Connect with us

Pemerintahan

Karyawan Pabrik Luar Kota Sumbang Angka Positif Covid-19 Trenggalek

Diterbitkan

||

Ilustrasi Karyawan Pabrik. (ist)
Ilustrasi Karyawan Pabrik. (ist)

Blitar Tulungagung Musti Waspada

Memontum Trenggalek – Satu lagi tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek, yang selanjutnya disebut pasien 28 Trenggalek. Kabar tersebut disampaikan Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek, dr Murti Rukiyandari melalui teleconference di Gedung Smart Center Trenggalek.

Pasien 28 tersebut adalah seorang laki-laki (37) warga Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

Pasien 28 adalah seorang karyawan pabrik di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Pada 13 Juni 2020 pasien 28 berencana pulang ke Trenggalek menggunakan pesawat terbang sehingga melakukan pemeriksaan rapid tes di Kota Mataram dengan hasil non reaktif.

“Pada 14 Juni 2020, pasien 28 sampai di Bandara Juanda Surabaya kemudian melanjutkan perjalanan ke Trenggalek dengan menggunakan travel bersama 3 orang penumpang lain dengam tujuan Blitar dan Tulungagung. Pasien 28 tiba di Desa Sukowetan Kecamatan Karangan dalam kondisi sehat dan selanjutnya melakukan isolasi mandiri,” ucap dr Murti, Jumat (03/07/2020) siang.

Kemudian, lanjut dr Murti, pada 27 Juni 2020 pasien 28 berencana kembali ke Mataram lalu pergi ke Toko Seluler di Kota Trenggalek untuk membeli handphone dan dilanjutkan pergi ke klinik swasta untuk mencari surat keterangan sehat sebagai persyaratan perjalanan.

Di klinik tersebut pasien 28 dilakukan pemeriksaan rapid tes dengan hasil reaktif. Lalu dokter di klinik tersebut menyampaikan Informasi tersebut kepada Ketua Satgas Covid-19 Puskesmas Karangan. Kemudian pada hari itu juga Puskesmas Karangan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan tracing kasus ke Desa Sukowetan lalu pasien melaksanakam isolasi mandiri di rumah.

“Pada 28 Juni 2020, pasien 28 diantar untuk dilakukan pengambilan tes swab ke RSUD Trenggalek dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Setelah hasil Swab Tes keluar diketahui jika pasien 28 positif Covid-19 dan dipindahkan isolasinya ke Asrama Covid 1 Kabupaten Trenggalek,” imbuhnya.

Dari hasil tracing yang dilakukan oleh Puskesmas Karangan dan Dinas Kesehatan ditemukan 7 orang kontak erat pasien 28 yaitu 4 orang kontak erat yang tinggal serumah dengan pasien 28 di Desa Sukowetan yang terdiri dari ayah, istri, dan 2 orang anaknya serta ditambah 3 orang karyawan toko Seluler.

Semua kontak erat sudah dilakukan pemeriksaan rapid tes dengan hasil semuanya non reaktif.

“Kesimpulan yang didapatkan dari hasil tracing penelusuran Tim Gugus Tugas sampai saat ini adalah bahwa kemungkinan Pasien 28 terinfeksi atau terpapar virus covid-19 saat perjalanan dari Kota Mataram ke Trenggalek,” tegas dr Murti.

Untuk selanjutnya, Pemkab Trenggalek mengambil langkah pasien 28 dipindahkan ke Asrama Covid 1 Kabupaten Trenggalek untuk dipantau perkembangan kesehatannya.

“Dengan tambahan satu kasus positif covid-19 pasien 28 maka total pasien positif covid-19 Kabupaten Trenggalek adalah 28 orang, dimana 19 orang telah dinyatakan sembuh dan tersisa 10 orang lainnya yang belum sembuh. 10 orang tersebut adalah pasien nomer 20 sampai 28 yang berada dalam kondisi baik dan sedang melaksanakan isolasi di Asrama Covid 1,” tutupnya. (mil/oso)

 

Pemerintahan

Bupati Trenggalek Resmikan Kios Penunjang di Pasar Agro Bendoagung

Diterbitkan

||

oleh

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemdes Bendoagung. Itu karena, Pemerintah Desa (Pemdes) Bendoagung, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, membangun sejumlah kios penunjang di Pasar Agro, dengan maksud untuk membantu meningkatkan perekonomian bagi masyarakat desa.

Kepala Desa Bendoagung, Wahyu Widodo, mengatakan bahwa ke depan pemerintah desa juga berencana menata kios-kios lain yang berada di sekitar pasar agro. “Harapan kami, kedepannya pengelolaan kios Pasar Agro bisa dikelola oleh pemerintah desa. Sehingga, kami bisa mengembangkan ataupun menata tempat-tempat yang sekarang masih kosong dan itu bisa kami bangun untuk kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan perekonomian,” ucapnya saat ditemui, Sabtu (18/09).

Wahyu menuturkan, dalam Pasar Agro ini terdapat sebanyak 24 kios dan 30 los yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas perekonomian masyarakat. “Semoga dengan diresmikannya kios-kios ini, bisa membantu memulihkan kondisi perekonomian masyarakat. Utamanya, di tengah situasi pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Melihat upaya Pemdes Bendoagung tersebut, Bupati Trenggalek memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pemdes Bendoagung. Terlebih, di tengah masa pandemi saat ini di mana anggaran pemerintah untuk membangun infratruktur sangat terbatas.

“Alhamdulillah, ini bukti bahwa ternyata pemerintah desa pun juga bisa berinovasi,” ungkap Bupati Arifin.

Suami Novita Hardiny ini menambahkan, Pemdes Bendoagung sebelumnya meminta izin kepada Pemkab Trenggalek, dalam memanfaatkan tanah kas desa untuk kemudian dilakukan kerja sama dan kios dibangun oleh pihak ketiga kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat. “Hal ini menjadi test case bagi OPD jika ternyata ke depan dengan dikelola oleh pemerintah desa menjadi lebih baik tentu dapat menjadi pertimbangan daripada nantinya banyak aset yang kemudian tidak terawat,” jelasnya.

Apalagi tambahnya, kalau ada konsorsium antar desa-desa sekitar terus kemudian bikin BUMDes bersama yang mengelola menjadi PD pasar. “Disilahkan, nanti kita siap untuk MoU bareng-bareng. Pemkab dengan desa-desa dengan BUMDes yang lain,” lanjutnya.

Dengan demikian, nantinya setiap desa bisa menyumbang saham atau mungkin juga ada swasta yang terlibat didalamnya. “Kita akan terbuka, karena sekarang jika bergantung pada anggaran APBN, APBDes, tentu kita tidak bisa membangun apa-apa,” papar Bupati Arifin. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ajang Top BUMD Award 2021, Bupati Trenggalek Dinobatkan Jadi Top Pembina

Diterbitkan

||

Memontum Trenggalek – Berkat kepiawaiannya mendorong eksistensi BUMD di daerahnya di tengah pandemi Covid-19, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dinobatkan sebagai Top Pembina BUMD 2021 dalam ajang Top BUMD Award 2021.

Penghargaan ini sendiri diberikan kepada Gubernur/ Bupati/ Wali kota, yang BUMD-nya mendapat penghargaan di predikat bintang tertentu. Dengan dasar penilaian bahwa keberhasilan BUMD tidak lepas dari peran, kontribusi, dan dukungan kepala daerahnya.

Baca juga:

    “Alhamdulillah kita bisa mendapatkan penghargaan ini. Yang mana kita tau, BUMD di Trenggalek dalam hal ini PT. BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda) mendapatkan bintang 4 dalam ajang ini,” ungkap Bupati Arifin, Senin (13/09) tadi.

    Selain itu juga yang patut dibanggakan karena BUMD milik Pemkab Trenggalek ini berhasil menjadi salah satu terbaik, dari lebih 1.150 BUMD di seluruh Indonesia dalam event TOP BUMD Award 2021 tersebut.

    “Beberapa upaya dan dukungan diberikan Pemerintah Kabupaten Trenggalek sebagai pemegang saham pengendali PT. BPR Jwalita Trenggalek untuk dapat terus eksis di tengah pandemi Covid-19,” imbuhnya.

    “Diantaranya memberikan setoran modal secara kontinyu setiap tahun guna mendukung kegiatan bisnis dan pengembangan jaringan kantor sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah,” lanjut Bupati.

    Selain itu, masih terang Mas Ipin sapaan akrabnya, juga untuk mendukung program baru diantaranya pemberian kredit kepada ASN yang bersumber dari tambahan penghasilan pegawai.

    “Kemudian menyusun regulasi pembayaran Siltap (Penghasilan Tetap) Kepala Desa dan Perangkat Desa agar dapat dibayarkan non tunai melalui PT. BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda) sehingga membuka peluang diterbitkannya Kredit Kepala Desa dan Perangkat Desa,” terangnya.

    Dijelaskan suami Novita Hardiny ini, kerjasama pembayaran gaji secara non tunai bagi BUMD lain dan tenaga penunjang di OPD

    Pemkab Trenggalek melalui PT. BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda) ini mampu membuka peluang Kredit Pegawai BUMD dan Non ASN.

    Serta kesepakatan pemberdayaan ekonomi dan sosial di Kabupaten Trenggalek, diantaranya kerjasama penyaluran BLT dan bantuan lainnya secara non tunai dengan tujuan meningkatkan eksistensi BPR ini.
    Atas upaya-upaya yang dilakukan Bupati Trenggalek dianggap ‘Membangun Kinerja dan Layanan BUMD Tetap Produktif di Masa Pandemi Covid 19’.

    “Sekali lagi saya mengucapkan selamat untuk seluruh komisaris, jajaran direksi dan karyawan. Mewakili pemerintah dan masyarakat Trenggalek, tentunya kami bangga,” kata Bupati.

    Ia mengaku senang dengan perkembangan BPR Jwalita, karena konsisten mempertahankan prestasi.
    Perlu diketahui, TOP BUMD Award sendiri merupakan kegiatan corporate rating (penilaian kinerja BUMD) yang terbesar dan paling membanggakan di Indonesia.

    Ini merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada BUMD-BUMD terbaik di Indonesia, atas Achievement (prestasi), Improvement (perbaikan), dan Contribution (Kontribusi) BUMD yang telah dilakukan, terkait kinerja bisnis, layanan, dan kontribusi terhadap perekonomian daerah. (mil/ed2)

    Lanjutkan Membaca

    Pemerintahan

    Bupati Mochamad Nur Arifin Launching Gerakan Asuh Anak Yatim Trenggalek

    Diterbitkan

    ||

    Memontum Trenggalek – Masih dalam rangka Hari Jadi Ke 827 Kabupaten Trenggalek, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin launching Gerakan Asuh Anak Yatim. Sebagaimana diketahui, badai Covid-19 menyisakan duka bagi masyarakat di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek.

    Kehilangan keluarga, kerabat, maupun teman yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, tentu dirasakan banyak orang saat ini.

    Baca Juga:

      Diantaranya juga ada anak-anak yang menjadi yatim atau bahkan yatim piatu karena ditinggalkan orang tuanya akibat Covid-19.

      “Tentunya hak keberlangsungan hidup dan jaminan pendidikan bagi mereka harus dipikirkan. Hal ini, yang mendasari Pemerintah Kabupaten Trenggalek meluncurkan program gerakan asuh bagi anak yatim akibat Pandemi Covid-19,” ungkap Bupati Arifin, Sabtu (04/09) tadi.

      Dalam kesempatan ini Pemkab Trenggalek mengajak peran serta seluruh elemen masyarakat. Mulai dari ASN, TNI-Polri dan swasta untuk ikut ambil bagian menjadi orang tua asuh bagi mereka.

      “Semangatnya keceriaan, harapan dan keberlangsungan anak yatim akibat pandemi Covid-19 ini bisa kembali,” imbuhnya.

      “Untuk itu, hari ini kita melaunching beberapa program, diantaranya gerakan orang tua asuh untuk anak yatim piatu Covid 19,” lanjutnya.

      Dijelaskan Bupati muda ini, sesuai data yang ada sebanyak 160 anak di Trenggalek yang kehilangan orang tuanya. Nantinya, dengan program ini, anak-anak tersebut akan mendapatkan buku rekening dari Bank Jatim.

      “Untuk selanjutnya, rekening tersebut akan diisi oleh donatur. Para donatur ini diantaranya TNI Polri, ASN, swasta maupun masyarakat yang ingin berdonasi,” terang Mas Ipin sapaan akrabnya.

      Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek dr Ratna Sulistyowati menambahkan ada sekitar 700 kematian akibat Covid-19 di Trenggalek yang membuat ratusan anak menajdi anak yatim.

      “Awalnya kita berfikir diantara kematian Covid-19 pastinya ada anak yang menjadi yatim atau yatim piatu. Setelah kita cek, ternyata benar dari 700 kematian. Terdata ada 167 anak yang menjadi yatim,” terangnya.

      Dari sinilah timbul ide untuk memikirkan keberlangsungan mereka nantinya. “Alhamdulillah hal ini disambut baik oleh bupati dan kita launching dalam rangka Hari Jadi ke-827 Trenggalek,” ujar Ratna. (mil/ed2)

      Lanjutkan Membaca

      Terpopuler