Connect with us

Hukum & Kriminal

3 Pembakar Orang Trenggalek Terciduk, 2 DPO

Diterbitkan

||

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (mil)
Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (mil)

Memontum Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek berhasil mengamankan 3 pelaku yang diduga melkauan penganiayaan terhadap korban hingga tega membakar tubuh korban. Berdasarkan informasi yang diterima, tanpa sebab yang jelas 5 pemuda di Kecamatan Gandusari nekat menghajar 3 pemuda yang melintas di jalanan.

Tak hanya menganiaya korban, para pelaku juga membakar korban dengan menggunakan BBM. Akibatnya korban mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian tubuhnya.

Kapolres Trenggalek AKBP Jeans Calvinj Simanjuntak mengatakan kejadian penganiayaan ini diketahui terjadi kemarin sekitar pukul 02.00.

“Kejadiannya sekitar pukul 02.00 dini hari saat kedua kelompok remaja tersebut berpapasan disekitar lokasi yang ada di Dusun Pojok Desa Ngrayung Kecamatan Gandusari,” ungkap Kapolres, Rabu (27/05/2020) sore.

Dijelaskan Kapolres, pelaku berjumlah 5 orang yakni berinisial Joko, Rio, Asep, BM dan WN. Kelima pelaku tersebut memburu korban hingga salah satu korban terjatuh.

Selanjutnya, kelima pelaku mendatangi korban IM dan YY untuk diinterogasi. Tak sampai disitu, pelaku juga mengambil handphone milik korban IM.

“Pada saat melihat isi percakapan di grup handphone milik korban IM, salah satu pelaku meminta IM untuk menghubungi korban N (temannya) yang tinggal di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari agar menjemput korban dengan alasan motornya kehabisan bensin,” imbuhnya.

Saat teman korban, lanjut Kapolres, datang dengan membawa bensin, tanpa sebab yang jelas kelima pelaku langsung menganiaya ketiga korban. Dan menggunakan bensin tersebut untuk disiram ke tubuh korban N dan membakarnya.

Dari kelima pelaku, polisi berhasil menangkap 3 pelaku. Sedangkan 2 pelaku berinisial BM dan WN lain masih dalam pengejaran. Dalam aksinya ini, petugas tak membutuhkan waktu lama untuk menangkap 3 pelaku penganiaya berujung pembakaran.

“Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti diantaranya botol bekas bensin, Handphone, Cadar, jaket, kaos dan beberapa barang bukti lain,” terang Kapolres.

Hingga berita ini diturunkan ketiga pelaku masih harus menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

“Terhadap pelaku akan dikenakan pasal 170 ayat (2), 351 ayat (2), dan 365 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Dari informasi yang didapat, korban N sempat menjalani perawatan di rumah sakit hingga akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Malang. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Polres Trenggalek Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Baby Lobster

Diterbitkan

||

BARANG BUKTI : Kapolres Trenggalek tunjukkan barang bukti puluhan ribu baby lobster yang gagal diselundupkan
BARANG BUKTI : Kapolres Trenggalek tunjukkan barang bukti puluhan ribu baby lobster yang gagal diselundupkan

Memontum Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan ribu baby lobster di wilayahnya. Pelaku yang mengangkut baby lobster tanpa dilengkapi dokumen yang sah tersebut ditangkap saat melintas di jalan raya Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan pengungkapan kasus penyelundupan baby lobster tersebut merupakan yang terbesar yang pernah diungkap oleh jajaran Polres Trenggalek. “Ini adalah kasus terbesar yang berhasil diungkapkan Polres Trenggalek,” ucap Kapolres Doni, Minggu (09/08/2020) siang.

Dikatakan Kapolres, kemarin sore telah diamankan seorang pelaku berinisial AN asal Kabupaten Pacitan yang membawa total 41.786 ekor baby lobster. Dia dbawa ke Mapolres Trenggalek untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Baby lobster yang terdiri dari jenis pasir sebanyak 39.576 ekor dan jenis mutiara 2.210 ekor tersebut dimasukkan dalam 9 box dan diangkut menggunakan kendaraan kijang innova warna hitam,” jelasnya.

Berdasarkan hasil interogasi, baby lobster tersebut diambil pelaku dari pengepul inisial KO warga Kecamatan Panggul dan menurut rencana akan dibawa ke Kabupaten Pacitan. “Kasus ini masih terus kita dalami siapa saja dan jaringan yang terlibat,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, Kabupaten Trenggalek merupakan wilayah pesisir yang memang memiliki kerawanan cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya telah membentuk satu tim khusus yang bertugas mengungkap kasus-kasus yang berkaitan dengan kejahatan kelautan dan perikanan termasuk penyelundupan baby lobster dari perairan Trenggalek.

“Ini adalah keberhasilan dari Tim Khusus yang kita bentuk bekerjasama dengan Polsek,” tegasnya. (mil/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pengedar Sabu Lintas Kota Diringkus Polisi Trenggalek

Diterbitkan

||

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya
Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya

Memontum Trenggalek – Kembali Jajaran Satresnarkoba Polres Trenggalek berhasil membongkar jaringan pengedar Narkoba diduga jenis sabu-sabu lintas kota. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti sabu dengan total berat kotor 2,13 gram yang dibagi menjadi 3 pocket.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengungkapkan, jajaran Satrenarkoba Polres Trenggalek berhasil mengamankan seorang pelaku yang diketahui mengedarkan dan juga memakai obat-obatan terlarang jenis sabu-sabu.

“Kembali Satresnarkoba berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu-sabu dan mengamankan seorang pelaku atas nama Slamet Arifin warga Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Pelaku ditangkap pada tanggal 4 Juli 2020 sekira pukul 22.30 di pinggir jalam masuk desa Baruharjo Kecamatan Durenan,” ungkap Kapolres, Kamis (06/08) sore.

Penangkapan ini berawal dari informasi yang menyebutkan, pelaku akan melakukan transaksi dengan salah satu orang bernama Untung sebanyak 3 paket. Dimana paket tersebut diambil dari seseorang bernama Marunce seharga Rp 3,5 juta. “Rencananya pelaku akan menjual barang tersebut kepada Untung seharga Rp 4,5 juta,” imbuhnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku akan mengedarkan barang haram tersebut di daerah Trenggalek dengan perantara Untung. Saat digeledah, petugas menemukan satu paket narkotika yang diduga jenis sabu-sabu dalam kemasan plastik klip kecil dengan berat kotor 0,73 gram, dan dua paket sabu masing-masing berat kotor 0,70 gram. Barang bukti tersebut dimasukkan dalam bekas bungkus rokok dan disimpan dalam saku celana depan sebelah kanan.

Menurut pengakuan pelaku, selain menjadi pengedar ia juga sekaligus menggunakan narkoba jenis sabu-sabu ini sebagai dopping. “Saya memakai sabu-sabu ini untuk dopping kerja. Dan yang 3 paket itu memang sengaja ada pesanan, jadi saya carikan,” tutur Slamet.

Ia mengaku sudah 3 kali mengedarkan sabu-sabu ini kepada Untung. Itupun juga baru dilakukan selama 2 bulan terakhir. Hingga berita ini ditulis, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

“Kalau hasil penjualan tidak banyak, untuk 1 paket saya hanya mengambil untung Rp 100-200ribu. Dan hanya cukup untuk membeli bensin dan rokok,” katanya.

Atas perbuatannya ini, pelaku dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. (mil/syn)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Bayi Cantik Trenggalek Tergeletak dalam Dapur

Diterbitkan

||

Kondisi bayi laki-laki yang ditemukan usai mendapat penanganan medis. (ist)
Kondisi bayi laki-laki yang ditemukan usai mendapat penanganan medis. (ist)

Memontum TrenggalekPenemuan bayi yang diduga baru saja dilahirkan di dapur rumah salah satu warga Desa Pandean, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek sontak membuat geger warga sekitar. Bayi berjenis kelamin perempuan ini ditemukan warga dalam keadaan sehat.

Dikonfirmasi terkait adanya penemuan bayi perempuan ini, Kapolsek Durenan AKP Sholihin membenarkan hal tersebut. “Penemuan bayi ini memang benar, diduga bayi perempuan ini baru saja dilahirkan,” ungkap Sholihin, Senin (26/07/2020) siang.

Kondisi, lanjut Kapolsek, bayi masih hidup dan masih bersatu dengan tali pusarnya. Bayi malang ini ditemukan dibelakang dapur rumah milik warga yang berada didekat jembatan merah talok Desa Pandean.

“Awalnya pemilik rumah mendengar suara tangisan bayi. Saat dicari sumber suara tersebut, pemilik rumah melihat ada sesuatu yang terbungkus kain (Jarit) motif bunga-bunga. Kira-kira kejadiannya pukul 22.00 malam,” imbuhnya.

Mengetahui adanya penemuan bayi ini, pihaknya langsung datang ke TKP untuk mengecek kondisi si bayi. Hingga berita ini diturunkan, pelaku pembuangan bayi masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Saat ini bayi tersebut sudah dibawa ke rumah sakit untuk selanjutnya menjalani perawatan. Agar bisa dipantau perkembangan kesehatannya,” pungkas Kapolsek.

Dugaan sementara, bayi tersebut sengaja dibuang oleh orang tuanya. Dan petugas terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Humas RSUD Dr Soedomo Trenggalek, Sudjiono menerangkan jika bayi perempuan dengan berat 2,78 kg dan panjang 45 cm ini menjalani perawatan diruang Matahari.

“Alhamdulillah setelah dicek secara menyeluruh, kondisi bayinya sehat,” tutur Sudjiono. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler