Connect with us

Berita

Sudah Kena Tilang Harus Ganti Knalpol Standar Pula

Diterbitkan

||

GANTI KNALPOL : Para pemilik kendaraan yang harus mengganti knalpot brong dengan knalpot standar di halaman Mapolres Trenggalek
GANTI KNALPOL : Para pemilik kendaraan yang harus mengganti knalpot brong dengan knalpot standar di halaman Mapolres Trenggalek

Ketegasan Polres Trenggalek

Memontum Trenggalek – Puluhan pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong mendapatkan sanksi tegas dari jajaran Satlantas Polres Trenggalek. Selain ditindak dengan tilang, para pengendara sepeda motor juga diwajibkan mengganti knalpot brong yang terpasang dengan knalpot standar. Dengan membawa knalpot standar, puluhan pengendara sepeda motor itu harus memasang sendiri knalpotnya di halaman Mapolres Trenggalek.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Randy Asdar menegaskan, penindakan tersebut merupakan jawaban atas keresahan masyarakat terkait dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh knalpot brong tersebut.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Randy Asdar

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Randy Asdar

“Bentuk penindakan baik tilang maupun penggantian knalpot brong ke knalpot standar merupakan jawaban atas keresahan masyarakat. Mengingat knalpot brong ini menimbulkan kebisingan,” ungkap Randy, Selasa (11/08/2020) siang.

Disamping itu, para pengendara kerap menggeber sepeda motornya sehingga dirasa cukup mengganggu ketenangan warga.

“Dalam sepekan terakhir kita telah melakukan penindakan tegas terhadap para pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong baik dengan razia maupun hunting system demi Kamtibselcarlantas yang aman bagi semua pengguna jalan,” imbuhnya.

Pelanggaran tersebut, lanjut Kasat Lantas, merupakan pelanggaran yang dilakukan dengan mengganti onderdil kendaraan bermotor yang tidak sesuai spektek atau melanggar ketentuan yang berlaku.

Dimana akan berakibat terhadap ketidaktertiban berlalulintas, atau bahkan mengarah pada potensi terjadinya laka lantas.

“Tentunya ini melanggar pasal 285 ayat (1) UU RI Nomor 22 Tahun 2009 yang ancaman hukumannya maksimal 1 bulan penjara atau denda Rp 250 ribu rupiah, ” kata Randy.

Masih terang Kasar Lantas, para pelanggar juga dapat mengambil barang bukti sepeda motor yang diamankan di Mapolres Trenggalek.

“Barang bukti sepeda motor bisa diambil setelah mengganti onderdil yang tidak sesuai spektek seperti yang diberlakukan guna menimbulkan efek jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” tegasnya. (mil/syn)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Hutang BPJS Kesehatan Ke RSUD Trenggalek Capai Rp 6 Miliar

Diterbitkan

||

oleh

Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Sunarto.

Memontum Trenggalek – Pencairan tagihan tak kunjung dibayarkan ke pihak RSUD dr Soedomo Trenggalek, hutang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menumpuk hingga Rp 6 miliar. Meski pihak RSUD berulang kali mengajukan penagihan, namun proses pencairan tagihan belum juga dilakukan.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Direktur RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, dr Sunarto mengungkapkan, jumlah tersebut tercatat dari 2 tunggakan.

“Total nilai itu terdiri dari 2, yakni pelayanan rutin BPJS senilai Rp 4 miliar dan pelayanan penanganan Covid-19 senilai Rp 2 miliar. Meski begitu kami juga mengklaim jika saat ini casflow RSUD masih cukup baik, sehingga tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan,” ucap dr Sunarto, Jum’at (04/09/2020) sore.

Dikatakan dr Narto sapaan akrabnya, pihak RSUD telah mengajukan klaim pada Maret dan April 2020 namun masih mengambang. Artinya sudah di verifikasi namun belum cair. Sedangkan untuk bulan Mei dan Juni sudah diajukan namun belum diverifikasi.

“Jadi setiap bulan kita tetap mengajukan, namun ada dua bulan yang sudah terverifikasi namun belum cair dan dua bulan belum diverifikasi,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pihak RSUD telah mengambil langkah sebagai solusi dengan tetap menyampaikan ke Kementerian Kesehatan dalam kegiatan seminar online (Webinar).

“Untuk menanggulangi hal itu, efektivitas dan efisien anggaran terus dilakukan oleh RSUD. Selain itu casflow atau laporan keuangan yang berisi tentang informasi penerimaan dan pengeluaran anggaran RSUD hingga sekarang masih cukup baik, artinya belum sampai ke arah langkah berhutang ke bank,” kata dr Narto.

Bahkan, lanjut Direktur RSUD plat merah ini, kejadian seperti ini bukan hanya di Trenggalek bahkan juga terjadi di beberapa daerah lain.

“Ini yang menjadi beban RSUD, karena ada hutang menumpuk disitu sedangkan hutang satunya belum dibayar dan ada lagi hutang lainnya,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Berita

Pastikan Siap Digunakan, Kepala SAR Surabaya Cek Alut di Trenggalek

Diterbitkan

||

oleh

PENGECEKAN : Pengecekan sarana dan prasarana kesiapsiagaan bencana di Pos SAR Kabupaten Trenggalek.

Memontum Trenggalek – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Hari Adi Purnomo melakukan pengecekan sarana dan prasarana kesiapsiagaan bencana di Pos SAR Kabupaten Trenggalek. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi bencana alam yang ada di lingkup Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Trenggalek.

Usai melakukan pengecekan sarana dan prasarana di Pos SAR Trenggalek, Kepala Kantor SAR Nasional Surabaya, Hari Adi Purnomo mengatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana, pihaknya secara aktif turun kelapangan untuk melakukan pengecekan sarana dan prasarana yang ada di Pos SAR Daerah.

“Hari ini kami dari kantor pusat Surabaya ingin mengecek sarana dan prasarana guna meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan adanya potensi bencana utamanya di Pos SAR daerah. Mengingat Pos SAR ini ujung tombak pelayanan masyarakat terhadap kebutuhan SAR,” ungkap Hari saat dikonfirmasi, Selasa (25/08/2020) sore.

Seperti yang terlihat di Pos SAR Kabupaten Trenggalek, seluruh Alat Utama (Alut) dalam kondisi ready (Red : siap), meski belum dapat dipastikan adanya tanda-tanda kedaruratan.

“Hanya saat ini, yang perlu diwaspadai dan diantisipasi adanya gelombang tinggi diperairan baik pemancing maupun para nelayan. Jika dilihat, untuk ketinggian gelombang air laut diperairan baik di Pantai Utara maupun Pantai Selatan sekitar 2,5 meter,” imbuhnya.

Namun, lanjut Hari, disisi selatan Pulau Jawa ini gelombang air laut dirasa cukup tinggi dan mengkhawatirkan. “Kadang pula gelombang mencapai di ketinggian 4 meter, dan kendala yang dialami tim sejauh ini, utamanya disisi selatan Pulau Jawa adalah tidak tersedianya Alut yang besar seperti KRI atau kapal kapasitas 40 meter,” kata Hari.

Meski demikian, dengan tetap melakukan koordinasi bersama TNI/Polri maupun masyarakat, kegiatan pertolongan bantuan bisa terlaksana dengan baik. Disinggung terkait kesiapan personel, Hari mengungkapkan jika kesiapan personel dituntut untuk siap 24jam baik fisik maupun mental.

“Kapanpun dibutuhkan harus selalu siap, dan tidak ada kata siang maupun malam. Dalam kondisi apapun ketika ada panggilan kedaruratan, personil harus siap. Bahkan dikantor sendiri sudah ada personil yang berjaga-jaga 24 jam,” tegasnya.

Melihat potensi bencana diperairan yang ada di Pulau Jawa, Hari menyebut jika yang paling berpotensi ada di Kepulauan Sumenep. Mengingat Kabupaten Sumenep yang berada di ujung timur Pulau Madura merupakan wilayah yang terdiri wilayah daratan dengan pulau yang tersebar berjumlah 126 pulau. Serta aktifitas masyarakat dilakukan dengan menempuh perjalanan laut.

“Sehingga potensi untuk terjadi Laka laut cukup besar. Akhir-akhir ini juga beberapa kali terjadi Laka laut yang korbannya bisa diselamatkan,” ungkap Hari. (mil/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Ada Tambahan 50 Orang Positif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek

Diterbitkan

||

oleh

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek, dr Murti Rukiyandari saat mengumumkan perkembangan terkini Covid-19.

Memontum Trenggalek – Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek dr Murti Rukiyandari mengumumkan tambahan pasien positif sebanyak 50 orang dalam kurun waktu sepekan terakhir. Dengan begitu pasien positif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek terhitung sejak 12 – 20 Agustus 2020 mencapai 164. Dari jumlah tersebut, beberapa diantaranya merupakan karyawan kantor yang bekerja di proyek Bendungan Tugu.

“Sejak tanggal 12 – 19 Agustus 2020, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek bertambah 18 orang. Selanjutnya pasien disebut dengan pasien nomor 116 hingga 133. Kemudian di tanggal 20 Agustus 2020, pasien positif bertambah 32,” ungkap Jubir Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek, dr Murti Rukiyandari, Senin (24/08/2020) pagi.

Dikatakan dr Murti, sehingga jumlah keseluruhan pasien positif Covid-19 ada 164, namun untuk penambahan 32 pasien baru masih dalam proses tracing.

“Untuk tambahan 18 pasien positif selama kurun waktu seminggu, 8 orang diantaranya diduga tertular saat bekerja di kantor yang ada di area proyek Bendungan Tugu. Dan 8 orang tersebut merupakan karyawan dari PT Mettana,” imbuhnya.

Masih terang Kepala Puskesmas Durenan ini, 8 orang yang positif Covid-19 ini juga merupakan kontak erat dari pasien 115 yang sama – sama bekerja dan tinggal di asrama kantor PT Mettana.

Kejadian tertularnya 9 pasien tersebut berawal dari adanya seorang karyawan (Red : pasien 115) yang dinyatakan positif Covid-19 pada 10 Agustus 2020. Saat dilakukan tracing ditemukan 8 orang karyawan dinyatakan positif Covid-19, 6 diantaranya merupakan warga luar kota sedangkan 2 lainnya adalah warga Trenggalek.

“Saat pasien 115 dinyatakan positif Covid-19, manajemen PT Mettana menyarankan agar pegawai lainnya untuk tidak pulang dulu dan melakukan karantina mandiri dengan protokol kesehatan ketat,” jelas dr Murti.

Selanjutnya pada 12 Agustus, pasien 118 hingga 125 dilakukan Swab ke RSUD Kabupaten Tulungagung. Hingga akhirnya pada 13 Agustus, hasil Swab keluar dan menunjukkan 8 karyawan PT Mettana dinyatakan positif Covid-19.

Hingga berita ini ditulis, 8 pasien yang juga merupakan karyawan PT Mettana yang dilakukan isolasi di asrama BKD Kabupaten Trenggalek adalah pasien 118, 119, 121, 123 dan 125. Sedangkan untuk pasien 120 dan 122 melakukan isolasi di RSUD Tulungagung.

“Selain adanya tambahan pasien positif selama kurun waktu seminggu terakhir, diketahui ada pula tambahan pasien sembuh sebanyak 7 orang. Dari total 164, jumlah pasien sembuh sampai saat ini ad 114, 2 meninggal dunia dan 47 masih dalam perawatan,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler