Connect with us

Hukum & Kriminal

Palsukan Dokumen dan Korupsi Dana Ratusan Juta, 2 Oknum Pegawai PN Trenggalek Ditahan

Diterbitkan

||

Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Lulus Mustofa. (ist)
Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Lulus Mustofa. (ist)

Memontum Trenggalek – Diduga memalsukan sejumlah dokumen dan lalukan tindak pidana korupsi, 2 pegawai Pengadilan Negeri Trenggalek ditahan pihak Kejaksaan Negeri Trenggalek. Seperti yang diketahui usai menjalani pemeriksaan oleh tim Kejaksaan Negeri sejak pukul 09.00 hingga 19.00, 2 pelaku yakni Chrisna dan Riswan resmi ditahan.

Dari informasi yang diterima, penahanan 2 pegawai PN Trenggalek tersebut diduga atas kasus korupsi penyalahgunaan anggaran dalam pemeliharaan gedung dan bangunan kantor pengadilan tahun anggaran 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Lulus Mustofa mengungkapkan, selain diduga melakukan tindak pidana korupsi, 2 tersangka juga diketahui terlibat dalam pemalsuan tanda tangan perjanjian kerja sama.

“Selain diduga melakukan tindak pidana korupsi dana pemeliharaan gedung dan bangunan, kedua tersangka juga terlibat dalam pemalsuan tanda tangan perjanjian kerjasama terkait pos bantuan hukum tahun anggaran 2018-2019,” ungkap Lulus saat dikonfirmasi, Rabu (11/03/2020) pagi.

Dalam kasus ini, kedua pelaku yang menjabat sebagai Sekretaris dan Kasubag Umum dan Keuangan PN Trenggalek dianggap merugikan negara sebesar Rp 100 juta rupiah.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku menggunakan uang hasil korupsi itu untuk menutup keuangan di tahun anggaran sebelumnya.

“Untuk nilai yang dikorupsi tersangka, jumlahnya sama dengan anggaran kegiatan fiktif yang dilakukan sebelumnya,” imbuhnya.

Pihak Kejaksaan Negeri Trenggalek juga akan mengembangkan kasus ini lebih lanjut. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dal kasus ini.

“Kepada kedua tersangka akan dijerat Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi nantinya,” pungkas Lulus.

Sebelum dititipkan di Rutan Kelas 2B Trenggalek, kedua tersangka harus menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Dr Soedomo Trenggalek.

“Sejauh ini sudah ada 8 saksi yang kami periksa. Nanti kita juga akan memanggil Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek untuk dimintai keterangan,” katanya. (mil/oso)

 

Advertisement
1 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: Kejari Geledah 4 Ruangan di Kantor Pengadilan Negeri Trenggalek, Buntut Kasus Korupsi dan Pemalsuan Tandatangan Perjanjian Kerjasama - Memontum Trenggalek

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Ini Sanksi Pakai Knalpot Brong di Trenggalek

Diterbitkan

||

oleh

GANTI KNALPOT: Pemilik kendaraan bermotor yang harus mengganti knalpot brong dengan knalpot standar dihalaman Mapolres Trenggalek.

Memontum Trenggalek – Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara, jajaran Satuan Lalulintas Polres Trenggalek mewajibkan bagi para pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong untuk diganti dengan knalpot standar.

Tampak puluhan pelanggar knalpot brong berkumpul di halaman Satpas SIM Mapolres Trenggalek. Para pelanggar ini diminta untuk mengganti semua onderdil yang tak sesuai spektek kendaraan sebelum bisa membawa pulang kendaraannya.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Randy Asdar mengatakan, selama beberapa bulan terakhir pihaknya menggencarkan penindakan terhadap para pelaku pelanggaran lalu lintas.

“Selama kurun waktu beberapa waktu terakhir Satlantas Polres Trenggalek memang gencar melakukan penindakan bagi para pelanggar lalu lintas. Uamanya knalpot brong dan spektek tidak sesuai ketentuan,” ucap Kasat Lantas Randy, Rabu (02/09/2020) sore.

Untuk barang bukti yang ditahan di Mapolres Trenggalek, merupakan hasil penindakan yang dilakukan selama sepekan terakhir. “Selain menindak tegas berupa tilang, pelanggar juga wajib mengganti terlebih dahulu semua onderdil yang tidak sesuai spektek, seperti knalpot brong, roda kecil, spion modif, maupun lampu strobo,” imbuhnya.

Dalam proses penggantian onderdil ini, juga diawasi langsung oleh petugas hingga benar-benar dinyatakan aman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. “Ini bertujuan agar ada efek jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” kata Randy.

Bukan hanya itu, para pelanggar ini juga diberikan wawasan tentang disiplin berlalu lintas dan bahaya yang bisa ditimbulkan. “Kita coba gugah kesadaran mereka agar tertib berlalu lintas. Kita gunakan pendekatan yang berbeda dengan menyentuh hati mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan sangat merugikan diri sendiri, keluarga dan orang lain, sehingga kedepan mereka tidak akan melakukan perbuatan yang sama,” jelasnya.

Ia menegaskan, penindakan terhadap pelanggar lalu lintas khususnya knalpot brong akan tetap menjadi prioritas. “Karena ini dilakukan guna meningkatkan disiplin dan Kamtibselcarlantas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan pengguna jalan di Kabupaten Trenggalek,” pungkas Randy. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Dalam Sepekan, Polres Trenggalek Ungkap 2 Kasus Narkotika dan 2 Kasus Okerbaya

Diterbitkan

||

oleh

BARANG BUKTI : Polisi tunjukkan barang bukti serta pelaku kejahatan dalam pers release di Halaman Mapolres Trenggalek.

Memontum Trenggalek – Jajaran kepolisian Resort Trenggalek berhasil mengungkap kasus Narkotika dan obat keras berbahaya (Okerbaya) di wilayah hukum Polres Trenggalek. Selama sepekan terakhir, pihak kepolisian mengamankan sedikitnya 4 pelaku beserta dengan barang bukti narkotika jenis sabu dan okerbaya jenis pil koplo alam rangka Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2020,

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring dalam keterangan pers rilisnya menyampaikan, keberhasilan pengungkapan kasus Narkoba dan Okerbaya tersebut tak lepas dari integritas dan dedikasi tinggi jajaran Satresnarkoba Polres Trenggalek.

“Keberhasilan ini tak lepas atas dedikasi jajaran Satresnarkoba Polres Trenggalek. Dalam hal ini, kami berhasil mengamankan 4 pelaku besera dengan barang bukti masing-masing,” ucap Kapolres Doni saat dikonfirmasi, Selasa (01/09/2020) sore.

Dijelaskan Kapolres, kasus pertama yang berhasil diungkap yakni atas nama pelaku RB warga desa Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. “Dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti 5 paket sabu-sabu masing-masing berat kotor 0,43 gram, 0,37 gram, 0,54 gram, 0,76 gram dan 0,82 gram,” jelasnya.

Pelaku RB ditangkap petugas saat berada di pinggir jalan masuk Desa Karangsoko Kecamatan Trenggalek. Dari interogasi awal, diperoleh keterangan bahwa sabu tersebut didapat dari temannya yang berinisial AD. Tak berhenti sampai disitu, petugas melakukan penyelidikan lebih mendalam hingga berhasil menangkap tersangka AD yang merupakan warga Desa Ngares Kecamatan Trenggalek.

“Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti Pil Y sebanyak 78 butir dan pil dobel L sejumlah 2.269 butir dalam kemasan box dan puluhan plastik bening,” ungkap Kapolres.

Kasus selanjutnya,masih terang Kapolres, petugas juga berhasil meringkus EP warga Desa Balerejo kecamatan Kauman Tulungagung. EP ditangkap di salah satu warung kopi di Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan. “Dari tangan pelaku EP, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 816 butir pil dobel L dalam kemasan 9 plastik bening,” imbuhnya.

Pelaku selanjutnya adalah RH warga Desa Karangturi Kecamatan Munjungan. Jajaran Satrenarkoba Polres Trenggalek menangkap pelaku RH di teras sebuah rumah kosong di desa Karangturi Kecamatan Munjungan beserta barang bukti berupa 90 butir pil koplo jenis dobel L.

“Jadi selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru digelar, petugas berhasil mengungkap kasus Narkotika dengan 2 tersangka dan kasus okerbaya dengan 2 orang tersangka. Kemudian barang bukti yang berhasil diamankan antara lain Narkotika jenis sabu 2,79 gram, pil dobel L sebanyak 3.145 butir, Pil Y 78 butir dan uang tunai Rp. 1,6 juta,” terang Kapolres.

Hingga berita ini ditulis, keempat pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut. “Kepada para tersangka dijerat sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan diantaranya undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-undang 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Kembali, Timsus Polres Trenggalek Amankan Ribuan Baby Lobster

Diterbitkan

||

oleh

Kapolres Trenggalek (kiri) tunjukkan barang bukti baby lobster sitaan
Kapolres Trenggalek (kiri) tunjukkan barang bukti baby lobster sitaan.

MEMONTUM TRENGGALEK – Kepolisian Resort Trenggalek kembali berhasil membongkar kasus perikanan komoditas baby lobster. Petugas berhasil mengamankan barang bukti sedikitnya ribuan baby lobster atau benur.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring mengungkapkan jika pihaknya telah berhasil mengamankan pelaku beserta ribuan baby lobster.

“Kembali Tim Khusus Polres Trenggalek bersama Polsek Watulimo berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial EY asal Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek beserta barang bukti berupa 2.300 ekor benih lobster jenis pasir dan 67 ekor baby lobster jenis mutiara,” ungkap Kapolres dalam keterangan pers rilisnya, Jumat (21/08/2020) siang.

Kapolres menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa terdapat kegiatan perikanan komoditas benih bening lobster di wilayah Watulimo.

Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran informasi tersebut.

“Pelaku ditangkap dirumah neneknya tepatnya di Desa Margomulyo Kecamatan Watulimo. Saat dilakukan pengecekan, petugas menemukan 11 kantong plastik berisi ribuan ekor baby lobster,” imbuhnya.

Karena tidak bisa menunjukkan surat ijin usaha perikanan, petugas kemudian membawa pelaku berikut barang bukti ke Mapolsek Watulimo untuk proses lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku diduga telah melakukan transaksi kurang lebih 20 kali dan mengambil dari nelayan seharga Rp. 8.500, dijual lagi seharga harga RP. 9.000. Menurut pengakuan pelaku, ia memiliki sekitar 15 nelayan untuk mencari benih lobster tersebut,” tegas Kapolres.

Masih terang Kapolres, diduga pelaku sudah berulang kali menjual benih baby lobster tanpa dilengkapi dokumen yang diatur oleh undang-undang.

“Pelaku juga diduga dapat merugikan negara karena tidak membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku akibat perdagangan benih baby lobster secara illegal selama ini,” ungkapnya.

Dikatakan orang nomor 1 dijajaran kepolisian Resort Trenggalek ini, untuk nelayan penangkap Benih Bening Lobster (BBL) harus ada penetapan yang di keluarkan dari Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

“Setelah mendapat penetapan jika menangkap BBL maka harus mengajukan SKAB (Surat Keterangan Asal Benih) yang di terbitkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten setempat,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler