Connect with us

Hukum & Kriminal

Nenek di Trenggalek Tewas di Kamar Mandi, Diduga Terpeleset

Diterbitkan

||

Kapolres Trenggalek berada di lokasi penemuan nenek tewas di kamar mandi
Kapolres Trenggalek berada di lokasi penemuan nenek tewas di kamar mandi

Memontum Trenggalek – Seorang nenek ditemukan meninggal dunia didalam bak mandi. Tak ayal, kejadian tersebut sempat membuat geger warga yang ada di Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Korban yakni Kasmirah (72) warga Dusun Tanggung RT 34 Rw 13 Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek.

Menurut keterangan saksi Heni, yang tak lain merupakan anak menantu korban, kejadian tersebut berawal pada Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 07.30. Saat itu saksi berpamitan dengan Korban karena hendak berangkat menghadiri undangan pembahasan stunting dibalai desa.

Saat kembali kerumah, pihaknya mendapati pintu bagian depan tertutup namun pintu samping terbuka. Merasa curiga saksi kemudian mencari korban di rumah namun tidak ada. Pun demikian tetangga kanan kiri tidak ada yang melihat dan mengetahui keberadaan korban.

Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, yang memimpin langsung jalannya olah TKP menuturkan dari hasil dari pemeriksaan (Visum Et Repertum) yang dilakukan oleh dokter puskesmas setempat menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan dari dokter tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, ” ungkap Kapolres, Kamis (10/10/2019) sore.

Kapolres menambahkan, selanjutnya sekira pukul 14.00 anak kandung saksi yang masih berusia 4,5 tahun buang air besar di WC yang lokasinya bersebelahan dengan kamar mandi (TKP). Karena tidak ada air keduanya kemudian menuju kamar mandi.

Saat itulah saksi Heni melihat dalam bak kamar mandi seperti ada kain merah mengembangkan. Dan kemudian meminta pertolongan warga serta melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Pogalan.

“Sesaat setelah menerima laporan langsung menuju TKP dan melakukan beberapa tindakan Kepolisian diantaranya, olah TKP, mendatangkan tenaga medis, mengamankan barang bukti dan mencatat serta meminta keterangan saks-saksi, ” imbuhnya.

Masih terang Kapolres, korban meninggal dunia di duga karena terpeleset dan tenggelam di bak mandi dan dibuktikan dengan keterangan dokter yang melakukan pemeriksaan.

Atas peristiwa tersebut, AKBP Jean Calvijn menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban dan menginstruksikan kepada jajaran Polsek Pogalan yang menaungi wilayah hukum TKP untuk membantu proses pemakaman. (mil/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Sakit Menahun, Kakek di Trenggalek Gantung Diri

Diterbitkan

||

Proses evakuasi korban gantung diri. (ist)
Proses evakuasi korban gantung diri. (ist)

Memontum Trenggalek – Seorang pria di kota Keripik Tempe meregang nyawa dengan cara gantung diri. Korban bernama Kasno (80) seorang warga RT 12 RW 04 Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Sontak kejadian tersebut membuat heboh masyarakat seyempat.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban ditemukan gantung diri menggunakan seutas tali di dapur rumah anaknya. “Korban ditemukan pertama kali oleh anaknya yang bernama Sutarti di dapur rumahnya sekitar pukul 07.30 pagi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Bima Sakti saat dikonfirmasi, Jumat (21/02/2020) sore.

Dikatakan Bima, mengetahui hal tersebut saksi segera melaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke Polres Trenggalek.

Diketahui korban memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tidak wajar karena menderita penyakit yang tak kunjung sembuh.

“Dugaan sementara korban gantung diri karena sakit menahun. Sakit diabetes dan hipertensi,” imbuhnya.

Masih terang Bima, dari hasil pemeriksaan oleh tim medis, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Hingga berita ini diturunkan, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani pemeriksaan. Dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Cewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek

Diterbitkan

||

Cewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek

Memontum Trenggalek – Seorang wanita asal Kabupaten Tulungagung harus berurusan dengan aparat kepolisian Resort Trenggalek lantaran diduga menyebarkan berita bohong atau hoax di media sosial.

Pelaku yakni Nur Lailiyah, ditangkap pihak berwajib lantaran telah menipu korban yang merupakan warga Trenggalek dengan modus berpura – pura sebagai penjual masker (penutup hidung dan mulut).

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)

Dalam keterangan yang disampaikan dihadapan awal Media, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak mengungkapkan bahwa Unit Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengungkap kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta mengamankan seorang pelaku wanita asal Kabupaten tetangga.

“Kembali jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengungkap kasus ITE dan juga Penggelapan dengan seorang pelaku asal Kabupaten Tulungagung hingga mengakibatkan korban mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah,” terang Kapolres saat dikonfirmasi, Senin (17/02/2020) siang.

Kapolres menuturkan, kejadian tersebut berawal pada awal bulan Februari saat korban membuka akun milik pelaku yang menawarkan masker di sebuah grup media sosial facebook.

“Dari situ, korban merasa tertarik kemudian berkomunikasi melalui inbox messenger,” imbuhnya.

Dikatakan Kapolres, komunikasi tersebut berlanjut dengan saling bertukar nomor Whatsapp. Hingga akhirnya korban memesan 400 box masker seharga Rp 24 juta dan meminta korban untuk transfer uang setengah dari harga sebagai DP nya.

Keesokan harinya, korban mentransfer uang kepada pelaku sebesar Rp 11.400.000,-.

Namun sayangnya, pasca mentransfer uang tersebut, pelaku tidak mengirim barang yang dimaksud kepada korban.

“Pada saat itu korban juga mencoba menghubungi pelaku via Whatsapp, namun korban justru di blokir. Demikian pula dengan inbox messengger,” ucap Kapolres.

Merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Trenggalek untuk ditindaklanjuti.

Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti diantaranya berupa screenshot percakapan facebook antara pelakudan korban, 1 unit hp merek Oppo F9, uang tunai Rp 8.950.000,- , dan 1 lembar bukti transfer.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

“Untuk pelaku dikenakan pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp. 1 miliar,” pungkasnya.

Kapolres juga menekankan agar masyarakat Trenggalek khususnya lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial apapun. Baik Facebook, Instagram, Whatapp ataupun yang lain.

“Jika memang mau bertransaksi melalui media sosial, alangkah lebih baik jika kita kenali dulu penjualnya, barangnya dan tidak gegabah untuk mentransfer sejumlah uang,” tegas Kapolres. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Depresi, Siswi SMA di Trenggalek Tenggak Cairan Pembersih Lantai

Diterbitkan

||

Depresi, Siswi SMA di Trenggalek Tenggak Cairan Pembersih Lantai

Trenggalek, Memontum – Diduga tak kuat menahan beban pikiran, seorang pelajar di Kota Keripik Tempe nekat melakukan percobaan bunuh diri di kawasan wisata Hutan Kota (Huko). Aksi nekat siswi SMA berinisial HS ini adalah dengan meminum cairan pembersih lantai yang ada di musala Hutan Kota Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang diterima, percobaan bunuh diri ini diketahui sekitar pukul 13.00. Kasat Reskrim Polres Trenggalek Iptu Bima Sakti membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Bima Sakti. (mil)

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Bima Sakti. (mil)

“Kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh salah satu siswi kelas XI SMA ini memang benar,” ungkap Bima saat dikonfirmasi, Jumat (07/02/2020) sore.

Dikatakan Bima, sebelum kejadian korban sempat bertanya lokasi mushola untuk menunaikan sholat kepada warga yang ada di Hutan Kota. Namun tak berselang lama, warga justru menemukan korban dalam keadaan tak sadarkan diri di dalam musla.

“Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui korban memang ada masalah dengan teman dan keluarganya. Sehingga korban tertekan dan mencoba bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai,” tegasnya.

Mengetahui kejadian ini, korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah dilarikan ke rumah sakit, korban akhirnya berhasil diselamatkan. Meskipun saat ini korban harus menjalani perawatan intensif hingga dapat dipastikan sehat kembali.

“Diketahui cairan pembersih lantai yang dingin korban didapatkan dari mushola yang ada di lokasi kejadian. Pasalnya saat korban datang, tidak membawa apapun,” imbuh Bima.

Pihaknya juga menegaskan pasca mendapat perawatan di rumah sakit, korban sudah kembali sadar dan bisa berkomunikasi. Namun kondisinya masih belum stabil. Sementara itu, tim medis juga sudah melakukan pengurasan lambung korban dan observasi guna penanganan medis lebih lanjut.

“Kami masih akan terus menggali sejumlah keterangan dari teman korban maupun pihak keluarga. Dengan harapan tau secara persis motif korban nekat melakukan percobaan bunuh diri,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan medis di RSUD dr Soedomo Trenggalek sampai benar – benar dinyatakan sehat dan bisa kembali beraktivitas. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler