Connect with us

Hukum & Kriminal

Pedofil di Trenggalek, 9 Tahun Cabuli Bocah, Hobi Pamer “Anu”

Diterbitkan

||

AKBP Jean Calvijn Simanjuntak tunjukkan barang bukti dan tersangka Kemis. (mil)
AKBP Jean Calvijn Simanjuntak tunjukkan barang bukti dan tersangka Kemis. (mil)

Memontum Trenggalek – Diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur, Kemis (50) masuk bui Polres Trenggalek. Tersangka Kemis (50) warga Dusun Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek ternyata sering memperlihatkan “anu” di lingkungan atau perempuan sekitar tempat tinggalnya.

Dalam keterangan yang disampaikan Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak, pengungkapan kasus pencabulan anak di bawah umur ini berawal pada tahun 2011 lalu.

“Unit Satreskrim Polres Trenggalek kembali mengungkap kasus pencabulan terhadap Bunga (10) yang dilakukan oleh pelaku atas nama Kemis. Diketahui, kejadian ini mulai dilakukan oleh pelaku sejak tahun 2011 silam,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi, Selasa (03/03/2020) siang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebelumnya, orang tua korban mengetahui bahwa anaknya (red : Bunga) diduga telah dicabuli oleh pelaku Kemis yang merupakan tetangganya sendiri.

“Mengetahui hal ini, orang tua korban berusaha mendekati korban dan menanyakan apakah hal tersebut benar adanya. Hingga akhirnya, korban mengaku, dan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian,” imbuhnya.

Aksi bejat tersebut dilakukan pelaku saat korban tengah tertidur di rumah neneknya. Saat itu, nenek korban sedang menjalankan sholat subuh di masjid yang tak jauh dari rumah.

Yang mengejutkan, dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, diketahui pelaku sering memperlihatkan kemaluannya kepada masyarakat sekitar utamanya wanita.

“Perbuatan pelaku ini tentu sangat meresahkan masyarakat sekitar. Dan untuk memperkuat penyidikan, kami menghadirkan saksi ahli psikologi. Akan tetapi dari hasil psikologis, pelaku tidak dalam keadaan gangguan mental dan masih bisa mempertanggungjawabkan perbutannya itu,” tegas Kapolres.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti diantaranya kaos, celana dalam warna pink dan baju dengan motif bunga-bunga.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat (1) UURI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Polres Trenggalek Bagikan Ribuan Masker dan Bendera ke Pengguna Jalan

Diterbitkan

||

BAGI: Jajaran Satlantas Polres Trenggalek saat membagikan masker dan bendera merah putih ke pengguna jalan

Memontum Trenggalek – Dalam rangka menyambut HUT ke-76 RI, jajaran Polres Trenggalek menggelar aksi simpatik dengan membagikan masker bagi pengendara jalan. Tak hanya masker, petugas juga nampak membagikan bendera merah putih kecil ke pengendara yang melintas di depan Pos Lantas Pengendalian PPKM simpang tiga Widowati Trenggalek.

Seperti yang terlihat dilokasi, saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah, petugas yang merupakan personel Satlantas Polres Trenggalek ini bergegas membagikan masker dan bendera.

Baca Juga:

    Sementara anggota yang lain nampak berdiri di pinggir jalan dengan membawa papan edukasi Covid-19.

    Kapolres Trenggalek, AKBP Dwiasi Wiyatputera, mengatakan peringatan hari kemerdekaan tahun ini masih digelar ditengah situasi pandemi Covid-19. Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat kebangsaan dan nasionalisme sebagai bangsa Indonesia.

    “Kita gugah semangat nasionalisme masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan bergotong-royong, saling bahu-membahu dan berjuang bersama menangkal penyebaran Covid-19,” ungkap Kapolres Dwiasi.

    Dikatakannya, salah satu cara mudah yang bisa dilakukan adalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 5M kapanpun dan dimanapun. Selain mentaati anjuran pemerintah dan mengikuti vaksinasi.

    “Dengan tetap menerapkan 5M, diharapkan kita semua merdeka dari Covid-19,” tegasnya.

    Dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Imam Mustolih, saat memimpin langsung kegiatan tersebut menyampaikan beberapa kegiatan yang tergelar selain membagikan masker dan bendera juga penempelan stiker yang berisi Ayo Kibarkan Merah Putih Lawan Covid-19 serta menyalurkan bantuan sembako warga terdampak Covid-19.

    “Untuk hari ini ada beberapa titik yang menjadi sasaran kita yakni para pengguna jalan di simpang tiga Widowati dan pedagang maupun pengunjung Pasar Pon Trenggalek. Selain itu, patroli secara mobile di jalan protokol Kabupaten Trenggalek hingga wilayah kecamatan,” terang Imam.

    Ia menuturkan, adapun jumlah masker yang akan dibagikan kepada masyarakat adalah sejumlah 3.000.

    Tak hanya itu, Imam mengatakan untuk mendukung hal tersebut, pihaknya telah mendirikan gerai masker gratis yang ditempatkan di Pos Lantas Widowati.

    “Dengan gerai masker ini, masyarakat bisa mendapatkan masker secara gratis yang dibagikan setiap hari,” kata Kasat Lantas.

    Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat patuh dan disiplin protokol kesehatan, demi keselamatan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Trenggalek. “Pandemi Covid-19 belum berakhir. Jadi, Manuto (Patuhlah) Prokes,” ujar Imam. (mil/ed2)

    Lanjutkan Membaca

    Hukum & Kriminal

    Polres Trenggalek Pecahkan 3 Rekor MURI, Kado Terindah di Hari Anak Nasional

    Diterbitkan

    ||

    Memontum Trenggalek – Prestasi gemilang tengah diraih jajaran Kepolisian Resort Trenggalek. Tak main-main, kali ini Polres Trenggalek mendapat hattrick 3 rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dan piagam penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak.

    Penghargaan itu diberikan Senior Manager MURI, Jusuf Ngadri, dan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, kepada Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH, didampingi Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Jawa Timur, Ny Ully Nico Afinta, dan Kapolres Trenggalek, AKBP Dwiasi Wiyatputera SH SIK MH, didampingi Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Trenggalek, Ny Famella Dwiasi, secara virtual dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes).

    Baca Juga:

      Sedikitnya, Polres Trenggalek mencatat 3 rekor MURI sekaligus, yakni melukis masker kain terbanyak (3.000 masker dalam 8 hari) yang dilakukan 76 siswa siswi siswa SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek.

      Melakukan pemidanaan kasus anak terbanyak di tingkat Polres selama 1 tahun dan melakukan pengungkapan dan penanganan kasus anak terbanyak di tingkat Polres selama 1 tahun.

      Sedangkan Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen di bidang pemenuhan dan perlindungan hak anak, memberikan apresiasi dan penghargaan atas prestasi kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus melalui pembinaan kreatifitas siswa SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek.

      Dalam sambutannya, Kapolda Jatim memberikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polres Trenggalek atas prestasi yang telah diraih. Penghargaan MURI dan Komisi Nasional Perlindungan Anak ini merupakan kado terindah dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI dan memperingati Hari Anak Nasional.

      “Terima kasih. Terus berkarya, jadikan Polres Trenggalek sebagai Polres yang ramah bagi anak,” ungkap Kapolda Jatim, Kamis (29/07).

      Lebih lanjut, Kapolres menuturkan jika sebelumnya Polres Trenggalek telah menerima penghargaan atas penanganan kasus anak tercepat dan terkait dengan Covid-19, Polres Trenggalek telah menggelar vaksinasi khusus bagi pelajar berkebutuhan khusus.

      “Agar anak-anak kita bisa memiliki kekebalan tubuh, sehat dan tetap berprestasi,” kata Kapolres. Ia juga menegaskan bahwa vaksin yang diberikan dikalangan anak-anak ini adalah aman dan tidak berbahaya. Sehingga, dengan vaksinasi yang diberikan ini. Nantinya, sistem kekebalan tubuh atau imunitas anak bisa lebih kuat. Khususnya di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. (mil/ed2)

      Lanjutkan Membaca

      Hukum & Kriminal

      Besok, Jalur Seputaran Kota Trenggalek Disekat

      Diterbitkan

      ||

      Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih dan titik - titik penyekatan yang akan dilakukan jajaran Satlantas besok.

      Memontum Trenggalek -. Mulai Jumat (16/07/2021), sejumlah titik arah pusat kota Trenggalek diberlakukan penyekatan. Ini sebagai upaya menekan mobilitas warga selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat

      Tak hanya itu, 3 titik utama lainnya yakni perbatasan Trenggalek – Tulungagung, Trenggalek – Pacitan dan Trenggalek – Ponorogo juga akan ditutup total selama sehari.

      Baca juga:

        “Dari hasil evaluasi terhadap penerapan PPKM Darurat yang sudah dilaksanakan, di Kabupaten Trenggalek terlihat mobilitas masyarakat masih cukup tinggi,” ungkap Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih saat dikonfirmasi, Kamis (15/07/2021) sore.

        Oleh karenanya, sebagai upaya menekan mobilitas dan memaksimalkan pelaksanaan PPKM Darurat. Jajaran Satlantas Polres Trenggalek akan memberlakukan penyekatan di 11 titik menuju pusat kota.

        “Salah satu yang dilakukan penyekatan adalah simpang tiga Ngantru, simpang tiga Brawijaya dan juga arah alun-alun Trenggalek,” imbuhnya.

        Nantinya, lanjut Imam, akan ada petugas yang berjaga-jaga dititik – titik penyekatan secara bergantian.

        “Bagi warga yang memiliki keperluan khusus disektor esensial dan kritikal akan diperbolehkan. Akan tetapi diluar itu, warga diminta untuk stay at home (dirumah saja) selama PPKM Darurat,” kata Imam.

        Ditegaskan Kasat Lantas, penyekatan ini tidak akan menggangu aktifitas perekonomian warga. Jika aktifitas warga masuk sektor esensial dan kritikal, maka petugas akan mengijinkan masyarakat untuk beraktifitas.

        Penyekatan akan mulai dilakukan pukul 00.00 dini hari dan akan berlangsung selama 24 jam kedepan.

        “Kita akan evaluasi lagi setelah pelaksanaan ini. Jika ada dampak yang signifikan, dimungkinkan penyekatan akan dilakukan sampai akhir pelaksanaan PPKM Darurat (red : 20 Juli 2021),” tegasnya.

        Diharapkan dengan adanya penyekatan sementara ini, mobilitas masyarakat bisa berkurang. Dengan begitu, upaya pemerintah dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19 utamanya di Kabupaten Trenggalek bisa dimaksimalkan. (mil/syn)

        Lanjutkan Membaca

        Terpopuler