Connect with us

Hukum & Kriminal

Dendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek

Diterbitkan

||

Dendam Lama, Bacok Tetangga Sendiri di Hutan Kampak Trenggalek

Memontum Trenggalek – Diduga korban dendam lawas, seorang warga Desa Pakel Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek ditemukan tewas mengenaskan di pinggiran hutan Kampan Trenggalek.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan bersimbah darah akibat luka bacok yang diketahui dilakukan oleh pelaku yang merupakan tetangganya sendiri. Jenazahnya sempat ditutupi dedaunan.

Pembunuhan tragis akibat dendam lama yang terjadi di kawasan hutan Kecamatan Kampak Trenggalek. (ist)

Pembunuhan tragis akibat dendam lama yang terjadi di kawasan hutan Kecamatan Kampak Trenggalek. (ist)

Tidak lama, pelaku pembunuh Katiran segera diringkus anggota Polsek Watulimo. Yakni bernama Supriyadi, warga Pakel Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek.

Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kapolsek Watulimo AKP Suradji mengatakan jika korban bertemu dengan pelaku di hutan.

“Kejadiannya sekira pukul 12.30 siang, saat korban Katiran usai mencari rumput. Dalam perjalanan pulang, korban bertemu dengan pelaku yakni Supriyadi yang disaat yang sama pelaku sedang menggarap lahan di hutan itu,” ungkap Kapolsek saat dikonfirmasi, Kamis (30/04/2020) pagi.

Ditegaskan Kapolsek jarak rumah antara korban dan pelaku hanya sekitar 50 m saja. Saat bertemu, keduanya sempat mengungkit cerita masa lalu. Hingga korban mencemooh pelaku dengan kata-kata yang tak pantas.

Tak terima dengan ucapan korban, pelaku tak kuat menahan amarah hingga akhirnya pelaku membunuh korban dengan tragis.

“Kejadian pembunuhan ini terjadi di kawasan hutan Perhutani petak 38 G, RPH Kampak Desa Pakel Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek,” imbuhnya.

Korban meninggal dunia setelah pelaku menyabit kepala korban hingga mengalami luka parah. Seketika itu korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Setelah mengetahui korban terjatuh dan tak berdaya, pelaku menutupi kepala korban menggunakan daun. Sedangkan sepeda motor milik korban dibuang ke dasar jurang,” kata Kapolsek.

Tak berselang lama, dugaan pembunuhan itu terungkap setelah pelaku menyerahkan diri ke Polsek Watulimo dan mengaku baru saja memukul korban dengan sabit di tengah hutan.

Selanjutnya pihak kepolisian melakukan evakuasi terhadap korban di lokasi kejadian.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku akan dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, sub pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Advertisement
1 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: Usai Habisi Nyawa Tetangga, Pria Trenggalek Serahkan Diri ke Polisi - Memontum Trenggalek

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukum & Kriminal

Ertiga Lawan Mitsubishi di Jalan Trenggalek-Tulungagung, Delapan Orang Masuk RSUD

Diterbitkan

||

oleh

Ertiga Lawan Mitsubishi di Jalan Trenggalek-Tulungagung, Delapan Orang Masuk RSUD
LAKA: Kondisi pasca Laka Lantas antara kendaraan Suzuki Ertiga dengan Mitsubishi L300 di ruas jalan Trenggalek-Tulungagung. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang melibatkan kendaraan mobil Suzuki Ertiga dengan Mitsubishi L300 terjadi di ruas jalan nasional Trenggalek-Tulungagung, tepatnya di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (02/10/2022) sekitar pukul 15.20. Akibat kejadian itu, sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan medis di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasat Lantas Polres Trenggalek melalui Kanit Laka, Iptu Singgih, mengatakan bahwa kejadian berawal dari kendaraan Ertiga yang melaju terlalu ke kanan dan terlibat Laka dengan Mitsubishi. “Laka Lantasnya terjadi antara kendaraan Suzuki Ertiga Nopol AG 1180 YO yang dikemudikan Anggris Soedarbo, saat bersama bersama istri Tyas dan anaknya Khaila. Kendaraan itu, bergerak dari arah Timur ke Barat dan tiba-tiba melaju terlalu ke kanan hingga melebihi batas jalan. Akibatnya, kendaraan itu kemudian bertabrakan dengan kendaraan Mitsubishi L300 Station Nopol AG 1340 SE, yang dikemudikan Mulyono bersama enam penumpang lainnya yang melaju dari arah Barat ke Timur (lurus),” ungkapnya, Senin (03/10/2022) pagi.

Baca Juga :

Kuatnya benturan kendaraan, tambahnya, untuk proses evakuasi korban harus turut melibatkan Tim Gabungan dari Basarnas, Damkar dan Polisi. Mengingat, ada dua korban yang terjepit di kendaraan Suzuki Ertiga. Dua korban ini, mengalami luka cukup parah, yakni mengalami patah tulang. “Jika melihat kedua kendaraan yang mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan, diduga laju kendaraan sangat cepat,” kata Iptu Singgih.

Pihaknya menyebut, jika saat kecelakaan kondisi cuaca gerimis dan menyebabkan jalanan licin. Akan tetapi, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kecelakaan di Trenggalek itu. Utamanya, penyebab mobil Ertiga terlalu melaju ke kanan.

“Keterangan awal di TKP, pengemudi kendaraan Suzuki Ertiga capek dan mengantuk (mikro sleep). Tapi ini masih akan dilakukan penyidikan mendalam oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Trenggalek,” jelasnya. (mil/gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Kapolres Trenggalek Pimpin Pemakaman Anggota yang Jadi Korban Insiden Stadion Kanjuruhan

Diterbitkan

||

oleh

Kapolres Trenggalek Pimpin Pemakaman Anggota yang Jadi Korban Insiden Stadion Kanjuruhan
PEMAKAMAN: Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, saat memimpin prosesi pemakaman Briptu Fajar Yoyok Pujiono. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, memimpin langsung prosesi upacara pemakaman Briptu Fajar Yoyok Pujiono, yang dilaksanakan di rumah duka, tepatnya di Desa Sukosari, Kecamatan Trenggalek dan dilanjutkan ke pemakaman umum setempat, Minggu (02/10/2022) sore. Tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir, pun turut mengiringi prosesi pemakaman almarhum.

Sebagaimana diberitakan, dalam insiden Stadion Kanjuruhan, Sabtu (01/10/2022) malam, sedikitnya 125 orang meninggal. Dua diantaranya, adalah anggota dari kepolisian, yang salah satunya adalah almarhum. Briptu Fajar Yoyok Pujiono sendiri, merupakan Bintara polisi yang merupakan anggota Polsek Dongko yang bertugas sebagai personel BKO dalam pengamanan pertandingan Arema melawan Persebaya.

“Keluarga besar Polres Trenggalek berduka atas gugurnya satu personel, pada saat pengamanan sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang. Dan hari ini, kita laksanakan prosesi upacara pemakaman secara dinas,” tegas Kapolres Trenggalek.

Baca Juga :

Ratusan personel yang merupakan anggota Polres Trenggalek dan rekan kerja almarhum, pun turut hadir dan mengikuti rangkaian prosesi pemakaman tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang terlihat tak kuasa menahan kesedihan dan menitikkan air mata.

“Selaku pribadi dan pimpinan, kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima amal ibadahnya dan bagi keluarga diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan,” imbuhnya.

Semasa hidup, Briptu Fajar Yoyok Pujiono dikenal sebagai sosok yang berintegritas. Semua tugas maupun pekerjaan yang diembannya, selalu diselesaikan dengan baik. Almarhum mengawali karirnya sebagai Bintara Polri pada tahun 2014 yang lalu.

Sebelum menjadi anggota organik Polres Trenggalek, Briptu Fajar Yoyok Pujiono, pernah berdinas di Ditsabhara Polda Jatim tahun 2016. Kemudian, dipercaya sebagai anggota unit Turjawali Satsamapta Polres Trenggalek dan terakhir sebagai Bintara Polsek Dongko dan Bhabinkamtibmas Desa Watuagung Kecamatan Dongko.

Sementara itu, Suwarno, mertua korban mengaku menerima kabar kematian Briptu Fajar Yoyok Pujiono, dari kerabatnya yang tidak lain adalah anggota kepolisian juga. Dirinya juga tidak memiliki firasat apapun, sebelum Briptu Fajar Yoyok Pujiono, meninggal dunia. “Dia adalah sosok menantu yang baik dengan istri dan keluarganya. Tidak ada firasat apapun saat dia akan pergi bertugas. Semua berjalan seperti biasanya,” kata Suwarno.

Sepekan sebelumnya, Briptu Fajar Yoyok Pujiono sempat berbincang-bincang dengan mertuanya soal mobil dan kompor listrik. Momen itulah yang menjadi kenangan terakhir dirasakan Suwarno dengan menantunya Briptu Fajar Yoyok Pujiono. (mil/gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Operasi Sikat Semeru 2022, Polres Trenggalek Ungkap Tujuh Tersangka Kejahatan

Diterbitkan

||

oleh

Operasi Sikat Semeru 2022, Polres Trenggalek Ungkap Tujuh Tersangka Kejahatan
RILIS: Suasana rilis hasil Operasi Sikat Semeru 2022 di halaman Mapolres Trenggalek. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Petugas Polres Trenggalek berhasil mengungkap enam kasus dengan tujuh tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2022, yang dimulai sejak 19 hingga 30 September 2022. Sejumlah keberhasilan itu, dirilis di Polres Trenggalek, Jumat (30/09/2022) tadi.

Kapolres Trenggalek, AKBP Alith Alarino, mengungkapkan jika keseluruhan target bisa diungkap jajaran Kepolisian. “Jadi, hari ini kita melaksanakan pers release hasil Operasi Sikat Semeru 2022. Dan alhamdulilah, keseluruhan target operasi bisa kita ungkap,” terangnya.

Salah satu tersangka adalah SGT, warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Dirinya ditangkap atas dugaan kasus Curanmor. Dari hasil pengembangan, lanjut Kapolres, petugas berhasil mengamankan GNW, warga Desa Jati Mulyo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.

“Diketahui, GNW ini bertindak sebagai penadah sepeda motor hasil kejahatan SGT,” imbuhnya.

Masih terang Kapolres, pada Selasa (20/09/2022) lalu, petugas menangkap seorang pria berinisial AA, yang merupakan warga Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Pelaku diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan satu unit Handphone.

Baca juga:

“Selain itu, petugas juga berhasil menangkap AR, warga Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi yang diduga sebagai pelaku pencurian televisi LED di rumah warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek,” terang Kapolres Trenggalek.

Satreskrim Polres Trenggalek juga mengamankan MAG warga Kecamatan Karangan, Trenggalek, terkait kasus Sajam. Kemudian, tersangka berinisial MNA, asal Gondang, Kabupaten Tulungagung, yang ditangkap pada hari Rabu (28/09/2022) karena telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan 1 unit sepeda motor.

Sedangkan satu pelaku terakhir adalah BF, warga Kecamatan Tugu, Trenggalek dalam kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau jambret. “Keberhasilan ini tentu selain karena keuletan dan integritas tinggi anggota, tetapi juga doa dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Trenggalek,” jelasnya.

Kapolres menegaskan, bahwa kegiatan ungkap kasus tindak pidana ini akan terus berlanjut dan tidak hanya dilakukan saat Operasi Sikat Semeru saja. “Kepada masyarakat, kami berpesan agar selalu hati-hati dan waspada dalam menyimpan dan menjaga barang berharga, salah satunya adalah sepeda motor,” pesan Kapolres Trenggalek. (mil/gie)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler