Connect with us

Hukum & Kriminal

Polres Trenggalek Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Baby Lobster

Diterbitkan

||

Polres Trenggalek Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Baby Lobster

Memontum Trenggalek – Ungkap kasus jual beli baby lobster (benur), 2 pelaku ditangkap jajaran Satreskrim Polres Trenggalek. Kedua pelaku yakni Bibit Sugiono (40) warga Dusun Ketawang RT08/RW02, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek dan Khoirul Anam (37) warga Dusun Sumber RT37/RW08, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak membenarkan adanya penangkapan terhadap 2 pelaku ilegal fishing benih lobster yang kerap terjadi di wilayah Trenggalek.

“Kembali jajaran Satreskrim Polres Trenggalek menangkap pelaku Bibit di jalan raya Karangan. Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa pelaku tengah membawa baby lobster (benur) dengan jumlah yang cukup banyak menggunakan kendaraan roda 4, ” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi media, Selasa (15/10/2019) sore.

Dijelaskan Kapolres, dari informasi masyarakat tersebut, diduga pelaku telah melakukan
pengangkutan dan pemasaran baby lobster secara illegal. Dalam penangkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa 5 buah kardus masing-masing terdapat 32 kantong plastik berisi 100 baby lobster yang disembunyikan dalam mobil Toyota Avanza AG 1245 YF.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku Bibit, baby lobster tersebut adalah milik pelaku Khoirul Anam yang akan dijual ke Jakarta.

“Dalam hal ini, pelaku Bibit yang tidak memiliki Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), hanya berperan sebagai supir dengan upah sebesar Rp 1,6 juta untuk sekali mengantar benih lobster ke Jakarta, ” imbuhnya.

Kapolres Trenggalek menunjukan barang bukti pengungkapan kasus jual beli baby lobster. (mil)

Kapolres Trenggalek menunjukan barang bukti pengungkapan kasus jual beli baby lobster. (mil)

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, menurut keterangan pelaku Bibit, petugas berhasil menangkap pelaku Khoirul di rumahnya tanpa perlawanan. Dari penangkapan tersebut dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 1 karung kantong plastik, 1 buah handpone OPPO F11 biru, 1 buah handpone NOKIA merah, dan 3 bendel nota bukti transaksi jual beli benih lobster.

“Pelaku Khoirul mengaku bahwa barang bukti berupa baby lobster yang disita dari pelaku bibit adalah miliknya. Dan akan dijual ke Vietnam melalui Jakarta atas nama pemesan Ujang. Sampai saat ini, kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku Ujang, ” tegasnya.

Selain mengamankan 2 pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti diantaranya 16 ribu ekor baby lobster, 160 kantong plastik, 5 karton bekas kemasan rokok, 1 unit handphone merek Samsung, 1 unit mobil Toyota Avanza warna putih, uang tunai Rp 1,6 juta, dan 3 bendel nota bukti transaksi jual beli baby lobster.

Kapolres menuturkan dari hasil penyidikan sementara, pelaku Khoirul sudah 4 kali melakukan transaksi dengan jumlah rata – rata 16 ribu – 20 ribu baby lobster setiap sekali antar.

“Sampai saat ini tim masih mendalami kasus ini. Apakah benar baru 4 kali atau bahkan lebih, ” kata Kapolres.

Pelaku Khoirul mengaku, ia mendapat keuntungan Rp 15 juta setiap pengiriman 15 ribu hingga 20 ribu baby lobster.

Perlu diketahui bahwa pelaku Khoirul selalu mengepul baby lobster disepanjang perairan Teluk Prigi dari para petani baby lobster.

Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kepada kedua pelaku akan dikenakan pasal 92 Subs pasal 100 UU RI No 31 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UURI No. 45 tahun 2009 tentang perikanan Jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Bapak di Trenggalek “Tanpa Istri”, Perkosa 2 Anak Kandung

Diterbitkan

||

Bapak di Trenggalek Tanpa Istri, Perkosa 2 Anak Kandung

Memontum Trenggalek – Setubuhi 2 putri kandungnya, seorang bapak asal Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek harus berurusan dengan aparat kepolisian. Diketahui, pelaku yang tega menyetubuhi 2 putri kandungnya sendiri sebanyak 4 kali ini adalah M.

Dalam keterangan yang disampaikan, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak mengatakan jika pelaku melakukan perbuatannya tersebut atas dasar hasrat lantaran sudah tak tidur seranjang dengan istrinya.

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)

“Pelaku melakukan hal tersebut kepada kedua anaknya karena diselimuti keinginan untuk bercinta. Mengingat pelaku sudah bercerai dengan istri pertamanya dan pisah ranjang dengan istri yang kedua,” ungkap Kapolres, Rabu (22/02/2020) siang.

Kapolres menegaskan kejadian tersebut terjadi pada bulan November tahun 2018 lalu, sepulang pelaku pergi merantau dan pulang kerumah istri keduanya. Sekira 15 hari pelaku tinggal dirumah itu, korban Bunga (putri dari pasangan pelaku dengan istri pertama) menjenguk pelaku.

Setiap malam korban Bunga, tidur di kamar rumah belakang. Sedangkan pelaku bersama istrinya tidur di kamar tengah.

“Namun pada satu malam, saat istrinya tertidur lelap, pelaku mengendap – endap masuk ke kamar korban Bunga dan menyetubuhi korban,” imbuhnya.

Tak berhenti sampai disitu, perbuatan tersebut kembali dilakukan saat pelaku mendatangi rumah mantan istrinya. Saat itu pelaku melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya terhadap korban Bunga.

Karena saat itu korban Mawar (anak perempuan lain dari pelaku dengan istri pertama) tidak tidur sendiri melainkan bersama adiknya, pelaku pelaku menyetubuhi korban Bunga secara diam – diam lantaran takut diketahui adik korban.

“Hubungan pelaku dengan istri kedua pasca resmi menikah di tahun 2003 memang tidak lagi harmonis. Hingga pelaku pisah ranjang dengan istrinya,” kata Kapolres.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih harus menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 76 d juncto Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

“Karena pelaku adalah ayah kandungnya, ancaman hukuman akan ditambah sepertiga,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pelajar Trenggalek Tenggelam Saat Mandi di Dam Bagong

Diterbitkan

||

Proses evakuasi korban tenggelam di Dam Bagong oleh warga sekitar. (ist)
Proses evakuasi korban tenggelam di Dam Bagong oleh warga sekitar. (ist)

Memontum Trenggalek – Seorang pelajar di Kota Keripik Tempe harus meregang nyawa pasca tenggelam di Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Diketahui pelajar tersebut adalah Akhmad Rifai (16) warga asal RT 10 RW 05 Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban yang merupakan salah satu siswa di sekolah swasta di Trenggalek memang berniat mandi di Dam Bagong bersama 2 temannya.

“Kejadiannya sekitar pukul 11.30 siang. Dan saya mendapat kabar bahwa ada anak yang tenggelam langsung segera mendatangi lokasi, ” ungkap Kasi Kelembagaan Kelurahan Ngantru, Tanto Asmiadi saat dikonfirmasi, Selasa (21/01/2020) siang.

Dikatakan Tanto, saat tiba di lokasi kejadian, diketahui ada 3 anak yang berada di Dam Bagong. 2 diantaranya selamat, sedangkan 1 anak meninggal dunia.

Menurut pengakuan salah satu korban selamat, ketiganya memang diketahui tidak bisa berenang. Mengetahui ada yang tenggelam, mereka langsung meminta tolong kepada warga sekitar untuk mencari temannya yang tenggelam.

“Ketiga anak terdebut semuanya tidak bisa berenang jadi tidak bisa menyelamatkan yang tenggelam. Akhirnya, yang 2 anak naik ke atas dan membagi tugas, 1 menghubungi keluarganya dan 1 yang 1 lagi memanggil warga sekitar,” imbuhnya.

Masih terang Tanto, proses pencarian korban berlangsung sekitar 15 menit dan dibantu oleh 6 orang warga. Karena kondisi korban yang tenggelam terlalu dalam, hanya beberapa warga saja yang berani menyelam kedasar sungai untuk mengambil jasad korban.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

2 Minggu 17 tersangka, 4 Kasus Narkoba Berhasil Diungkap Polres Trenggalek

Diterbitkan

||

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)
Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)

Memontum Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek kembali berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba jenis sabu dan Pil Koplo jenis Dobel L di Kabupaten Trenggalek. Sedikitnya 17 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam 4 kasus yang berbeda.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan jika Satreskoba Polres Trenggalek berhasil mengungkap 4 kasus narkoba dalam kurun waktu 2 minggu terakhir.

“Kembali Unit Satresnarkoba berhasil mengungkap 4 kasus Narkoba. Tiga diantaranya adalah jenis sabu dan satu kasus okerbaya jenis double L. Keseluruhan diungkap dalam kurun waktu tanggal 1 sampai 17 Januari 2020,” ungkap Kapolres, Sabtu (18/01/2020) pagi.

Kapolres menjelaskan, pada Minggu (05/01/2020) sekira pukul 18.30, petugas Satresnarkoba berhasil menangkap SR warga Desa Siyotobagus Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung di depan salah satu Tokotoko klontong masuk Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek.

Saat digeledah, lanjut Kapolres, petugas menemukan Narkotika yang diduga jenis sabu-sabu sebanyak satu paket dalam kemasan plastik klip seberat 0,50 gram dibungkus dan tiga paket seberat 0,60 gram, 0,62 gram dan 0,30 gram yang digulung kertas tissu dimasukkan ke dalam bekas bungkus rokok.

“Pelaku SR mengaku bahwa sabu tersebut adalah miliknya yang merupakan pesanan seseorang berinisial AM dengan alamat di Desa Sebalor Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung seharga Rp. 2,2 juta,” imbuhnya.

Mendapat informasi itu, petugas bergerak melakukan penyelidikan dan pengintaian dan berhasil mengamankan AM dirumahnya.

“Saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu paket Shabu seberat 0,45 gram, seperangkat alat hisap sabu dan sebuah timbangan elektrik. Kasus ini terus kita kembangkan,” terang Kapolres.

Dalam upaya memberantas Narkoba, Polres Trenggalek juga kerap berkoordinasi dengan Rutan Trenggalek untuk mencegah peredaran gelap Narkoba.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 14 orang tersangka dengan barang bukti 7 paket diduga kuat sabu dengan total berat 1,45 gram.

Petugas juga mengamankan seoarang pemuda berusia 24 tahun berinisial NMH yang merupakan warga Desa Nguloanwetan Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek.

NMH diduga kuat telah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu berupa pil jenis Dobel L dengan barang bukti berupa 335 butir pil dobel L. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler