korban.

“Awalnya ya pelaku datang dan langsung memukuli korban. Kejadiannya jam 5 pagi,” kata Nanang.

Ia menyebutkan bahwa sebelum kejadian tidak ada pemicu yang berarti. Bahkan selama berada di pondok antara pelaku dan korban tidak ada masalah apapun.

BACA : Kasus Pembunuhan ODGJ, Begini Tanggapan Kadinsos Trenggalek
“Dipukulnya di bagian kepala dan itu berkali – kali sampai korban tergeletak tidak berdaya,” pungkas Nanang.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mendalami kasus ini untuk proses hukum lebih lanjut. Sedangkan jenazah korban, saat ini masih berada di Kamar Jenazah RSUD Dr Soedomo Trenggalek. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Home Industri Miras Oplosan Trenggalek Digerebek Polisi

Diterbitkan

||

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (mil)
Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (mil)

Memontum Trenggalek – Polres Trenggalek kembali menangkap produsen minuman keras oplosan yang beroperasi di pesisir selatan Jawa Timur tepatnya di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvinj Simanjuntak mengatakan dari hasil penggrebekan di salah satu home industri miras oplosan, petugas menangkap seorang pelaku yakni Didik Rudyanto Alias Gacor warga RT 01 RW 01, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

“Unit Reskrim Polsek Watulimo berhasil membongkar Miras oplosan dan menangkap pelaku Didik beserta sejumlah barang buktinya,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi, Jumat (28/02/2020) sore.

Dikatakan Kapolres, dalam hal ini pelaku diketahui dengan sengaja dan tanpa ijin memproduksi serta mengedarkan minuman beralkohol oploson untuk memperoleh keuntungan.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan terhadap salah satu pengedar dan pengoplos minuman alkohol yakni Hadi Joko pada 26 Februari 2020 yang lalu.

“Dari hasil interogasi diketahui bahwa minuman oplosan tersebut di peroleh dari pelaku. Selanjutnya petugas melakukan serangkaian penyelidikan mendalam hingga berhasil menangkap pelaku,” imbuhnya.

Saat dilakukan penggeledahan, lanjut Kapolres, petugas menemukan barang bukti berupa minuman alkohol oplosan dan peralatan yang digunakan tersangka untuk membuat miras oplosan.

“Barang bukti yang diamankan antara lain 30 botol minuman alkohol oplosan masing-masing berukuran 600 Mililiter, satu karung botol bekas air mineral, teko plastik yang diduga sebagai alat mengaplos Miras, gunting, lima plastik bekas tempat alkohol, 455 botol kosong perasa vodka dan uang tunai Rp 400 ribu yang diakui tersangka adalah hasil penjualan minuman oplosan,” jelas Jean Calvijn.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih harus menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

Masih terang Kapolres, pelaku akan dikenakan pasal 204 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 135 Jo pasal 71 ayat (2) dan atau pasal 140 Jo pasal 86 ayat (2) UU R.I No. 18 Tahun 2012 tentang pangan dan pasal 106 UU R.I No. 07 Tahun 2014 tentang perdagangan, dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara denda paling banyak 4 miliar rupiah.

“Kami dari kepolisian Resort Trenggalek berharap peredaran miras oplosan bisa dicegah. Sehingga kondisi Kamtibmas yang ada di Kabupaten Trenggalek lebih kondusif,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Sakit Menahun, Kakek di Trenggalek Gantung Diri

Diterbitkan

||

Proses evakuasi korban gantung diri. (ist)
Proses evakuasi korban gantung diri. (ist)

Memontum Trenggalek – Seorang pria di kota Keripik Tempe meregang nyawa dengan cara gantung diri. Korban bernama Kasno (80) seorang warga RT 12 RW 04 Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Sontak kejadian tersebut membuat heboh masyarakat seyempat.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban ditemukan gantung diri menggunakan seutas tali di dapur rumah anaknya. “Korban ditemukan pertama kali oleh anaknya yang bernama Sutarti di dapur rumahnya sekitar pukul 07.30 pagi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Bima Sakti saat dikonfirmasi, Jumat (21/02/2020) sore.

Dikatakan Bima, mengetahui hal tersebut saksi segera melaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke Polres Trenggalek.

Diketahui korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tidak wajar karena menderita penyakit yang tak kunjung sembuh.

“Dugaan sementara korban gantung diri karena sakit menahun. Sakit diabetes dan hipertensi,” imbuhnya.

Masih terang Bima, dari hasil pemeriksaan oleh tim medis, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Hingga berita ini diturunkan, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani pemeriksaan. Dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler