Connect with us

Pemerintahan

Pasien Positif Covid-19 Trenggalek Tambah Lagi, Bupati Arifin Himbau Ini

Diterbitkan

||

Teleconference Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama awak media di gedung Smart Center. (ist)
Teleconference Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama awak media di gedung Smart Center. (ist)

Memontum Trenggalek – Kembali Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengumumkan 2 pasien terkonfirmasi positif Covid 19 baru. 2 pasien positif baru ini diumumkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama 3 Pilar di Gedung Smart Center Trenggalek.

Tambahan 2 pasien positif ini, 1 dari Desa Sukosari Kecamatan Trenggalek, laki-laki berusia 47 tahun dan selanjutnya disebut dengan Pasien 08 Trenggalek. Sedangkan untuk pasien satunya lagi dari Desa Ngulungkulon Kecamatan Munjungan, gadis berusia 17 tahun yang selanjutnya disebut dengan Pasien 09 Trenggalek.

Dijelaskan Bupati, pasien 08 memiliki riwayat perjalanan dari Sidoarjo dan pulang ke Desa Sukosari pada 14 Mei kemarin. Mengetahui kedatangan pasien 08, ketua RT setempat melaporkan hal ini kepada bidan desa.

Selanjutnya bidan desa melaporkan ke satgas Covid Puskesmas Rejowinangun. Mendapati laporan ini satgas Covid 19 Puskesmas Rejowinangun segera melangkah dengan memberikan edukasi kepada yang bersangkutan melalui sambungan telephone seluler.

“Saat proses edukasi Pasien 08 menyampaikan tidak ada keluhan, seperti batuk, pilek, demam dan gejala Covid lainnya. Karena tidak ada gejala tersebut Pasien 08 ini selanjutnya dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, serta mematuhi protokol kesehatan yang ada, pakai masker, sering cuci tangan, jaga kesehatan dan kebersihan,” kata Bupati, Sabtu (30/05/2020) malam.

Selanjutnya, apabila mendapati keluhan, yang bersangkutan juga diminta menghubungi Satgas Covid 19 Puskesmas Rejowinangun untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

2 hari usai penghimbauan, Pasien 08 masih diisiplin melakukan isolasi mandiri di rumah. Tanggal 17 Mei, Pasien 08 pergi ke toko di Desa Dawuhan dan ketemu istri pemilik toko. Keesokan harinya, Bidan desa mendapat laporan dari warga jika pasien mengalami batuk-batuk, kemudian bidan desa langsung melapor ke dokter puskesmas.

“Menerima laporan ini, dokter puskesmas kembali menghubungi yang bersangkutan untuk menanyakan keluhan dan yang lainnya. Setelah dihubungi dokter Puskesmas, Pasien 08 mengaku kalau dia pulang dari Sidoarjo karena sakit dan ijin pulang ke Trenggalek dari salah satu pabrik di Sidoarjo,” jelasnya.

Pasien 08 menceritakan, lanjut Bupati, tanggal 18 Mei telah memeriksakan diri ke RSUD dr Soedomo Trenggalek karena keluhan batuk, panas dan diberi obat serta diperiksa Rapid Test hasilnya non reaktif. Karena non reaktif pasien 08 dilakukan rawat jalan dan melakukan isolasi mandiri dirumah, serta dianjurkan untuk periksa Rapid Test ulang 1 minggu kemudian di Puskesmas Rejowinangun.

Selanjutnya pada 23 Mei Pasien 08 melakukan rapid test yang kedua di Puskesmas Rejowinangun dan hasilnya reaktif. Semenjak itu Pasien 08 dan keluarga dilakukan isolasi ketat beserta keluarga.

“Satgas Covid-19 berjasama dengan desa untuk membantu proses isolasi ketat mulai dari penyemprotan cairan desinfektan dan mencukupi kebutuhan pokok sehari hari selama isolasi ketat di rumah dilakukan,” tutur Bupati.

Namun pada 26 Mei, yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek dengan hasil swab test keluar positif.

Dari pasien 08 ini diperiksa, ada 3 kontak erat yaitu istri, anak dan istri pemilik toko Karsi. Ketiga kontak erat ini juga dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif.

Selanjutnya Pemerintah segera mengambil beberapa langkah penanganan, seperti melakukan isolasi kepada Pasien 08 di Asrama BKD dan terus memantau perkembangan penyakitnya.

Menerapkan isolasi di rumah bagi OTG pasien 08, dan menerapkan zona disiplin Physical Distancing disekitar rumah OTG.

Pemerintah juga melakukan tracing terhadap kontak erat dengan Pasien 08 pemilik toko dan karyawan toko, sekaligus toko yang pernah dikunjungi wajib dilakukan penutupan sementara. Karyawan dan pemilik toko juga wajib mengisolasi madiri di rumah.

Kemudian pemerintah menunjuk Camat Trenggalek sebagai penghubung khusus, guna memantau kesehatan dan kebutuhan OTG Pasien 08, serta menyalurkan bantuan sosial bagi KK yang terdampak penetapan zona disiplin physical distancing.

Sedangkan untuk riwayat Pasien 09, gadis 17 tahun asal Desa Ngulungkulon Kecamatan Munjungan merupakan karyawan sebuah pabrik di Surabaya.

Pasien 09 ini tinggal disalah satu ruko di Kota Surabaya. Tanggal 21 Mei yang bersangkutan pulang ke Trenggalek bersama 7 penumpang lainnya menggunakan travel Panggul dan dijemput ayahnya pada 22 Mei sekitar pukul 02.00 WIB.

Pagi harinya ayah Pasien 09 melaporkan hal ini ke satgas Covid-19 Desa Ngulungkulon dan ditindak lanjuti satgas dengan berkunjung ke kediaman yang beraangkutan. Satgas Covid 19 desa ini juga menginformasikan ini kepada Tim Puskesmas.

Tanggal 23 Mei, tim Puskesmas Munjungan melakukan tracing kepada yang bersangkutan sekaligus melakukan rapid test covid-19. Saat itu hasilnya reaktif.

“Tidak ditemukan juga tanda-tanda klinis sakit pada tubuh yang bersangkutan. Dari hasil ini Satgas Covid 19 desa ini mengisolasi Pasien 09 di SD Ngulungkulon. Selanjutnya pada 26 Mei dilakukan pengambilan specimen swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek dengan hasil Swab Test keluar dinyatakan positif,” ucap suami Novita Hardiny ini.

Masih terang Bupati, dari pasien ini yang diperiksa ada 10 kontak erat, yaitu bapak, ibu, kakek, nenek, teman kerja 2 orang alamat desa ngrambingan, sopir travel dan penumpang luar trenggalek 3 orang. Sedangkan hasil rapid test bapak, ibu, kakek dan nenek Pasien ini non reaktif.

Dalam hal ini pemerintah mengambil beberapa langkah penanganan dengan mengisolasi pasien 09 di Asrama BKD, sekaligus memantau perkembangan penyakitnya. Menerapkan isolasi di rumah bagi OTG pasien 09 di sekitar titik isolasi mandiri OTG.

Melakukan tracing terhadap kontak erat dengan pasien 09 serta menetapkan kawasan disiplin physical distancing. Menunjuk Camat Munjungan sebagai penghubung khusus, guna memantau kesehatan dan kebutuhan OTG pasien 09, serta bantuan sosial bagi KK yang terdampak penetapan zona disiplin physical distancing.

Serta melakukan disinfeksi berkala serta pembagian masker disekitar kawasan physical distancing.

“Dari tambahan 2 kasus positif ini, belum ada transmisi lokal dan semua kasus positif merupakan transmisi luar,” tegasnya.

Menyikapi penambahan pasien baru ini, pria yang akrab disapa Gus Ipin ini meminta semua gugus tugas yang ada di checkpoin untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang peduli melaporkan kejadian di sekitar dan segera melaporkan kepada gugus tugas yang ada. Hal ini tentunya sangat membantu kerja gugus tugas sekaligus meminimalisir penyebaran Covid 19.

Meskipun lebaran sudah terlewat, Nur Arifin juga tetap menghimbau kepada masyarakat di perantuan untuk tetap menunda mudik, guna mengurangi resiko penyebaran.

“Saya juga meminta maaf kepada masyarakat dengan terpaksa meniadakan tradisi Kupatan di tahun ini. Sebagai gantinya pihaknya menyiapkan sejumlah paket ketupat yang bisa diakses dari rumah melalui platform ojek online lokal Bloojek,” tutup Bupati.

Terakhir pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, meskipun kondisi new normal itu diberlakukan sekalipun, kewaspadaan terhadap pandemi tidak boleh dikendurkan. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Masuk Trenggalek Wajib Bawa Surat Rapid Test

Diterbitkan

||

Kalaksa BPBD Trenggalek, Joko Rusianto saat dikonfirmasi usai rapat di Aula gedung DPRD. (ist)
Kalaksa BPBD Trenggalek, Joko Rusianto saat dikonfirmasi usai rapat di Aula gedung DPRD. (ist)

Kalaksa BPBD Trenggalek Beri Penjelasan

Memontum Trenggalek – Tiap warga yang masuk ke Kabupaten Trenggalek harus diwajibkan membawa surat Rapid Test atau Swab Tes, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Trenggalek Joko Rusianto ungkap alasannya.

Meski rencananya check point akan ditiadakan namun hal tersebut masih menunggu keputusan dari Bupati Trenggalek, M Nur Arifin.

Pihaknya mengatakan untuk check point paling tidak akhir bulan Juli mendatang masuk tahap akhir atau sampai ada keputusan dari Bupati Trenggalek apakah masih akan dilanjutkan atau tidak.

Petugas yang ada di lapangan juga masih menunggu Surat Keputusan Bupati terkait kelanjutan keberadaan check point yang ada di 3 titik pintu masuk Kabupaten Trenggalek.

“Yang jelas di Check Point sendiri untuk saat ini sangat diperlukan, dan perlu adanya peningkatan kwalitas pemeriksaan,” ucap Joko saat dikonfirmasi, Kamis (02/07/2020) pagi.

Jika sebelumnya masyarakat yang masuk Trenggalek dan melewati check point hanya di cek suhu tubuh dan di semprot desinfektan, untuk selanjutnya masyarakat luar kota yang masuk harus diwajibkan membawa surat Rapid Test.

“Kalau sudah membawa surat Rapid Test minimal aman untuk orang itu sendiri. Syukur kalau ditambah surat Swab Tes dari daerah asalnya,” imbuhnya.

Jadi, lanjut Joko, di Trenggalek sendiri pemberlakuan era New Normal justru dimanfaatkan masyarakat untuk beraktifitas seperti sedia kala.

Justru angka penyebaran Covid-19 bertambah. Tentunya ini menjadi perhatian buat Pemerintah Daerah agar angka pasien positif tidak bertambah meski sudah diberlakukan New Normal.

Ia juga mengingatkan kepada Satgas Covid-19 di Desa untuk aktif menerima informasi adanya masyarakat dari luar Trenggalek setidaknya dengan berbekal surat Rapid Test atau Swab Tes.

BPBD menyebut, terkait efisiensi check point atau Satgas Covid-19 di desa adalah satu kesatuan. Jadi setelah ada masyarakat yang masuk melalui check point, datanya nanti akan diteruskan ke Satgas Desa.

“Jika memang check point nanti dihentikan, tentu perlu adanya kesadaran masyarakat bahwa era New Normal ini bukan membebaskan masyarakat semaunya sendiri. Akan tetapi tetap harus mengutamakan koridor kesehatan yang ada,” kata Joko.

Meski di Kabupaten Trenggalek masih tergolong zona kuning dengan tingkat penyebaran Covid-19 rendah, tercatat sampai saat ini total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ada 27. Diantaranya 19 sembuh, 8 lainnya masih menjalani isolasi mandiri di Asrama Covid guna dipantau perkembangan kesehatannya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

1 Sembuh, Trenggalek Tambah 4 Pasien Positif Covid-19

Diterbitkan

||

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek dr Murti Rukiyandari saat teleconference di gedung Smart Center. (ist)
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek dr Murti Rukiyandari saat teleconference di gedung Smart Center. (ist)

Total 27, 19 Orang Sembuh

Memontum Trenggalek – Sampaikan Perkembangan Covid-19 di kota Keripik Tempe, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek dr Murti Rukiyandari menyatakan 1 pasien sembuh dan adanya penambahan pasien positif 4 orang.

Berdasarkan informasi yang disampaikan secara virtual, 1 pasien yang dinyatakan sembuh Covid-19 dalah pasien 16 yakni seorang laki-laki (80) warga Desa Ngrencak Kecamatan Panggul.

Pasien 16 dinyatakan sembuh setelah Hasil Swab 2x berturut-turut dengan hasil Negatif Covid-19. Selanjutnya RS telah mengeluarkan surat keterangan sehat untuk Pasien 16 dan dinyatakan aman untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat.

“Selain 1 pasien dinyatakan sembuh, kali ini kami juga menyampaikan adanya penambahan 4 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek,” ucap dr Murti, Rabu (01/07/2020) siang.

Pasien baru tersebut adalah pasien 24 seorang wanita (25) dari Desa Terbis Kecamatan Panggul, pasien 25 wanita (56) dari Desa Terbis Kecamatan Panggul, pasien 26 wanita (32) dari Desa Panggul Kecamatan Panggul dan pasien 27 wanita (43) dari Desa Mlinjon Kecamatan Suruh.

Adapun riwayat perjalanan atau indikasi resiko tertular pasien 24 dan 25 adalah keduanya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Surabaya. Keduanya berangkat ke Surabaya menggunakan travel bersama 1 orang lainnya dari Bandung. Sesampainya di rumah majikan di Surabaya, kedua pasien tinggal dalam 1 kamar bersama 1 ART lain dari Malang.

“Lantas majikannya meminta semua ART untuk melakukan PCR test. Namun tidak dilakukan rapid test. Setelah Hasil swab PCR keluar, dinyatakan pasien 24, 25 dan 1 orang ART terkonfirmasi Positif Covid-19 dan oleh majikannya dianjurkan untuk pulang dan disuruh melapor ke Fasilitas Kesehatan masing-masing,” imbuhnya.

Puskesmas Panggul mendapatkan informasi dari Klinik Swasta bahwa ada pasien Positif covid 19 berada di pertigaan Loji Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul yang baru saja pulang dari Surabaya dengan membawa hasil Swab positif.

Sedangkan riwayat perjalanan atau indikasi resiko tertular Pasien 26 adalah pasien bekerja sebagai Karyawan Pembangkit Listrik Pacitan di Bagian Logistik. Dalam perjalanannya pasien pulang pergi Trenggalek-Pacitan menggunakan sepeda motor.

“Sebelumnya pasien 26 sempat mengeluh sakit gigi namun tidak berobat. Saat Puskesmas Panggul menerima informasi jika pasien 26 bekerja di PLTU Pacitan, dilakukan tracing dan pemeriksaan Rapid Test dengan hasil reaktif. Dan selanjutnya dilakukan pengambilan Swab Tes di RSUD dr Soedomo Trenggalek dengan hasil positif Covid-19,” tegas dr Murti.

Untuk pasien 27, indikasi tertularnya Covid-19 adalah saat pasien bersama suami dan anaknya mudik ke Trenggalek dari kota PSBB Surabaya. Sesampainya di Trenggalek, langsung melapor ke Satgas Desa dan semuanya dalam kondisi sehat tanpa keluhan.

Namun saat tim tracing dari Puskesmas Suruh melakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan Rapid Tes, menunjukkan jika hasilnya pasien 27 Reaktif, namun Suami dan anaknya Non Reaktif. Dengan hasil Swab Tes juga dinyatakan pasien 27 positif Covid-19.

“Dari penambahan 4 pasien positif ini, Pemerintah Daerah mengambil sejumlah langkah diantaranya memindahkan pasien 24, 25, 26 dan 27 agar melakukan isolasi di ASCOV 1 BKD Trenggalek untuk dipantau perkembangan kesehatannya,” jelasnya.

Lebih lanjut dr Murti menambahkan, elakukan edukasi dan menerapkan isolasi mandiri di Rumah bagi kontak erat/OTG pasien24, 25, 26 dan 27, dengan pengawasan secara ketat oleh Satgas Desa Terbis, Panggul dan Mlinjon

Melakukan tracing dan pendalaman lebih lanjut terhadap kontak erat Pasien24, 25, 26 dan 27. Menetapkan kawasan disiplin physical distancing di sekitar titik isolasi mandiri OTG pasien24, 25, 26 dan 27.

Melakukan desinfeksi berkala edukasi, edukasi dan pembagian masker di lingkungan sekitar titik isoman OTG pasien24, 25, 26 dan 27.

“Dengan tambahan 4 kasus positif dan 1 kasus sembuh pada hari ini, maka total pasien positif Covid-19 Kabupaten Trenggalek sampai saat ini adalah 27 orang. Dimana 19 orang telah dinyatakan sembuh dan tersisa 8 orang yang blm sembuh yaitu pasien 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26 dan 27 yang saat ini dalam kondisi baik menjalani isolasi di ASCOV 1 BKD Trenggalek,” ungkap dr Murti. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Begini Cara Hajatan Era New Normal Trenggalek

Diterbitkan

||

Begini Cara Hajatan Era New Normal Trenggalek

Memontum Trenggalek – Setelah melakukan audiensi terkait pembukaan kembali kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, event maupun pentas seni, Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek menggelar simulasi hajatan di era New Normal.

Diikuti dari para pekerja Sor Terob seperti penyediaan jasa peralatan pernikahan, catering, sound sistem, musisi maupun perias (MUA), simulasi hajatan ini diharapkan bisa diterapkan meski dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Suasana hajatan di era New Nirmal yang disimulasikan di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. (ist)

Suasana hajatan di era New Nirmal yang disimulasikan di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. (ist)

“Jadi di era New Normal, konsep hajatan yang diperbolehkan adalah untuk undangan dibatasi per satu waktu dan ruangan hanya 30 orang saja. Sehingga undangan akan dilakukan bertahap dan tetap menjaga protokol kesehatan,” ucap M Nur Arifin, Selasa (30/6/06/2020) sore.

“Ia menegaskan jika ini akan menjadi awal penting untuk memasuki era yang baru, di era new normal. Dan dimohon untuk menyebarkan kabar ini kepada seluruh masyarakat, apabila ingin menggelar hajatan (pernikahan) agar mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Tadi juga sudah kita lihat mulai masuk ke lokasi pernikahan ada pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker dan mencuci tangan atau dengan menggunakan hand sanitizer,” imbuhnya.

Pihaknya juga konsen kepada keluarga besan yang dari luar Trenggalek agar wajib menyertakan surat sehat, surat Rapid Test non reaktif maupun PCR negatif Covid-19.

Selanjutnya, Satgas Desa juga diminta untuk memastikan setiap desa hanya diperbolehkan untuk 1 hajatan ditempat tersebut. Sehingga gugus tugas dalam hal ini 3 pilar bisa mengontrol protokol kesehatannya.

“Yang berbeda hajatan di era New Normal ini nantinya adalah memakan waktu yang lebih lama. Mengingat undangan yang hadir harus bergantian per 30 orang saja,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan dalam setiap acara hajatan di era new normal wajib menggunakan vendor lokal. Dan tidak diperkenankan memakai vendor dari luar Trenggalek. Dengan harapan sejauh ini masih diyakini untuk transmisi lokal penyebaran Covid-19 belum ada di Trenggalek.

Terkait konsumsi, suami Novita Hardiny ini menyampaikan agar disiapkan take away atau dibawa pulang, tidak disajikan untuk makan di tempat acara.

“Dengan begitu tamu undangan yang hadir tidak ada alasan untuk berlama-lama,” tegas Nur Arifin.

Bupati meyakini jika dalam setiap bentuk keramaian, hajatan atau apapun harus mendapatkan ijin dari Satgas Desa. Apabila tidak mematuhi, 3 pilar akan mengingatkan terlebih dahulu sebelum acara dimulai. Makanya hanya diperbolehkan di 1 desa hanya boleh 1 acara hajatan dalam 1 hari, agar Satgas Desa bisa memastikan.

Terkait sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada, maka acara akan dihentikan. Dan akan boleh dilanjutkan jika sudah mematuhi protokol kesehatan sesuai arahan dari Satgas Covid-19 Desa.

“Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk dibuka kembali kegiatan masyarakat. Dan yang akan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan itu nantinya adalah Satgas Covid-19 di tiap-tiap Desa,” tutupnya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler