Connect with us

Politik

Diiringi Puluhan Tukang Becak, Paslon Ipin – Syah Daftar Ke KPU

Diterbitkan

||

MENDAFTAR: Proses pendaftaran pasangan bacalon Ipin Syah ke kantor KPU Trenggalek

Memontum Trenggalek – Dengan iring-iringan puluhan tukang becak, pasangan bakal calon Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Syah Natanegara beserta istri resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (4/9/2020). Tak hanya tukang becak, pendaftaran pasangan muda ke KPU ini juga didampingi para elit politik dari 7 partai pengusung.

Sebelum berangkat, acara dimulai dengan deklarasi bersama seluruh partai pengusung pasangan Ipin – Syah di depan Tugu Garuda Alun – Alun Trenggalek.

Bacalon Bupati Mochamad Nur Arifin mengatakan kedatangan ke KPU ini dalam rangka mendaftar sebagai Calon Bupati dalam kontestasi Pilkada Trenggalek tahun 2020. “Alhamdulillah hari ini saya bersama wakil mendatangi kantor KPU Trenggalek untuk mendaftar sebagai calon Bupati dalam Pemilu 9 Desember mendatang,” ucap Arifin, Jum’at (04/09/2020) sore.

Mas Ipin sapaan akrabnya menuturkan, dalam pendaftaran kali ini, bukan tanpa alasan dirinya melibatkan tukang becak. Ia mengaku bukan hanya para elit politik yang dilibatkan akan tetapi rakyat alit (tukang becak) agar semua terlihat sama dan tidak pandang bulu.

“Ada sekitar 50 tukang becak yang ikut menghantarkan saya dan wakil ke KPU. Ini kenapa karena kami ingin selalu berada dibarisan rakyat kecil dan bukan hanya dari golongan elit saja. Jadi semua sama,” tegasnya.

Dari 7 partai pengusung yakni Partai PDIP, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PAN, PPP, dan Partai HANURA ini, kesemua elit parpol juga tampak naik becak ke KPU. Ini menggambarkan koalisi yang kuat yang dilakukan bersama-sama demi kepentingan masyarakat Trenggalek.

“Seperti yang kita tahu, bahwa situasi pandemi banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Makanya hari ini kita rangkul para tukang becak ini agar mereka sedikit terbantu ekonominya. Dan semoga pandemi ini hilang sehingga ekonomi masyarakat bisa kembali pulih,” kata suami Novita Hardini ini.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi menuturkan, hari ini merupakan hari pertama tahapan pemilu yakni pendaftaran bakal calon. “Mulai hari ini pendaftaran bakal calon Bupati Trenggalek sudah dibuka. Untuk pasangan calon Mochamad Nur Arifin dan Syah Natanegara dinyatakan berkas-berkasnya sudah lolos secara administratif dan tinggal menunggu tahapan selanjutnya,” terang Gembong.

Dikatakan Gembong, tahapan selanjutnya setelah pendaftaran bakal calon bupati adalah tes kesehatan.

“Nantinya pasangan calon akan menjalani tahapan selanjutnya yaitu tes kesehatan yang akan dilakukan di RSAL Surabaya,” pungkasnya.

Pihaknya menjelaskan adanya perbedaan dari pendaftaran bakal calon Bupati periode sebelumnya dengan saat ini adalah para peserta Pemilu harus menyertakan Surat Keterangan Rapid Test. Mengingat masa pandemi Covid-19, pasangan calon juga diwajibkan melakukan rapid test. (mil/syn)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Mas Ipin Dorong Terwujudnya 100 Desa Wisata di Trenggalek

Diterbitkan

||

KAMPANYE: Calon Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melakukan kampanye di Kecamatan Gandusari.
KAMPANYE: Calon Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melakukan kampanye di Kecamatan Gandusari.

Memontum Trenggalek – Calon Bupati Trenggalek nomor urut 2 Mochamad Nur Arifin dorong terwujud program 100 desa wisata di Kota Keripik Tempe. Dengan waktu yang hanya 3 tahun masa administrasi pemerintahan tahun 2021-2024, jika kembali mendapatkan amanah memimpin Trenggalek, Mas Ipin sapaan akrabnya mengatakan, harus mampu melakukan transisi dari masa relief (2020) kearah recovery (2021-2022) bahkan rise di tahun selanjutnya.

“Cara paling cepat membangun ekonomi rakyat adalah dengan adanya desa wisata. Memang di saat pandemi, sektor wisata paling terpukul, akan tetapi pada masa post-covid, orang akan jenuh berdiam di rumah,” ungkap Cabup Arifin saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020) siang.

Dikatakan suami Novita Hardini ini, perjalanan dan wisata akan menjadi satu terapi, pilihan mereka pun akan mengarah pada low-budget tourism, clean, hygiene, safe, environtmentally sustainable tourism dan high-excitement and high-experiences tourism.

“Memang kia targetkan dari 157 desa yang ada, kita pacu kepala-kepala desa untuk bisa membuat minimal 1 destinasi wisata. Jadi kita target selama 3 tahun ke depan ada 100 desa wisata baru,” imbuhnya.

Kenapa harus desa wisata, lanjut Cabup Arifin, kalau wisata yang dikelola pemerintah, pendapatan yang dihasilkan juga akan diterima pemerintah. Sedangkan masyarakat tidak bisa merasakan langsung.

“Akan tetapi jika desa wisata terbentuk, semua sektor bisa tergerak. Misalnya Putri Maron di Kecamatan Bendungan, saat berwisata disana saya bertemu dengan masyarakat sekitar yang membawa buah rambutan. Apakah biasanya masyarakat berjualan buah rambutan, dan dijawab hanya sekedar menanam buah itu dirumah,” kata Cabup Arifin.

Selama masa panen, Mas Ipin bertanya dibawa kemana buah rambutan itu dan dijawab tidak dijual. Jika ada yang menginginkan juga akan diberikan. Dan berhubungan dengan adanya wisata Putri Maron ini, masyarakat mencoba menjual buah rambutan dengan membuka lapak di sekitar lokasi. Mengingat pengunjung yang datang cukup banyak.

“Hal-hal seperti ini yang diharapkan jika nantinya setiap 1 desa memiliki 1 destinasi wisata. Bukan hanya pihak pengelola yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat sekitar akan merasakan dampaknya,” tegasnya.

Masih terang Bupati Trenggalek non aktif ini, merasakan kehidupan warga desa, dengan segala bentuk kearifan lokal dan keindahan tanah dan kebudayaan mereka, akan menjadi satu daya tarik.

“Ketika Desa Wisata berbasis kolaborasi terbangun, bukan sekedar destinasi Wisata Desa, melainkan sebuah ekosistem Desa Wisata. Maka, Desa Wisata ini akan menjadi platform yang mengagregasi sektor on-farm (pertanian, perikanan, budidaya, perkebunan, kehutanan), dan juga off-farm diolah menjadi kuliner, handycraft, bahkan sektor hospitality seperti penginapan, jasa transportasi, dan UMKM lainnya,” pungkas Mas Ipin. (mil/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca

Politik

Ngontel dan Ngopi Bareng, Cara Cabup Arifin Manfaatkan Masa Kampanye

Diterbitkan

||

Cabup Arifin saat gowes santai sambil kampanye.
Cabup Arifin saat gowes santai sambil kampanye.

Memontum Trenggalek – Ada saja cara Calon Bupati Trenggalek nomor urut 2 , Mochamad Nur Arifin memanfaatkan masa kampanye. Ya, salah satunya dengan bersepeda atau gowes.

Bersama dengan tim pemenangan, gowes bareng ini dimulai dari Posko Pemenangan yang berada di Jalan Wachid Hasyim dan berkeliling seputaran kota.

Dikatakan Cabup Arifin, dengan bersepeda bisa turut menjaga kesehatan dan menaikkan imun tubuh. Utamanya di masa pandemi seperti saat ini, masyarakat dituntut untuk selalu aktif berolahraga.

“Hari ini kita kampanye nya berkeliling diseputaran kota dengan naik sepeda onthel. Selain bisa menyehatkan badan, dengan bersepeda kita bisa menaikkan imun tubuh sehingga virus tidak mudah masuk ke tubuh kita. Apalagi musim pandemi seperti saat ini,” ungkap Cabup Arifin, saat dikonfirmasi Sabtu (17/10/2020) siang.

Pria yang akrab disapa Mas Ipin ini juga memanfaatkan kesempatan itu dengan menyambanginya sejumlah warung kopi (Warkop). Salah satu warkop yang didatanginya ini berada di Kelurahan Kelutan Kecamatan Trenggalek.

“Tadi kita juga sempat ngobrol langsung dengan para pemilik warung kopi. Dan alhamdulillah meski saat masuk pandemi Covid-19, penghasilannya menurun, kini sudah mulai membaik,” tegasnya.

Ia menyebut, dampak pandemi Covid-19 memang menyerang beberapa sektor ekonomi di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek. Salah satunya pemilik warung kopi. Mengingat saat muncul Covid-19, masyarakat dihimbau untuk tetap berada dirumah dan tidak boleh berkerumun satu sama lain.

“Dengan begitu tentu banyak sekali pelaku usaha yang penghasilannya menurun. Akan tetapi, tahun 2021 nanti kita berkeyakinan jika sektor ekonomi di Kabupaten Trenggalek bisa pulih dan kembali seperti semula,” kata Mas Ipin.

Keyakinan itu bersambut dengan status Kabupaten Trenggalek yang masuk Zona Kuning. Yang artinya, tingkat penularan Covid-19 rendah. Jadi, di tahun 2021 mendatang Pemerintah Daerah akan memacu pertumbuhan ekonomi agar bisa kembali seperti semula.

Suami Novita Hardiny ini juga mengatakan banyak masukan dan aspirasi yang diterima saat ngopi bareng dengan masyarakat.

“Ya kita coba mendengar apa yang menjadi keluhan, masukan atau sekedar ngopi bareng dengan masyarakat. Dan saya juga ingin melihat sejauh mana sektor perekonomian di Kabupaten Trenggalek ini mulai berjalan pasca penerapan New Normal,” terangnya.

Tak lupa, Cabup Trenggalek yang berpasangan dengan Syah Natanegara ini menegaskan, meski penerapan New Normal sudah dilakukan. Akan tetapi harus tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ada.

“Karena warung kopi ini biasanya ramai didatangi, tadi saya juga sempat sampaikan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan memakai hand sanitizer serta menjaga jarak (phisycal distancing),” pungkas Cabup Arifin. (mil/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca

Politik

Nomor Pribadi Cawabup Syah Diretas Orang Tak Dikenal

Diterbitkan

||

Calon Wakil Bupati Trenggalek nomor urut 2 Syah Natanegara.
Calon Wakil Bupati Trenggalek nomor urut 2 Syah Natanegara.

Memontum Trenggalek – Sebar sejumlah pesan singkat yang bukan dikirim secara pribadi, nomor ponsel Calon Wakil Bupati Trenggalek nomor urut 2 Syah Natanegara diretas.

Ditemui usai melakukan kampanye virtual di Posko Pemenangan Kecamatan Tugu, Syah membenarkan hal tersebut.

“Itu memang benar, jadi nomor pribadi saya itu tidak sampai diambil alih. Nomor itu tetap milik saya, hanya saja istilahnya di mirroring (cloning),” ungkap Syah saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2020) pagi.

Dikatakan Syah, kejadian itu berawal pada Selasa (13/10/2020) pagi. Karena pada Senin malam ia tengah bermalam di Desa Terbis Kecamatan Panggul untuk kampanye, diketahui handphone miliknya low bat.

Selanjutnya saat melakukan kampanye di Desa Sawahan, Syah mencoba mengisi daya handphone selama beberapa menit. “Sampai akhirnya, saat handphone menyala saya dapat telefon dari orang yang tak dikenal dengan nada tak ramah. Waktu itu saya juga sempat menanyakan kepada orang itu apa permasalahannya sehingga dia marah-marah ke saya dan dijawab saya ini mengirim pesan yang isinya memaki-maki dia,” imbuhnya.

Nomor itu digunakan untuk mengirim pesan singkat ke sejumlah orang yang tidak diketahui sejauh mana jangkauannya.

“Karena kemarin itu ada yang dari Malaysia menghubungi saya dengan mencoba klarifikasi. Ada juga yang marah-marah dengan pesan singkat yang diterima selama 2 hari ini,” tambah Syah.

Hingga detik ini, pasangan Calon Bupati Mochamad Nur Arifin ini juga menegaskan masih ada beberapa orang yang mengklarifikasi hal tersebut.

“Tapi alhamdulillah sampai pagi ini, tidak sebanyak kemarin yang klarifikasi ke saya. Mudah-mudahan nomor ini bisa segera diamankan,” tegasnya.

Pihaknya juga sempat melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. “Karena kejadian diketahui pagi, setelah selesai kampanye di Kecamatan Panggul. Malam harinya saya sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Trenggalek,” pungkas Syah. (mil/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler