Connect with us

Pemerintahan

Gus Ipin Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor di Prigi

Diterbitkan

||

Gus Ipin Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor di Prigi

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin hadiri Pelantikan Pengurus Cabang GP Ansor, Minggu (13/10/2019). Pihaknya berharap GP Ansor terus menjaga keutuhan NKRI.

Dalam kegiatan apel akbar yang berlokasi di Pantai Prigi yang diikuti oleh kurang lebih 4.000 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum GP Ansor, H. Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).

Bupati Trenggalek juga turut mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus GP Ansor yang baru.

“Saya ucapakan selamat datang untuk Gus Yaqut di Kabupaten Trenggalek dan selamat atas dilantiknya Ansor Trenggalek, ” ucapnya, Senin (14/10/2019) pagi.

Pihaknya menegaskan untuk selalu menjaga NKRI ini agar selalu damai, aman dan sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut menuturkan bahwa apel akbar kali ini adalah untuk meneguhkan kesetiaan kepada NKRI.

Bupati Trenggalek hadiri pelantikan Pengurus cabang GP Ansor di Pantai Prigi

Bupati Trenggalek hadiri pelantikan Pengurus cabang GP Ansor di Pantai Prigi

“Hari ini kita datang ke Trenggalek untuk menghadiri pelantikan pengurus Ansor Trenggalek dan apel Banser untuk meneguhkan kesetiaan kepada Republik Indonesia, ” ucap Gus Yaqut.

Ia mengatakan bahwa kedatangannya ke Trenggalek adalah karena adanya spirit luar biasa oleh Bupati muda di Trenggalek, sekaligus mengajak seluruh keluarga Gerakan Pemuda Ansor untuk ikut menjaga keutuhan NKRI.

“Posisi Ansor jelas, apapun situasi negara ini Ansor akan berada pada posisi negara, ” tegasnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Trenggalek, Izzuddin Zaki, mengatakan bahwa dirinya bangga atas kehadiran Ketua Umum GP Ansor yang datang ke Trenggalek untuk menyaksikan pelantikan Pengurus GP Ansor Trenggalek.

“Ini sesuatu yang jarang dan Gus Yaqut mau datang langsung ke Trenggalek tentunya menjadi sebuah kehormatan bagi kami, ” tuturnya.

Gus Zaki menambahkan bahwa kegiatan tersebut sengaja digelar di kawasan Pantai Prigi, dengan harapan untuk ikut mempromosikan salah satu potensi wisata di Kabupaten Trenggalek. (mil/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Ini Fokus Pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek 3 Tahun Kedepan

Diterbitkan

||

Ini Fokus Pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek 3 Tahun Kedepan
Serah terima jabatan Bupati Trenggalek di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Memontum Trenggalek – Kembali menerima amanah sebagai Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama wakilnya Syah Natanegara membeberkan terkait fokus pembangunan selama 3 tahun masa kepemimpinannya kedepan.

Hal itu disampaikan Mochamad Nur Arifin dalam rapat paripurna perdana pasca resmi dilantik menjadi Bupati Trenggalek periode 2021-2024.

Dalam rapat yang dilakukan semi daring ini, turut hadir pula Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan sebagian anggota DPRD Kabupaten Trenggalek baik secara langsung maupun secara virtual.

BACA JUGA: Kemenperin RI Beri Bimtek WUB Kepada 60 Pelaku IKM di Trenggalek

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan, dalam masa kepemimpinannya kedepan, ia bersama wakilnya akan fokus 3 hal dalam proses pembangunan.

“Tadi kita sudah bersama-sama mendengarkan arahan Gubernur Jatim, sebagaimana arahan yang diberikan Presiden soal startegi percepatan untuk Peraturan Presiden Nomor 80. Dan kita akan fokus pada pembangunan ekonomi inklusif serta pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dimana di Kabupaten Trenggalek angka stunting masih cukup tinggi,” ungkap Bupati Arifin sat dikonfirmasi, Kamis (04/03/2021) siang.

Ia juga menyebut soal PR yang menjadi persoalan saat ini, yakni terkait Human Development Indeks. “Bagaimana sumber daya manusia di Pondok Pesantren yang pada dasarnya sudah bersekolah akan tetapi tidak mendapatkan pendidikan formal kejar paket. Ini yang menjadi prioritas kita, termasuk angkatan siswa atau anak yang masuk usia sekolah juga akan dilakukan pendataan ditingkat desa agar bisa masuk PAUD/TK,” jelasnya.

Dengan begitu, angka partisipasi kasar maupun angka lama sekolah bisa menjadi lebih baik.

Kemudian juga di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Gubernur Jatim juga menyentil jika ingin benar-benar meroket lebih difokuskan ke digitalisasi.

“Saat ini PKK sudah mempuy One Big Data untuk UMKM dibawah naungan Dekranasda, juga 5.000 pengusaha perempuan untuk menguatkan. Selanjutnya kita membangun kreatif lab yang didalamnya terdapat kurasi, master of desain juga ada school of pouding biar bisa saling kolaborasi dengan UMKM dan semakin meroket,” kata Bupati Arifin.

Kabar Selebihnya Kabupaten Trenggalek, KLIK DISINI…

Masih terang suami Novita Hardini ini, yang terakhir, indeks yang cukup berat yaitu menciptakan indeks kota hijau.

“Karena harus mengukur kadar karbon juga transportasi yang sustainable, dan lebih banyak jalur pejalan kaki atau pesepeda dibandingkan dengan yang menggunakan kendaraan bermotor, cakupan ruang terbuka hijau, air bersih dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Oleh karena itu, 3 hal besar inilah yang akan menjadi fokus pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek selama kurun waktu 3 tahun kedepan. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Kemenperin RI Beri Bimtek WUB Kepada 60 Pelaku IKM di Trenggalek

Diterbitkan

||

Kemenperin RI Beri Bimtek WUB Kepada 60 Pelaku IKM di Trenggalek
Bupati Arifin saat memberikan sambutan dihadapan peserta Bimtek Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha baru di Hotel Hayam Wuruk.

Memontum Trenggalek – Sebanyak 60 orang pelaku Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Trenggalek mengikuti Bimbingan Teknik Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru di Hotel Hayam Wuruk.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Agus Setiyono menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Pemkab Trenggalek dengan Kementerian Perindustrian dan Komisi VI DPR RI terkait upaya penumbuhan wirausaha baru maupun wirausaha naik kelas.

“Ini salah satu bentuk kerjasama kita dengan Kementerian Perindustrian juga Komisi VI DPR RI dalam rangka menumbuhkan wirausaha baru maupun wirausaha yang akan naik kelas,” ungkap Agus, Rabu (04/03/2021) siang.

Ia mengatakan, angkatan kerja di Kabupaten Trenggalek yang jumlahnya cukup banyak membutuhkan peluang usaha di sektor swasta yang dibekali dengan keterampilan.

“Seluruh peserta nantinya akan dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait makanan olahan sebanyak 20 peserta, kerajinan anyaman bambu 20 peserta, dan bengkel kendaraan roda dua untuk 20 peserta. Setelah disini pembukaan nanti prakteknya di BLK untuk praktek kerjanya,” jelasnya.

Agus juga menerangkan selain tentang perindustrian, pelatihan ini juga akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Penanaman Modal PTSP terkait perijinan usaha, serta Perbankan terkait permodalan usaha.

BACA JUGA: 50 Relawan di Trenggalek Dilatih Jadi Pendamping Program 5000 Wirausahawan Baru

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyambut baik pelatihan ini bisa digelar di Kabupaten Trenggalek.

“Pemkab Trenggalek memiliki target di RPJMD setiap tahun untuk menciptakan 5000 pengusaha baru yang ditargetkan kepada perempuan dan anak muda,” ucap Bupati Arifin.

Dikatakan suami Novita Hardini ini, perempuan dan anak muda dipilih karena perempuan berdaya secara ekonomi dan memiliki pendapatan ketika berkeluarga.

Menurut survey 90% pendapatan dari perempuan akan di investasikan kembali ke rumah tangga.

“Harapan jangka pendeknya ekonomi Trenggalek meningkat karena banyak pengusaha perempuan, jangka panjangnya tidak ada lagi stunting, anak Trenggalek pintar-pintar sehingga kemudian sumberdaya manusianya meningkat,” katanya.

Sedangkan anak muda dipilih karena dianggap mampu membawa perbaikan ekonomi bagi keluarganya. Jadi tidak ada lagi istilah bencana lingkaran kemiskinan atau kemiskinan yang menurun.

“Saya berharap semua yang ada disini nanti selama 4 hari betul-betul keluar menjadi pengusaha,” tutur Bupati.

Kabar Selebihnya Kabupaten Trenggalek, KLIK DISINI…

Mas Ipin sapaan akrabnya juga mengungkapkan apabila suatu daerah ingin maju maka harus ada wirausahawan sukses 2% dari jumlah penduduk yang ada.

“Kalau penduduk Trenggalek ada 800 ribu kurang lebih kita butuh 16 ribu, selama 3 tahun setiap tahun kita 5 ribu nanti 2024 sudah ada 15 ribu pengusaha baru di Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Bupati Trenggalek Serahkan SK Kepada 162 PPPK

Diterbitkan

||

Bupati Trenggalek Serahkan SK Kepada 162 PPPK
Penyerahan SK kepada PPPK oleh Bupati Trenggalek di pendopo Manggala Praja Nugraha.

Memontum Trenggalek – Sebanyak 162 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi tahun 2019 lalu, akhirnya menerima Surat Keputusan dari Bupati Trenggalek.

Pengambilan sumpah dan pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan di 3 tempat berbeda yaitu Pendapa Manggala Praja Nugraha, Graha Bhawarasa, dan Aula Dinas Dikpora.

Dari 162 PPPK tersebut diantaranya terdiri dari formasi tenaga pendidik sejumlah 101 pegawai dan penyuluh pertanian sejumlah 61 pegawai.

BACA JUGA: Bupati Trenggalek Sampaikan Poin Penting Penyusunan KLHS RPJMD 2021-2026

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dalam sambutannya mengungkapkan perasaan haru atas diangkatnya para pegawai yang sebelumnya selama bertahun-tahun merupakan tenaga honorer tersebut.

“Saya sangat terharu tadi mendengar 17 tahun mengajar sebagai honorer, 18 tahun, kemudian 13 tahun menjadi penyuluh pertanian, dan saat ini baru ditetapkan sebagai PPPK dan tidak otomatis, ini juga dengan perjuangan,” ucap Bupati Arifin, Senin (01/03/2021) siang.

Sebelumnya, mereka juga mengikuti proses pendaftaran hingga tes dan akhirnya saat ini ditetapkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat. Semoga kedepannya bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Trenggalek,” imbuhnya.

Setelah diangkat, Bupati Nur Arifin juga berharap di sisa pengabdiannya semakin bersemangat dalam bekerja. Dan untuk para tenaga pendidik, Bupati meminta untuk menyiapkan diri untuk menerima vaksinasi.

“Setelah semua tenaga pendidik divaksinasi, kita akan membuka pembelajaran tatap muka secara bertahap, mungkin bisa jadi masuk setiap hari kemudian setiap kelas dibagi 2 sesi, dan setiap satu sesi masuk tidak lebih dari 3 atau 4 jam, kemudian pulang tanpa istirahat,” kata Bupati.

Dengan begitu, dirasa akan lebih efektif dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ada.

“Sehingga nanti bisa efektif, 6 jam atau 8 jam untuk para guru di sekolah setiap harinya, menggunakan protokol kesehatan, tapi yang paling penting dipastikan para bapak ibu guru harus tervaksinasi,” jelasnya.

Selebihnya Kabupaten Trenggalek, KLIK DISINI…

Sementara untuk penyuluh pertanian, Bupati menyampaikan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah bagaimana mengurangi biaya produksi dari para petani dengan menggalakkan pembuatan pupuk organik cair lewat Badan Usaha Milik Petani.

“Nanti saya berharap para penyuluh juga bisa mencari solusi, khususnya untuk tanaman pangan untuk ketahanan pangan di Kabupaten Trenggalek, jangan sampai ada yang gagal panen hanya karena tidak ada pupuk atau irigasinya kurang atau tidak dapat mengantisipasi kejadian hama dan sebagainya,” pungkas Bupati Arifin. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler