Connect with us

Pemerintahan

Pemohon Wajib Cantumkan Email dan Nomor Whatsapp

Diterbitkan

||

Kadin Dukcapil Trenggalek Suprapti menunjukkan contoh KK dan Akta Kelahiran yang dicetak menggunakan kertas A4 80gram
Kadin Dukcapil Trenggalek Suprapti menunjukkan contoh KK dan Akta Kelahiran yang dicetak menggunakan kertas A4 80gram

Segala Urusan Adminduk Gratis

Memontum Trenggalek – Sesuai dengan Permendagri nomor 109 tahun 2019, terjadi perubahan tentang formulir dan buku yang akan digunakan dalam kepengurusan Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek, Suprapti mengatakan, dasar dari perubahan material Administrasi Kependudukan (Adminduk) sesuai Permendagri.

“Perubahan material Adminduk seperti Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga ini sudah sesuai dengan Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan buku yang digunakan untuk administrasi kependudukan,” ucap Suprapti saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (03/08/2020) siang.

Dijelaskan Suprapti, KK dan Akta Kelahiran akan dicetak menggunakan kertas A4 80gram. Perubahan ini mulai diberlakukan di Kabupaten terhitung sejak 1 Juli 2020 kemarin. “Meski di akhir bulan Juni 2020, masih diperbolehkan mencetak administrasi kependudukan menggunakan kertas security printing dan persediaan kertas itu masih ada, namun sesuai keputusan Pemerintah Pusat, kebijakan tersebut harus ditaati,” imbuhnya.

Terkait proses permohonan Adminduk saat ini, lanjutnya, para pemohon diwajibkan mencantumkan email dan nomor WhatsApp. Kebijakan di kantor Dispendukcapil Trenggalek ditengah pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, mulai April 2020 pemohon yang datang dari petugas desa. “Dimana petugas desa ini ditunjuk Kepala Desa sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Trenggalek. Jadi segala bentuk kepengurusan administrasi kependudukan tidak dipungut biaya apapun alias gratis,” kata Suprapti.

Masih terang wanita berhijab ini, untuk mekanisme pelayanan di Kantor Dukcapil ada 2 cara yakni melalui petugas desa atau pemohon datang langsung dengan syarat darurat (emergency). Jenis kedaruratan yang dimaksud dalam hal ini adalah untuk kepengurusan SIM, BPJS, pernikahan dan lain-lainnya.

Setelah berjalan 2 Minggu, mekanisme ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk tetap mengurus adminduk dengan alasan darurat. Sampai akhirnya, Dukcapil mengeluarkan persyaratan jika dalam kepengurusan administrasi harus disertai surat keterangan dari desa, dan dari sekolah untuk kepengurusan SIM.

“Walaupun petugas desa yang mengurus layanan adminduk harus mencantumkan nomor WhatsApp pemohon beserta alamat email. Jadi kalau petugas desa, alamat email yang dicantumkan ada 2 yakni email desa sama pemohon itu sendiri,” tuturnya.

Ini dilakukan saat dokumen tersebut sudah jadi, file nya akan dikirim ke email masing-masing dari pusat. Diharapkan kedepannya pemohon atau masyarakat yang kehilangan administrasi kependudukan, bisa mencetak (print) sendiri. Dengan syarat kertas yang digunakan harus A4 80gram.

“Sebelum masa pandemi, Kantor Dukcapil menerima layanan adminduk 200 pemohon setiap hari. Namun saat ini, hanya 150 pemohon yang dijalankan oleh petugas desa masing-masing tanpa pemohon harus datang langsung ke kantor Dukcapil,” pungkas Suprapti.

Selain memberikan layanan kepengurusan adminduk di kantor, masyarakat juga bisa mendapatkan layanan Adminduk keliling yang dibiayai dari DAK Kementrian. Kebetulan juga APBD di Kabupaten Trenggalek sudah tejadi recofusing anggaran besar-besaran di setiap OPD. (mil/syn)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Keluarga Sehat di Trenggalek Dapat Insentif Daerah

Diterbitkan

||

Keluarga Sehat di Trenggalek Dapat Insentif Daerah
KARTU SEHAT: Bupati Trenggalek saat menyerahkan Kartu Sehat kepada masyarakat di Desa Munjungan Kecamatan Munjungan.

Memontum Trenggalek – Program baru yang diinisiasi Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin benar-benar direalisasikan. Keluarga pra sejahtera yang mampu menjaga kesehatan keluarganya, diberikan insentif daerah.

Jika biasanya yang sakit dan tidak mampu, yang mendapatkan bantuan pemerintah, paradigma itu dibalik oleh Bupati Trenggalek. Bagi mereka yang bisa menjaga kesehatan keluarganya dengan menerapkan pola-pola hidup sehat mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca juga:

Dengan begitu angka orang sakit dan harus mendapatkan perawatan rumah sakit dapat dicegah dan ditekan. Pola hidup sehat yang menjadi alasannya untuk menjaga kesehatan mereka agar senantiasa terjaga.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, dr. Saeroni mengatakan, ada 12 indikator yang harus dipenuhi agar keluarga berhak mendapatkan insentif ini.

“Jadi tidak serta merta masyarakat bisa mendapatkan insentif daerah ini. Mereka harus memenuhi 12 Indikator yang ada,” ucap dr Saeroni saat penyerahan kartu sehat kepada keluarga beruntung di Desa Munjungan, Senin (10/05/2021) siang.

Pihaknya menyebut, tujuan utama dari program ini adalah untuk mencegah orang agar tidak sakit dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Adapun 12 indikator itu diantaranya, mengikuti program keluarga berencana. Bagi keluarga usia subur yang mengikuti program keluarga berencana, kecuali yang belum mempunyai anak menjadi salah satu syarat,” jelas mantan Direktur RSUD Dr Soedomo Trenggalek ini.

Hal ini ditujukan untuk mencegah kelahiran anak tidak di inginkan sekaligus menjaga jarak ideal anak serta 2 anak cukup sesuai himbauan pemerintah.

Indikator lain, lanjut Saeroni, melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan, asi eksklusif guna mencegah stunting dan masih banyak indikator yang lainnya. Ada petugas Dinas Kesehatan yang menilai ini dan masyarakat yang memenuhi kriteria berhak mendapatkan insentif daerah.

“Bantuannya berupa kartu sehat yang nilainya sebesar Rp. 200 ribu setiap bulan. Kartu ini bisa dibelanjakan kebutuhan pokok di depo-depo yang telah disiapkan,” katanya.

Diketahui, sebanyak 60 keluarga beruntung di Kecamatan Munjungan mendapatkan bantuan ini. Secara simbolis kartu sehat ini diserahkan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin di Balai Desa Munjungan.

“Mari kita balik paradigmanya, karena seenak enaknya orang sakit mendapatkan bantuan, tentunya lebih enak sehat mendapatkan bantuan,” ungkap suami Novita Hardini Mochamad, saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Munjungan.

Untuk itu, lanjut Bupati Arifin memberikan pesan kepada masyarakat untuk memulai gaya hidup sehat dan lebih peduli akan kesehatan.

“Mari kita jaga kesehatan kita, sehingga bisa senantiasa terjaga. Karena sakit itu tidak enak,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Launching Inovasi Harmonis Mantap, Bupati Trenggalek Berharap Bisa Sinergi dengan Program Sehat Beruntung

Diterbitkan

||

Launching Inovasi Harmonis Mantap, Bupati Trenggalek Berharap Bisa Sinergi dengan Program Sehat Beruntung
Bupati Trenggalek, Moch Nur Arifin saat meluncurkan inovasi Harmonis Mantap di Balai Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan.

Memontum Trenggalek Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin resmi meluncurkan Inovasi Harmonis Mantap. Inovasi Harmonis Mantap itu sendiri memiliki arti harapan masyarakat optimis untuk hidup sehat yang diinisiasi oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring.

Inovasi ini merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19.

Baca juga:

Seperti yang diketahui, tak hanya menerapkan protokol kesehatan, menjalankan pola hidup sehat juga menjadi salah satu hal yang cukup penting di masa pandemi. Selain itu, deteksi dini juga diharapkan dapat mengurangi potensi resiko terhadap kesehatan.

Akan tetapi tidak semua masyarakat memiliki tingkat kesadaran yang sama untuk melakukan cek kesehatan. Maka perlu adanya langkah promotif preventif melalui cek kesehatan gratis sehingga masyarakat mengetahui secara dini resiko penyakit yang mungkin diderita.

“Dengan setiap masyarakat dicek kesehatannya secara gratis ini kemudian mereka mengetahui resiko-resiko penyakit yang mungkin diderita,” ucap Bupati Arifin usai meluncurkan inovasi Harmonis Mantap di Balai Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kamis (06/05/2021) sore.

Pihaknya berharap, dengan inovasi ini bisa mendeteksi sejak dini penyakit masyarakat yang diderita.

“Harapannya nanti tidak ada penyakit yang kemudian semakin parah atau semakin buruk menyertai, karena kalau dilihat di Trenggalek ini tingkat kematian paling tinggi komorbitnya ini diabetes, kemudian hipertensi, di mana penyakit-penyakit itu sebenarnya bukan disebabkan oleh bakteri atau virus atau apa, tetapi karena gaya hidup,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati Arifin juga mengatakan bahwa inovasi Harmonis Mantap sejalan dengan program Pemkab Trenggalek yakni Yang Sehat Yang Beruntung. Program ini merupakan program peningkatan standar kualitas kesehatan melalui pemberian insentif bagi keluarga pra-sejahtera yang mau melaksanakan pola hidup sehat.

“Saya minta nanti Kadinkes, disinergikan dengan program kita juga, yang sehat yang beruntung, kalau selama ini yang sakit dibayari Pemerintah, sekarang kita mencoba dari keluarga miskin di luar penerima PKH, yang mau hidup sehat itu diberi insentif,” terang Bupati.

Suami Novita Hardini ini menilai, melalui Program ‘Yang Sehat Yang Beruntung’ ini bisa memberikan semangat masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat.

“Misalnya, jika dalam satu rumah tidak ada yang merokok, yang ibu hamil rutin periksa kandungan, yang lansia rutin ikut posyandu, termasuk rutin cek kesehatan seperti ini. Nanti bisa jadi saja beruntung mendapatkan insentif dari pemerintah,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Wabup Syah Bercita-cita Wujudkan Trenggalek Miliki Infrastruktur Berkualitas

Diterbitkan

||

Wabup Syah Bercita-cita Wujudkan Trenggalek Miliki Infrastruktur Berkualitas
Wakil Bupati Trenggalek Syah Natanegara saat berkunjung ke kantor BBPJN Surabaya

Memontum Trenggalek – Bercita-cita menjadikan Trenggalek menjadi daerah yang diperhitungkan di Pesisir Selatan Jawa, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara berharap adanya dukungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali di Surabaya.

Untuk maju dan berkembang tentunya perlu adanya dukungan infrastruktur yang memadai. Hal ini menjadi kendala penting yang dihadapi oleh Kabupaten yang berada di Pesisir Selatan, Barat Daya Jawa Timur ini.

Baca juga:

Lebih lebih kemampuan anggaran yang kian menurun akibat Pandemi Covid 19. Beberapa pos anggaran infrastruktur harus direlakan untuk di re-alokasikan kembali untuk penanganan wabah ini.

Berharap dukungan dari kepanjangan tangan Kementrian PUPR tersebut, Wabup Syah didampingi sejumlah jajaran berkunjung langsung ke Kantor (BBPJN) di Surabaya.

Kunjungan Pemerintah Trenggalek ini diterima langsung oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Ir. Achmad Subki, MT.

Saat menerima kunjungan kerja Pemkab Trenggalek, Kepala BBPJN menerangkan saat ini Dirjend Binamarga sedang banyak fokus untuk penyelesaian ruas Pansela di sisi Barat Daya Jawa Timur (Trenggalek-Tulungagung).

Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Trenggalek ini berharap ada perhatian khusus dari BBPJN untuk bisa memberikan dukungan kepada Trenggalek untuk bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah utamanya di bidang infrastruktur jalan.

“Kita saat ini memiliki Terminal Tipe A di Trenggalek, namun tidak mendapatkan dukungan jalan nasional atau provinsi. Akses yang ada masih jalan kabupaten yang tentunya kualitas dukungannya berbeda,” ucap Wabup Syah, Rabu (05/05/2021) siang.

Ia juga berharap ada pertukaran jalan dari jalan kabupaten menjadi jalan nasional. Sehingga fasilitas umum ini mendapatkan dukungan infrastruktur memadai.

“Dukungan ini sangatlah penting. Dengan begitu nantinya Kabupaten Trenggalek akan menjadi daerah yang lebih baik, utamanya dari segi infrastruktur,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Ramelan menerangkan, selain akses jalan menuju terminal tipe A, momentum pembangunan jalan Pansela perlu ditangkap cepat untuk menggeliatkan perekonomian di Trenggalek. Tentunya hal ini perlu mendapatkan dukungan infrastruktur juga.

“Sektor unggulan Trenggalek pariwisata, namun banyak dikeluhkan Geomatrik jalan yang sangat menanjak dan curam sehingga sering terjadi kecelakaan utamanya jalan nasional arah Panggul,” kata Ramelan.

Selanjutnya, terkait Jembatan Plengkung Nglembu, jembatan peninggalan Belanda yang diperlukan ada revitalisasi jembatan dan berharap dukungan provinsi dan nasional.

Saat ini, kerusakan jalan memang menjadi problematika yang terjadi di Trenggalek. Memperbaiki 4 ruas jalan, namun kerusakan jalan jumlahnya lebih banyak. Sehingga ini seolah tidak pernah tuntas.

“Keberadaan jalan Pansela tentunya akan mendongkrak perekonomian di wilayah Selatan diharapkan bisa berdampak ke Utara. Lagi – lagi problematikanya infrastruktur jalan,” tegasnya.

Masih terang Ramelan, pertumbuhan ekonomi di pesisir selatan jawa juga butuh beberapa infrastruktur dukungan seperti pergudangan. Karena ada pelabuhan Niaga Prigi.

Selain jembatan Plengkung Nglembu satu lagi jembatan yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan dari balai ini, Jembatan Dawung. Karena jembatan ini fungsinya sangat penting sebagai akses keluar masuk Trenggalek.

“Bila rusak tentunya akses jalan akan terputus, apalagi sempat ada patahan jembatan beberapa waktu lalu,” tutur Ramelan.

Kepala BBPJN, Jawa Timur-Bali, Ir. Achmad Subki, MT, menyambut baik usulan dukungan dari Kabupaten Trenggalek. Ia sepakat, keindahan pantai di Trenggalek memang perlu dukungan, sebagai bentuk syukur atas ciptaan Tuhan yang sangat indah.

“Untuk akses dukungan ke Terminal Tipe A, bila memang tipe A maka BBPJN wajib memberikan akses jalan nasional pada terminal ini,” ungkap Achmad.

Namun menurut pejabat di Kementrian PU ini ada kewajiban daerah yang harus dipenuhi, menyiapkan ruas selebar 25 meter untuk akses jalan nasional.

Achmad Subki menegaskan pihaknya saat ini di selatan tengah fokus menyelesaikan Pansela untuk menghilangkan disparitas ekonomi utara dan selatan.

“Nantinya akan ada 3 jalur utama di Jawa (utara, tengah dan selatan). Dari tiga jalur ini juga disiapkan jalur – jalur yang menghubungkan antara jalur utara, tengah dan selatan,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler