Connect with us

Pemerintahan

Bupati Trenggalek : Bantuan Sosial Tunai akan Diberikan ke Masyarakat atau 100 Ribuan KK

Diterbitkan

||

Memontum Trenggalek – Usai mengikuti video conference dengan Menteri Sosial RI di gedung Smart Center, Bupati Trenggalek sampaikan pernyataan bahwa Pemerintah segera mengucurkan bantuan tunai untuk meringankan beban masyarakat di tengah masa pandemi.

Bupati mengatakan jika Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan sosial tunai kepada masyarakat. “Kita mendapatkan kepastian dari Pemerintah Pusat, Kementrian Sosial, bahwa akan ada bantuan sosial tunai,” ungkap Bupati, Kamis (16/04/2020) sore.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat diwawancarai pers. (ist)

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat diwawancarai pers. (ist)

Dikatakan Bupati, dalam waktu dekat kuota per-Kabupaten akan diumumkan.

“Yang jelas bantuan ini berupa kartu yang bisa dipakai di Bank Himbara, kemungkinan besar jaringan Bank BNI dan BRI, kita lihat nanti seperti apa,” imbuhnya.

Untuk sasaran yang dikirim, lanjut Bupati, diantaranya 15 ribu PKS yang belum tercover BPNT maupun PKH yang akan diprioritaskan. Terkait hal itu, Pemkab Trenggalek juga akan bersinergi dengan depo-depo yang ada.

“Kami tadi ijin kepada Pak Menteri, yang diberikan kartu nanti diwajibkan membeli produk-produk lokal, seperti pertanian, perkebunan, maupun peternakan, sehingga memutar perekonomian di Trenggalek juga,” kata suami Novita Hardiny ini.

Bupati Nur Arifin juga berharap bahwa sasaran penerima tidak tumpang tindih. Untuk PKH sudah otomatis mendapat BPNT, sedangkan di luar PKH, Bupati mengingatkan jangan sampai double.

“Datanya nanti akan disimpulkan untuk bantuan dari Pemerintah Pusat, sedangkan untuk yang lain nanti akan kita cover dari Pemerintah Kabupaten,” tuturnya.

Masih terang Bupati, Pemerintah Provinsi juga ada program, dan bagi yang belum dapat nanti bisa menghubungi Desa, karena ada BLT di tingkat Desa.

“Sasaran penerima yang akan diintervensi bantuan baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi hinngga Kabupaten, ada kurang lebih 100 ribu Kepala Keluarga,” tutup Bupati. (mil)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pemerintahan

Bupati Arifin Resmi Lantik Edy Supriyanto sebagai Sekda Trenggalek

Diterbitkan

||

oleh

Bupati Arifin Resmi Lantik Edy Supriyanto sebagai Sekda Trenggalek
LANTIK: Suasana pelantikan Sekretaris Daerah baru oleh Bupati Trenggalek di Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, resmi melantik Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek yang baru di Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Rabu (28/09/2022) tadi. Jika sebelumnya jabatan Sekda Trenggalek diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Andriyanto, saat ini jabatan tersebut diisi oleh Edy Supriyanto

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan pelantikan Sekda Kabupaten Trenggalek definitif. Dari hasil Panitia Seleksi (Pansel) kemarin, mengerucut pada tiga kandidat dan sudah diputuskan untuk memilih Edy Supriyanto sebagai Sekda Trenggalek, yang mana sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan 1,” tegas Bupati Arifin kepada Memontum.com.

Dirinya mengatakan, meski saat ini posisi Sekda Trenggalek sudah terisi setelah hampir 1 tahun dijabat Pelaksana Tugas (Plt), namun masih ada jabatan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong. “Diantaranya, Asisten 1 dan 2 serta ditambah dinas-dinas yang masih kosong untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan seleksi dan promosi jabatan publik secara terbuka atau Open Bidding. Open Bidding sendiri, merupakan suatu sistem mekanisme yang dilakukan dalam mengimplementasikan pengangkatan seseorang dalam suatu jabatan struktural,” imbuhnya.

Tahapannya, terang Mas Ipin-sapaan akrabnya, dari tingkat eselon 2 dilakukan assessment. Kemudian assessment itu kemungkinan adanya rotasi (pergantian) untuk pengisian jabatan di eselon 2. Akan tetapi, permasalahannya antara jabatan sama jumlah eselon yang ada lebih banyak jabatan yang kosong.

“Maka dari itu, kemungkinannya kita melakukan open bidding bagi yang eselon 3 melalui tes,” tegas Bupati Arifin.

Baca juga :

Diketahui, ada lebih dari 5 OPD yang saat ini mengalami kekosongan jabatan. Diharapkan pula, pengisian jabatan di masing-masing OPD ini segera terpenuhi. “Nanti kita akan lihat terlebih dahulu, jangan sampai pengisian jabatan ini justru malah mengganggu kinerja pemerintah diakhir-akhir tahun ini. Dan harus dipilah-pilah juga, mengingat ada progres pekerjaan yang mungkin PPK nya sendiri masih berjalan prosesnya. Intinya jangan sampai ganti-ganti pejabat tapi justru pekerjaannya terbengkalai,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga akan lebih selektif dalam melakukan pengisian jabatan. Dan lebih mengutamakan OPD mana yang harus diisi oleh Kepala Dinas definitif. Karena ini menyangkut kebijakan yang akan diambil nantinya.

“Setidaknya, Desember atau masuk Januari awal tahun, format pengisian jabatan harus sudah fix. Dikarenakan pihaknya harus segera mengejar RPJMD agar bisa tercapai,” ujar bupati muda ini.

Masih terang suami Novita Hardiny, dipilihnya Sekda Trenggalek yang baru, ini pertimbangannya selain merupakan kebutuhan organisasi, juga karena dijabatan sebelumnya, Edy Supriyanto, bisa dikatakan menjadi orang kedua setelah Sekretaris Daerah.

Bupati Arifin menyebut, jika dilihat dari nilai saat mengikuti tes (ujian), Edy Supriyanto, cukup layak. Ditambah, komitmen dan tanggung jawab yang besar dalam menjalankan suatu jabatan.

“Harapan kita, semoga semuanya semakin kompak. Mengingat Sekda itu merupakan jabatan tertinggi di suatu daerah untuk birokrasi. Sehingga harapannya agar nantinya Sekda baru ini bisa lebih mewujudkan kekompakan dengan staf dibawahnya. Dengan demikian, roda pemerintahan akan berjalan lebih baik,” paparnya. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Buka Rakor Pendataan Regsosek, Bupati Trenggalek Harap Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

Diterbitkan

||

oleh

Buka Rakor Pendataan Regsosek, Bupati Trenggalek Harap Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran
RAPAT: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat membuka rapat koordinasi pendataan awal registrasi sosial ekonomi. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, membuka rapat koordinasi pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) tahun 2022. Bertempat di hall hotel di Trenggalek, bupati mengatakan bahwa saat ini semua memiliki masalah yang sama, yaitu terkait dengan data penduduk.

“Sedikit bercerita, saat saya masih menjabat sebagai Wakil Bupati Trenggalek, dahulu. Ternyata, banyak data mulai Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) hingga Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), diolah demi memastikan bahwa yang memperoleh bantuan adalah yang berhak. Dan ini yang harus kita selesaikan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/09/2022) pagi.

Suami Novita Hardiny ini menegaskan, jika selama ini data-data yang diambil hanya berdasarkan survei yang sangat terbatas. “Seperti contoh kemiskinan, data kemiskinan prosentasenya diambil berdasarkan survei yang sampelnya kita tahu pasti sangat terbatas meskipun secara metodologi memang diakui, tetapi ketika muncul bantuan kita harus menyalurkan bantuan by name by address,” jelas Bupati Arifin.

Baca Juga :

Mas Ipin-sapaan akrabnya berharap, melalui Registrasi Sosial Ekonomi ini masyarakat yang benar-benar tidak mampu bisa tercover. “Makanya, dengan Regsosek ini harapannya semua bisa tercapai, kebijakan berbasis data juga bisa tepat sasaran. Harapan kami, data yang kemudian disajikan pemerintah itu data yang sudah menggambarkan kondisi sebenarnya, harapannya juga sudah memunculkan by name by address,” tegasnya.

Mendukung pendataan awal Regsosek tersebut, Mas Ipin meminta kepada seluruh camat dan kepala desa di wilayah masing-masing untuk mendata warganya dimulai dari siapa saja yang belum tercatat dalam administrasi kependudukan. “Selanjutnya, nanti Dinas Dukcapil hingga selesainya pendataan awal Regsosek dan seterusnya untuk berkeliling ke desa-desa, utamanya yang masih minim administrasi kependudukannya,” kata Bupati muda ini.

Kemudian, sambungnya, juga dilakukan pendataan terhadap para pelaku UMKM untuk didaftarkan di Online Single Submission (OSS). Sehingga, dapat diketahui jenis usahanya hingga omzet yang dimiliki.

“Jadi, kalau kemudian ada updating prosentase kemiskinan yang baru, mungkin data dari Regsosek ini bisa lebih kita yakini angkanya. Karena, akan benar-benar berbasis jumlah yang dilakukan secara sensus,” paparnya. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Lantik DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Trenggalek, Mas Ipin Ingatkan Layanan Kesehatan Nelayan dan BPJS Ketenagakerjaan

Diterbitkan

||

oleh

Lantik DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Trenggalek, Mas Ipin Ingatkan Layanan Kesehatan Nelayan dan BPJS Ketenagakerjaan
LANTIK: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat melantik DPC HNSI Trenggalek di aula PPN Prigi. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang sekaligus Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), melantik Dewan Pengurus Cabang (DPC) HNSI Trenggalek, Selasa (20/09/2022) tadi. Dalam kesempatan itu, dirinya juga berpesan agar anggota tidak hanya mengurusi pengurus atau organisasi semata. Namun, juga mencakup seluruh nelayan.

Bupati Arifin juga menyambut baik, langkah usulan agar disediakan fasilitas kesehatan. Utamanya, untuk memberikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat nelayan.

“Itu juga jadi prioritas saya. Karena, saya meminta di Trenggalek ini seharusnya kita canangkan ada empat pusat pertumbuhan. Salah satunya, di kawasan pesisir itu, ya Watulimo, Panggul dan juga Munjungan. Maka, saya minta pelayanan-pelayanan di sana harus setaraf kota,” ungkapnya saat dikonfirmasi Memonrum.com, Selasa (20/09/2022) siang.

Artinya, dijelaskan suami Novita Hardiny ini, jika setaraf kota dan masyarakat ketika ingin mendapatkan pelayanan apapun, maka akan mudah dan cepat. “Sehingga, tidak perlu lagi pergi ke kecamatan lain atau ke kota lain. Termasuk, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Mas Ipin-sapaan akrabnya.

Baca juga :

Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta HNSI untuk ikut mempromotori serta mendorong para nelayan untuk mengasuransikan keselamatan kerjanya melalui BPJS Ketenagakerjaan. “Karena, bapak ibu bekerja mempertaruhkan nyawa sampai ke tengah laut. Bahkan, tidak cuma satu malam. Namun, hingga berhari-hari terombang-ambing di laut, cuaca tidak bisa kita tebak, ikan tidak bisa kita tebak, untuk siapa bapak ibu bekerja? Ya pasti, untuk keluarga,” imbuhnya.

Maka, sambungnya, memproteksi diri sendiri bisa untuk membantu di saat seseorang tidak mampu bekerja atau tidak ada. “Minimal keluarga ditinggalkan tidak merasakan beban karena ketiadaan kita, karena kita bekerja karena sayangnya kepada keluarga,” tegas Bupati Arifin.

Pihaknya juga berharap, nanti HNSI juga bisa mempromotori, mencerahkan bahwa BP Jamsostek ini jadi salah satu tools untuk memastikan bahwa seseorang tidak tahu akan ada kejadian apa. “Akan tetapi, setidaknya kita sudah memproteksi keluarga kita dari kemungkinan yang terburuk, itu yang paling penting,” paparnya. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler