Connect with us

Pemerintahan

Bupati Trenggalek Resmikan BUMN Shop

Diterbitkan

||

Bupati Trenggalek meresmikan BUMDesMa di Kecamatan Durenan
Bupati Trenggalek meresmikan BUMDesMa di Kecamatan Durenan

Bupati Imbau BUMDesMa Ajak Masyarakat Ikut Tanamkan Saham

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, resmikan 2 Badan Usaha Milik Negara Shop yaitu BUMDesMa Madupapaken di Kecamatan Durenan dan BUMDesMa Manggul Wono Kerto di Kecamatan Panggul. Suami Novita Hardini ini mengapresiasi beberapa Kepala Desa (Malasan, Durenan, Pandean, Panggungsari dan Kendalrejo) yang mau bersinergi dan berkolaborasi untuk mengembangkan BUMN Shop melalui BUMDesMa Madupapaken.

Kedepan Bupati berharap BUMDesMa tidak hanya bergelut di dunia ritel saja, namun juga melirik usaha lain seperti toko bangunan maupun pengembangan wisata di daerahnya.

Untuk mendorong eksistensi BUMN Shop tersebut, Bupati juga meminta kepada jajarannya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga di lingkup Pendopo dapat membeli di BUMDesMa.

Selain itu, Bupati juga menyinggung permodalan bersama dengan sistem crowd funding, dimana masyarakat diajak untuk ikut memiliki saham. Sehingga permodalan yang dimiliki menjadi kuat secara finansial, tidak hanya bergantung pada Dana Desa maupun CSR dari BUMN saja.

“Saya tidak merekomendasi untuk individu kaya sendiri-sendiri, dengan crowd funding semua bisa merasakan keuntungan dari BUMN Shop ini, ” kata Bupati.

Dengan ikut menanamkan saham, lanjut Arifin, maka masyarakat akan ikut menjaga dan mengembangkan BUMN Shop ini.

Sementara itu, Plt. Direktur Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas dari Ditjen PKP, Siswa Trihadi, mengatakan bahwa BUMN Shop merupakan komitmen untuk mendorong BUMN dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Selain itu, BUMN Shop juga bertujuan untuk mewadahi sekaligus menjadikan ajang promosi produk unggulan yang dimiliki oleh Desa dengan sinergitas bersama.

“Keberadaan BUMN Shop diyakini tidak akan mematikan toko kecil di sekitar, malah justru kita ingin ada kerjasama yang baik, toko-toko sekitar bisa mengambil barang ke sini, sehingga ada kerjasama yang saling menguntungkan antara keduanya, ” tandasnya. (mil/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

BKD Trenggalek Buka Lelang Jabatan Eselon II

Diterbitkan

||

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Trenggalek, Pariyo
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Trenggalek, Pariyo

Memontum Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Trenggalek akan segera menggelar lelang jabatan. Menurut Kepala BKD Kabupaten Trenggalek, proses lelang ada di 5 jabatan, utamanya dari eselon II.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Trenggalek, Pariyo mengatakan ada kekosongan di 7 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hingga saat ini masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

“Selebihnya masih ada 7 kekosongan OPD ya g sampai saat ini diisi oleh pelaksana tugas. Namun dalam waktu dekat ini 5 jabatan bakal dilakukan pengisian, ” ucap Pariyo saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (20/11/2019) siang.

Dikatakan Pariyo, proses lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) dilakukan untuk mengisi 5 Pejabat Eselon II maupun Kepala Dinas. Diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Satpol PP, Dinas Komindag dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Pengisian jabatan Kepala Dinas ini sudah diusulkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) beberapa waktu lalu. Dan proses lelang jabatan nantinya akan digelar secara terbuka, ” imbuhnya.

Lebih lanjut Pariyo mengatakan, proses lelang jabatan tersebut telah dibuka mulai tanggal 11 November hingga dengan 25 November mendatang, termasuk penerimaan berkas lamaran.

Terkait dengan batasan waktu yang sudah ditentukan, apabila lamaran belum mencukupi jumlah pendaftar maka akan di adakan perpanjangan waktu 1 minggu untuk melanjutkan seleksi.

“Di ketentuan baru memperbolehkan 3 pelamar dalam 1 lowongan, namun apabila yang mendaftar hanya 3 dan sampai di proses admistrasi ada yang tidak lolos, maka hal itu tidak sesuai dengan ketentuan pusat. Maka kami menentukan minimal 4 pelamar dalam 1 lowongan untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak timbul kekhawatiran, ” pungkas Pariyo. (mil/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Tindak Lanjuti Kerjasama, Tim TFI Kunjungi Kabupaten Trenggalek

Diterbitkan

||

Tindak Lanjuti Kerjasama, Tim TFI Kunjungi Kabupaten Trenggalek

Memontum Trenggalek – Temasek Foundation Singapura kunjungi Kabupaten Trenggalek dalam rangka menindak lanjuti kerjasama Urban Governance Program. Delegasi organisasi yang berbasis di Singapura tersebut akan tinggal di Trenggalek selama 3 hari untuk menindak lanjuti kerjasama Urban Governance Program bersama Center for Liveable Cities (CLC) Team dan Pemkab Trenggalek.

Delegasi yang berkunjung ke Kabupaten Trenggalek diantaranya Teo Jing Kok (Deputy Director CLC), Kuang Jin Yi, (Manager CLC), dan Joanne Ng (Senior Director TFI).

Bupati Trenggalek terima kunjungan dari tim TFI

Bupati Trenggalek terima kunjungan dari tim TFI

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, menuturkan bahwa Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu kota yang dipilih oleh Temasek Foundation International untuk menindak lanjuti kerjasama setelah sebelumnya delegasi dari Pemkab Trenggalek berkunjung ke Singapura.

“Fokus dari kunjungan Temasek Foundation sendiri ke Trenggalek untuk penanganan kawasan kumuh khususnya di area perkotaan dan kawasan selatan, Temasek Foundation ingin melihat perkembangan action plan yang sudah disusun sejauh ini, ” katanya, Selasa (19/11/2019) siang.

Arifin mengungkapkan, kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerjasama lebih jauh antara Singapura dan Pemkab Trenggalek.

Diantaranya terkait manajemen limbah, penataan kawasan kumuh, strategi perencanaan jangka panjang untuk kota yang berkelanjutan dan beberapa hal yang lainnya.

“Kita merasa bersyukur bahwa saat ini semakin banyak partner yang datang untuk membantu Trenggalek semakin Meroket. Sama halnya seperti Singapura yang memiliki tiga pilar pembangunan yaitu ekonomi yang berkelanjutan, kualitas hidup yang baik, dan lingkungan hidup, ” imbuhnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Nur Arifin juga mencoba memikat Singapura dengan platform gotong-royong.

“Yang kita diterapkan adalah semangat gotong-royong dalam mencari solusi permasalahan kota kumuh, mulai dari kawasan Tamanan, Hutan Kota, hingga keberadaan Desa Wisata yang menunjang kawasan komersial dan pelayanan publik, ” pungkas Arifin. (mil/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Tim TFI Datangi Trenggalek, Nur Arifin Tunjukkan Komitmennya

Diterbitkan

||

Bupati Trenggalek dampingi tim TFI saat meninjau kawasan permukiman kumuh di beberapa desa
Bupati Trenggalek dampingi tim TFI saat meninjau kawasan permukiman kumuh di beberapa desa

Memontum Trenggalek – Kabupaten Trenggalek kembali mendapat kunjungan spesial dari luar negeri, kunjungan kali ini dari dari tim Temasek Foundation International (TFI). Dalam hal ini Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menunjukkan komitmennya dalam menuntaskan salah satu kawasan kumuh di Trenggalek. Dibuktikan saat mendamping tim dari TFI meninjau beberapa lingkungan di Kabupaten Trenggalek.

Pada bulan November tahun 2018 lalu, Kabupaten Trenggalek diundang oleh Temasek Foundation International untuk mengikuti salah satu program good government program. Salah satunya dengan menuntaskan satu kawasan pemukiman kumuh di Kabupaten Trenggalek dan setelah satu tahun kemudian.

“Ini hasil dari undangan TFI tahun 2018 lalu di Singapura. Dan hari ini mereka ingin tahu apa hasil yang didapat di Kabupaten Trenggalek, ” ucap Bupati, Selasa (19/11/2019) siang.

Arifin menahan jika di Trenggalek ada kawasan kumuh di sekitar kota dan di kawasan selatan. Ada sekitar 3 – 5 desa yang di SK-kan dan di kawasan selatan ada sekitar 2 desa.

” Ini nanti kita tunjukkan semuanya dan bagaimana progresnya, karena masyarakat melakukannya sendiri, tidak melalui kontraktor, ” imbuhnya.

Aksi yang telah dilakukan bersama masyarakat tersebut, lanjut Arifin, rencananya akan merubah daerah-daerah kumuh menjadi Green Kampung. Dengan sanitasi dan drainase yang baik serta jalan yang bagus, ke depan dapat direncanakan aksi yang lebih spesifik untuk pengolahan limbah.

“Selama ini drainase masih menjadi tempat luapan air dan pembuangan limbah. Kalau bisa ke depan sampah ini dipisahkan antara drainase dengan tempat unsur limbah, ” tandas Arifin.

Bupati juga menjelaskan untuk penanggulangan kawasan kumuh di Pesisir Selatan akan ada pendekatan berbeda. Sebagian akan dibangunkan rumah-rumah susun, karena tanah di Selatan tidak banyak dan rata-rata milik Perhutani.

“Jadi boleh menempati disitu namun syaratnya harus membuat sanitasi maupun penghijauan di lingkungannya, lalu standar jalan harus dipenuhi. Mereka harus mau melakukan hal tersebut, tidak membuang sampah terus sungainya bersih kita ijinkan untuk menempati tanah Pemda. Kita tidak akan gusur, bisa menempati namun dengan syarat, ” katanya.

Terpisah, Deputy Director of Center of Liveable City (CLC), Teo Jing Kok, mengatakan bahwa setahun lalu Bupati Trenggalek datang ke Singapura untuk belajar dan sekarang dirinya berkunjung untuk mengecek implementasi dari apa yang di telah didapat oleh Bupati waktu itu.

“Mereka ingin ngecek sejauh mana pembelajaran di Singapura diterapkan di Trenggalek, tuturnya.

Pihaknya mengaku indikator yang mereka terapkan sederhana, bila masyarakat senang maka apapun infrastruktur yang dibangun dan apapun yang dikerjakan itu menunjukkan bahwa banyak perubahan yang terjadi. (mil/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler