Connect with us

Hukum & Kriminal

Nongol di Trenggalek, Tiga Budak Narkoba Dibabat

Diterbitkan

||

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya
Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya

Memontum Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek kembali mengungkap kasus Narkoba maupun Okerbaya. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolres Trenggalek. Dikonfirmasi terkait pengungkapan kasus tersebut, Kapolres mengatakan jika tidak ada ruang bagi pengguna maupun pengedar Narkoba.

“Sejak awal saya menjabat sebagai Kapolres hampir satu bulan yang lalu, saya sudah tegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pengguna maupun pengedar penyalahgunaan Narkoka maupun Okerbaya, ” ungkap Kapolres, Selasa (22/10/2019) sore.

Sebagai orang yang pernah menjabat sebagai Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, pihaknya sangat mengatahui dan memahami betul bagaimana bahaya dan daya rusak Narkoba. Tidak hanya bagi masyarakat luas tetapi juga bagi remaja, pelajar dan generasi muda Indonesia.

“Komitmen ini kami buktikan dengan mengungkap kasus Narkoba dan Okerbaya yang selama ini telah meresahkan masyarakat Trenggalek dan sampai kapanpun komitmen ini akan kami pegang terus. Berantas Narkoba hingga ke akar-akarnya, ” tegasnya.

3 pelaku yang berhasil diamankan jajaran Satreskoba Polres Trenggalek diantaranya Didik Handoyo (35) warga Kelurahan Surodakan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek, Sunaryo (38) warga Kelurahan Surodakan Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek dan Musholeh (55) warga Desa Sumberejo Kecamatan Sanan Kulon Kabupaten Blitar.

“Pelaku Didik diringkus petugas di di warung pasar basah masuk Kelurahan Sumbergedong Trenggalek dengan barang bukti 27 butir Pil Dobel L, sebuah HP dan Uang tunai Rp. 7 ribu rupiah, ” terang Kapolres.

Selanjutnya, pelaku Sunaryo ditangkap dirumah mertuanya di kelurahan Ngantru Trenggalek dengan barang bukti 12 butir Pil Dobel L, sebuah handphone , uang tunai Rp. 115.500, dan sebuah dompet warna hitam. Sedangkan pelaku Musholeh ditangkap disalah satu rumah di Desa Gondang kecamatan Tugu Trenggalek.

“Dari tangan pelaku Musholeh, petugas mengamankan barang bukti antara lain satu paket sabu seberat 0.77 gram, 14.000 pil Dobel L yang dikemas dalam 14 plastik bening masing-masing berisi 1.000 butir ditambah 504 butir pil Dobel L dalam kemasan plastik bening, 100 butir Pil dobel L dalam kemasan plastik bekas bungkus kopi, 691 butir Pil DMP (Distro), sebuah dompet, sebuah handphone, dompet dan uang tunai Rp. 2.170.000,- dan seperangkat alat hisap sabu, ” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, ketiga pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan pasal Pasal 114 ayat (1) dan (2) Subs pasal 112 ayat (1) dan (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) subs pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan (3) UURI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.) dengan ancaman pidana paling lama 15 Tahun dan denda paling banyak Rp 1, 5 milyar. (mil/yan)

 

Hukum & Kriminal

Begini Motif Penculikan Bayi Trenggalek, Pelaku Wanita Ungkap Alasannya

Diterbitkan

||

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (mil)
Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (mil)

Trenggalek, Memontum – Bukan hal yang tidak mungkin jika ingin mendapatkan uang orang bisa berbuat apa saja, tak terkecuali untuk melakukan tindak pidana. Seperti yang dialami salah satu remaja di Kabupaten Trenggalek, yang tergiur iming – iming upah Rp 40 juta dengan nekat menculik bayi laki – laki tetangganya.

Usai mencuri bayi milik tetangganya ini, pelaku DN warga Desa Buluagung Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek menyerahkan kepada pelaku lain untuk selanjutnya diasuh dan diakui sebagai anaknya.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Trenggalek, DN menculik bayi berusia 25 hari ibu atas perintah dari pelaku Wulandari warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek.

Saat melancarkan aksinya, kedua pelaku sudah merencanakan penculikan ini sejak 5 hari sebelumnya.

“Berawal saat pelaku Wulandari mengiming – imingi uang kepada pelaku DN sebesar Rp 40 juta jika ia berhasil menculik bayi yang dimaksud itu. Menurut pengakuan pelaku DN, uang tersebut bukan sepenuhnya diberikan dan baru diberi Rp 1 juta saja, ” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak saat diwawancarai awak media, Kamis (05/12/2019) siang.

Kapolres mengatakan, saat melakukan penculikan, pelaku Wulandari juga ikut ke rumah korban. Hanya saja ia hanya menunggu di luar dengan mengendarai sepeda motor. Setelah berhasil mengambil bayi tersebut, kedua pelaku membawa korban ke rumah mertuanya yang ada di Desa Ngares.

Menurut keterangan pelaku Wulandari, ia nekat membayar keponakannya untuk menculik bayi dengan alasan takut diceraikan suaminya lantaran tidak bisa memiliki anak. Bahkan, pelaku Wulandari juga mengelabuhi keluarganya dengan berpura-pura hamil dan melahirkan.

BACA : Bayi Umur 25 Hari di Trenggalek Dicuri Tetangga

“Pelaku Wulandari ini mengaku jika yang memotivasi dirinya nekat menculik bayu tersebut lantaran takut akan diceraikan suaminya karena tidak bisa memiliki anak. Pasca menikah 2 tahun lalu, pelaku tidak segera dikaruniai momongan. Karena takut akan diceraikan suaminya, akhirnya pelaku melakukan sandiwara hingga melukai tindak pidana penculikan bayi ini, ” imbuhnya.

Masih terang Kapolres Trenggalek, pasca mengalami keguguran pada beberapa waktu lalu, pelaku Wulandari diketahui tidak bisa hamil lagi.

Oleh karena itu, ia melakukan sandiwara cukup apik dan rapi seolah – olah pelaku membahas berbadan dua. Beberapa diantaranya seperti mempersiapkan buku kontrol ibu dan anak dari bidan, membeli perlengkapan bayi hingga memberikan bukti konsultasi ke dokter spesialis kandungan.

BACA : Palsukan Kehamilan, Wanita Trenggalek Curi Bayi Tetangga

“Saat berada di dokter spesialis kandungan, pelaku justru tidak konsultasi seputar kandungan melainkan terkait keluhan lain yang dialaminya, ” kata Kapolres.

Hingga berita ini diturunkan, polisi resmi menetapkan 2 pelaku atas kasus ini. Setelah sebelumnya, 3 orang terduga menjalani pemeriksaan diantaranya pelaku Wulandari, suami Wulandari dan keponakan Wulandari (DN) yang masih dibawah umur. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Palsukan Kehamilan, Wanita Trenggalek Curi Bayi Tetangga

Diterbitkan

||

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak. (mil)
Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak. (mil)

Memontum Trenggalek – Kepolisian Resor Trenggalek menetapkan 2 pelaku penculikan bayi yang terjadi Rabu (04/12/2019) kemarin. Dari 2 pelaku yang diamankan, 1 diantaranya masih dibawah umur (kurang dari 18 tahun).

Berdasarkan hasil pengembangan kasus penculikan bayi laki – laki berinisial MSA di Dusun Buret Desa Buluagung Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, 2 pelaku tersebut adalah Wulandari dan DN.

Kedua pelaku diketahui tetangga korban yang rumahnya terletak 50 m dari rumah korban. Rencananya, bayi berusia 25 hari tersebut akan diasuh sendiri pelaku Wulandari.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan sebelum melakukan penculikan, keduanya memang sudah merencanakan secara matang.

“Kedua pelaku ini memang sudah sepakat dan merencanakan penculikan bayi ini dengan sangat matang. Bahkan untuk mengelabui keluarganya, pelaku Wulandari berpura-pura hamil dan juga berpura-pura melahirkan, ” ungkap Calvinj, Kamis (05/12/2019) siang.

Yang mengejutkan, lanjut Calvinj, pelaku Wulandari juga menyiapkan plasenta palsu berupa daging sapi dan usus ayam.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Trenggalek telah memeriksa 3 terduga pelaku. Dan hari ini, 2 pelaku resmi ditetapkan senagai tersangka. Sedangkan suami dari pelaku Wulandari belum terbukti ada keterkaitan dalam penculikan bayi ini.

“Kemarin kami sudah memeriksa 3 orang yang diduga terlibat dalam kasus penculikan bayi ini. Hingga akhirnya 2 orang resmi ditetapkan tersangka, sedangkan 1 orang lainnya masih belum cukup bukti untuk ditetapkan sebagai pelaku, ” imbuhnya.

BACA : Bayi Umur 25 Hari di Trenggalek Dicuri Tetangga

Saat ini kedua pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Terhadap kedua pelaku akan dijerat pasal 76F Jo pasal 83 Undang – Undang RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, ” pungkas Calvinj.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus penculikan bayi laki – laki dari pasangan Ahmad Rozikin dan Siti Komariah terjadi sekitar pukul 04.00 dini hari. Namun aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus ini tak kurang dari 5 jam. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Bayi Umur 25 Hari di Trenggalek Dicuri Tetangga

Diterbitkan

||

Sukarti (Nenek korban). (ist)
Sukarti (Nenek korban). (ist)

Memontum Trenggalek – Seorang bayi laki – laki di Trenggalek dilaporkan diculik tetangganya sendiri. Diketahui musibah tersebut terjadi saat nenek korban Sukarti menanyakan keberadaan korban kepada ibunya usai melaksanakan salat Subuh di masjid dekat rumah.

Diduga, bayi berusia baru 25 hari tersebut diculik saat tertidur lelap. Padahal si bayi saat itu tidur ditemani kedua orang tuanya.

Dikatakan Sukarti, warga Karangan Kabupaten Trenggalek, sebelum kejadian tepatnya sekitar pukul 04.00, ia hendak pergi ke masjid dan melihat korban tidur bersama kedua orang tuanya.

“Awalnya saya mau salat Subuh di masjid depan rumah. Setelah pulang dari masjid, saya menanyakan keberadaan cucu saya ke ibunya. Namun ibunya bilang tidak ada,” ucapnya, Rabu (04/12/2019) siang.

Sukarti merasa curiga melihat pintu dapur dalam keadaan terbuka. Ia juga tidak menaruh curiga jika pintu dapur terbuka karena seekor kucing.

“Saya juga merasa heran, pintu dapur terbuka begitu lebar. Apa mungkin kucing, ” katanya.

Sukarti juga berpikir jika, cucunya dibawa pamannya yang rumahnya tidak jauh dari situ. Namun saat melihat dan mengecek kondisi di halaman rumah, ia merasa semakin cemas akan keberadaan cucunya.

“Pada akhirnya saya meneriaki Jamal (Paman bayi) dan bertanya dimana cucu ku. Tapi ia juga tidak tahu menahu, ” katanya.

Mengetahui hal tersebut, Sukarti langsung berteriak dan panik karena cucunya telah hilang. Hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa setempat dan pihak yang berwajib.

Hingga berita ini diturunkan, polisi berhasil menangkap pelaku dan masih harus menjalani pemeriksaan guna proses hukum lebih lanjut.

Menurut informasi yang diterima Memontum.com, bayi laki – laki tersebut berinisial MSA. MSA merupakan anak dari pasangan Ahmad Rozikin dan Siti Komariah warga Dusun Buret Desa Buluagung Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler