Connect with us

Pemerintahan

Lima Kecamatan di Trenggalek Menyusul Pembelajaran Tatap Muka

Diterbitkan

||

PENINJAUN : Bupati Trenggalek Gus Ipin saat meninjau SMP di Kecamatan Watulimo yang mulai melakukan pembelajaran tatap muka ditengah pandemi.

Usai Diujicobakan di Watulimo

Memontum Trenggalek – Pasca dilakukan uji coba pembelajaran tatap muka di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Watulimo, 5 Kecamatan lain di kota Keripik Tempe juga akan menerapkan pembelajaran tatap muka ditengah masa pandemi Covid-19. Pemberlakuan pembelajaran tatap muka di 5 Kecamatan ini merupakan daerah yang masuk zona hijau atau zona kuning Covid-19.

Seperti yang diketahui, di pertengahan bulan Agustus kemarin, 4 SMP di Kecamatan Watulimo sudah terlebih dahulu memulai pembelajaran tatap muka. Pemberlakuan ini tentu dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ada.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, BupatiTrenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan jika akan ada penambahan 5 Kecamatan yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka.

“Sesuai hasil evaluasi pasca pemberlakuan pembelajaran tatap muka di Kecamatan Watulimo, nanti akan ada 5 Kecamatan lain yang akan melakukan hal serupa. Jadi total keseluruhan akan ada 6 kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang akan menerapkan pembelajaran sistem ini,” ucap Bupati Arifin, Rabu (02/09/2020) sore.

Dari 5 Kecamatan ini ada sebanyak 20 sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka diantaranya 5 SMP di Kecamatan Gandusari dan Kampak, 4 SMP di Kecamatan Suruh, dan 3 SMP di Kecamatan Tugu. “Jika tambahan di 5 Kecamatan ini berjalan bagus, nanti juga akan dimungkinkan akan diperluas lagi jika tidak ada cluster baru penularan Covid-19 di sekolah yang sudah dibuka,” imbuhnya.

Suami Novita Hardiny ini mengungkapkan, apabila pembelajaran tatap muka di tingkat SMP ini dirasa aman, pihaknya juga akan membuka pembelajaran tatap muka ditingkat Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas 4, 5 dan kelas 6.

Rencananya pembelajaran tatap muka di 20 SMP yang ada di 5 Kecamatan ini akan mulai dilakukan pada 7 September mendatang.

“Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah persiapan masing-masing sekolah dalam menyiapkan kebutuhan protokol kesehatan. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan, penyemprotan desinfektan di tiap kelas, penggunaan masker, face Shield dan lain sebagainya,” jelas Bupati.

Disingung terkait SOP pembelajaran tatap muka ini, Bupati menyebut akan sama seperti yang sudah diterapkan di Kecamatan Watulimo yaitu menggunakan sistem bauran atau mix learning. “Jadi dalam 1 rombongan belajar (rombel) ada pembatasan jumlah siswa dan durasi belajar maksimal 2 jam saja. Dalam 1 rombel akan dibagi menjadi 3 kelompok yakni 10 siswa melakukan pembelajaran luring dan 20 siswa lainnya melakukan pembelajaran dirumah dengan sistem daring,” pungkasnya. (mil/syn)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Datangi Trenggalek, BIN dan Forkopimda Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Door To Door

Diterbitkan

||

DAMPINGI: Bupati Arifin saat mendampingi salah satu warga menjalani vaksinasi

Memontum Trenggalek – Upaya pemerintah dalam rangka mempercepat program vaksinasi nasional, semakin gencar dilakukan. Salah satunya dengan mendatangi sasaran vaksinasi dari rumah ke rumah (door to door).

Badan Intelijen Negara (BIN) bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Trenggalek turun langsung untuk meninjau proses vaksinasi massal yang ada di Desa Sengon, Kecamatan Bendungan.

Baca Juga:

    “Diharapkan dengan vaksinasi secara door to door ini bisa mempermudah serta meningkatkan partisipasi masyarakat,” ungkap Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin sat dikonfirmasi, Senin (02/08).

    Dalam proses vaksinasi kali ini, sebanyak 2.000 dosis vaksin disiapkan untuk masyarakat yang ada di beberapa wilayah di Trenggalek.

    Bupati Trenggalek juga merasa sangat terbantu dengan program vaksinasi yang dilaksanakan oleh BIN ini. Ditambah lagi dengan sistem door to door, tentu sangat membantu masyarakat khususnya yang jauh dari fasilitas kesehatan.

    “Kita memang ingin mempercepat progres vaksinasi tapi kita sama-sama tahu bahwa stok vaksin semuanya ditata sedemikian rupa oleh pemerintah, dan alhamdulillah Trenggalek cukup cepat sehingga kita kekurangan stok vaksin,” terangnya.

    Badan Intelijen Negara ini memang sudah mengetahui, daerah-daerah yang kekurangan stok vaksin. Seperti halnya di Kabul Trenggalek.

    “Yang namanya badan intelijen. Jadi mungkin tahu di mana ruang-ruang atau daerah-daerah yang saat ini kekurangan stok. Mereka datang membawa 2.000 dosis, dan ini kita peruntukkan untuk daerah-daerah yang memang keterjangkauan terhadap fasilitas kesehatan seperti puskesmas jauh, sehingga ini mempermudah,” imbuh Bupati.

    Masih terang suami Novita Hardiny ini, di Trenggalek sendiri dari target vaksinasi sebanyak 580 ribu. Sampai saat ini masih tercapai sekitar 10-12 persen saja.

    Untuk itu Pemkab Trenggalek berkomitmen untuk terus berupaya mengejar target vaksinasi.

    “Yang penting stok vaksinnya ada, insyaAllah kita semua siap,” katanya.

    Sementara itu, Kabinda Jatim, Marsma TNI Rudy Iskandar, saat meninjau vaksinasi dari rumah ke rumah di Desa Sengon mengatakan bahwa langkah tersebut dinilai tepat, apalagi untuk wilayah-wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan.

    “Saya pikir ini tepat karena wilayahnya juga cukup jauh dari puskesmas dan medannya juga cukup lumayan ‘bagus’, naik turun gunung, jadi harapannya herd immunity di Desa Sengon ini terjaga,” jelas Rudi.

    Ia menegaskan jika pelaksanaan vaksinasi secara door to door ini juga sebagai langkah untuk membantu pemerintah dalam hal pemenuhan vaksinasi bagi masyarakat. “Kita melaksanakan vaksin door to door ini untuk membantu pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi,” kata Rudy. (mil/ed2)

    Lanjutkan Membaca

    Pemerintahan

    Oknum Kades Penghina Seniman Trenggalek via Postingan Terancam Sanksi Pemberhentian Jabatan

    Diterbitkan

    ||

    Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin

    Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bakal memberikan sanksi tegas kepada oknum Kades yang diduga melakukan hate speech (ujaran kebencian) kepada pelaku seni. Sanksi tegas itu, tidak hanya pada pemberhentian sementara.

    Sebagaimana diberitakan, akibat postingan sang oknum Kades, membuat sejumlah seniman lintas wilayah melurug Kades yang teridentifikasi bernama Bayu Indra Nurdiansyah. Akibatnya, Bupati pun memfasilitasi audiensi para seniman dan oknum kades. Meski Bayu sudah melakukan permintaan maaf, namun kasus hukumnya tetap berjalan.

    Baca juga:

      “Kita sudah fasilitasi antar kedua pihak untuk proses tabbayun. Untuk permintaan maaf, yang bersangkutan juga sudah melakukannya. Tetapi, jika masih ada yang kurang berkenan dan tetap melaporkan kejadian ini ke kepolisian, maka ini sudah bukan ranah kita,” ungkap Bupati Arifin, Rabu (28/07) tadi.

      Disinggung sanksi yang akan diberikan kepada oknum Kades, Bupati Trenggalek menyampaikan, akan memberikan sesuai dengan peraturan yang ada. Jika tidak ada penetapan kasus hukum, maka yang bersangkutan akan disanksi berupa pemberhentian sementara.

      “Namun, jika ada penetapan kasus hukum. Maka yang bersangkutan bisa disanksi pemberhentian. Dan justru, bisa lebih berat sanksi yang didapat, jika itu sampai ke jalur hukum,” tegas Bupati Muda ini.

      Seperti yang diberitakan, Bayu Indra Nurdiansyah diduga menghina pelaku seni melalui postingan di media sosial Facebook. Meski sempat dihapus, namun postingan itu terlanjur viral dan membuat para pelaku seni lintas wilayah bereaksi. (mil/sit)

      Lanjutkan Membaca

      Pemerintahan

      Bupati Arifin Siapkan Isolasi Terpadu untuk Optimalkan Isoman dalam Hadapi PPKM Level 4

      Diterbitkan

      ||

      TINJAU: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat meninjau lokasi isolasi terpadu di tingkat desa. (memontum.com/mil)

      Memontum Trenggalek – Menghadapi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mulai mempersiapkan langkah strategi isolasi terpadu. Langkah ini dilakukan, guna menghadapi PPKM Level 4, yang akan berakhir pada 2 Agustus 2021 mendatang.

      Seperti arahan pemerintah pusat, strategi isolasi terpadu disiapkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sekaligus, untuk meminimalisir angka kematian akibat virus Corona.

      Baca juga:

      “Ini adalah fokus pemerintah daerah dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek. Kita mulai mempersiapkan langkah-langkah, untuk melakukan strategi isolasi terpadu,” ungkap Bupati Arifin, Selasa (27/07) sore.

      Dijelaskan Mas Ipin-sapaan akrabnya, angka kematian yang diakibatkan keterlambatan membawa pasien Covid ke rumah sakit, akan terus disikapi oleh pemerintah daerah. Targetnya, angka kematian harus menurun.

      “Titik kelemahan Isoman (isolasi mandiri), itu karena minim pendampingan Nakes. Lalu, tidak ada Sarpras pendukung seperti tabung oksigen. Ini yang akan dicermati menjadi pemicu kematian, selain penyakit penyerta,” jelasnya.

      Pada penerapan PPKM Level 4 ini, pemerintah mulai mengalihkan isolasi mandiri di rumah menjadi isolasi terpadu. Diharapkan, dengan pendampingan Nakes, tersedia ruang sirkulasi udara, serta sarana dan prasarana pendukung seperti obat obatan dan tabung oksigen berikut cadangannya. Dengan begitu, angka kematian dapat ditekan.

      “Di tingkat desa, kita sudah lakukan pengecekan untuk sekolah-sekolah yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi isolasi terpadu,” imbuh suami Novita Hardiny ini.

      Tidak hanya itu, Bupati muda ini juga ingin di lingkungan isolasi terpadu aman. Termasuk, jangan sampai ada cluster keluarga maupun cluster lingkungan.

      “Jadi, itu yang kita lakukan. Desa desa hatus menyiapkan ruang isolasi terpadu desa. Kemudian, kita juga menambah kapasitas gedung di tingkat kecamatan atau ditingkat wilayah,” paparnya. (mil/sit)

      Lanjutkan Membaca

      Terpopuler