Connect with us

Pemerintahan

Kasus Pembunuhan ODGJ, Begini Tanggapan Kadinsos Trenggalek

Diterbitkan

||

Kasus Pembunuhan ODGJ, Begini Tanggapan Kadinsos Trenggalek

Memontum Trenggalek – Tak tinggal diam melihat adanya kasus penganiyaan antar Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Gunung Kebo hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek angkat bicara.

“Saya tadi pagi mendapatkan informasi dari Kepala Seksi yang menangani masalah orang terlantar, salah satunya ODGJ di Pondok Pesantren Gunung Kebo terdapat pasien yang berkelahi hingga mengakibatkan 1 orang meninggal,” ucap Kadinsos Trenggalek, Dr Ratna Sulistyowati saat dikonfirmasi, Sabtu (29/02/2020) siang.

Menurut keterangan yang didapat, korban atas nama Samsuri ini diketahui sudah berulang kali keluar masuk pondok pesantren. Diketahui, korban tinggal di pondok sekitar 3 minggu terakhir.

Jika dilihat dari tingkah laku korban, kondisinya bagus dan pengawasan saat minum obat juga rutin dilakukan. Hanya saja kebiasaan korban ini tidurnya tidak di dalam, melainkan di luar pondok seperti di masjid.

“Kenapa begitu, karena korban ini merasa bahwa dirinya sudah sehat. Dan tidak perlu berada di kamar – kamar yang disediakan dalam pondok,” imbuhnya.

Kadinsos Trenggalek juga mengungkapkan latar belakang pelaku atas nama Matal. Ia diketahui sudah lama menjadi penghuni di Pondok Pesantren Gunung Kebo, kurang lebih 3 tahun.

“Selama ini, dia juga dikenal kondusif. Bahkan yang mengingatkan ODGJ lain untuk mandi, beribadah dan masak pun juga pelaku,” kata Ratna.

Pihaknya juga masih mendalami terkait peristiwa naas ini terjadi. Hanya saja informasi yang diterima pagi sebelumnya, pelaku dijenguk 2 kerabatnya. Dan tanpa tahu lebih jelasnya, kedua kerabatnya ini bertengkar di hadapan pelaku.

“Apakah hal ini yang menjadi pemicu, ya ini yang harus didalami,” tegasnya.

Lebih lanjut Ratna menjelaskan, untuk korban, sebelumnya juga sempat mengalami naik turun tingkat emosionalnya. Dan sempat dirawat di Puskesmas Karanganyar hingga selanjutnya dibawa ke Pondok Pesantren Gunung Kebo.

Dalam hal ini, pihaknya juga menegaskan bahwa penanganan ODGJ memang tidak bisa dilakukan sepihak saja. Perlu adanya penanganan yang lebih intens lagi serta dukungan dari berbagai pihak.

“Tugas kami selanjutnya untuk lebih menekankan keamanan di Pondok itu sendiri. Dan saya yakin pihak pondok pun juga sudah melakukan keamanan yang maksimal. Makanya untuk tindak lanjut dari kasus ini akan kita serahkan ke pihak kepolisian,” jelas Ratna.

Untuk proses pengawasan terhadap ODGJ yang ada di Pondok Pesantren Gunung Kebo, Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek juga akan lebih ditingkatkan ke depannya. (mil/oso)

 

Advertisement
1 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: ODGJ Tulungagung Bunuh ODGJ Trenggalek dalam Masjid Ponpes - Memontum Trenggalek

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Pastikan Stok Pangan Tercukupi, Bupati Sidak Tempat Penggilingan Padi

Diterbitkan

||

Pastikan Stok Pangan Tercukupi, Bupati Sidak Tempat Penggilingan Padi
Bupati Trenggalek M Nur Arifin dan AKBP Jean Calvinj Simanjuntak saat meninjau tempat penggilingan padi. (ist)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meninjau sejumlah tempat penggilingan padi guna memastikan persediaan pangan aman selama pandemi Virus Corona terjadi di Indonesia. Pihaknya juga memastikan jika jalur logistik aman dan tidak terkendala, terlebih saat ini petani di Trenggalek sudah memasuki musim panen.

Meski telah diterapkan pembatasan akses masuk maupun kawasan physical distancing, Bupati Trenggalek berharap hal itu tidak mempengarui distribusi logistik. Untuk memastikan hal tersebut, Bupati Trenggalek bersama dengan Kapolres Trenggalek mengecek sejumlah gudang dan tempat penggilingan padi.

Bupati Trenggalek M Nur Arifin dan AKBP Jean Calvinj Simanjuntak saat meninjau tempat penggilingan padi. (ist)

Bupati Trenggalek M Nur Arifin dan AKBP Jean Calvinj Simanjuntak saat meninjau tempat penggilingan padi. (ist)

“Kita tadi juga mengecek ke beberapa lumbung milik petani dan sudah siap untuk masa panen raya ini, mereka juga menyiapkan agar disimpan dulu di gudang-gudang mereka di KUD gabah-gabahnya,” ucap M Nur Arifin saat dikonfirmasi, Sabtu (05/04/2020) pagi.

Dia menyampaikan bahwa distribusi bahan pangan di masyarakat masih lancar. Bahkan di beberapa tempat juga menyuplai kebutuhan untuk bantuan PKH, BPNT, dan sebagainya.

“Meski sebagian proses distribusi gabah maupun beras bagi pelaku usaha penggilingan harus melintasi jalur check point, namun hal itu bukan menjadi kendala. Sedangkan untuk kebutuhan pangan di Trenggalek dapat dipastikan aman dan tercukupi,” kata M Nur Arifin.

Pihaknya juga menegaskan jika peninjauan di sejumlah tempat produksi bahan pangan ini sebagai tindak lanjut penyataan dari Dinas Pertanian yang menyebutkan bahwa bahan pangan di Kabupaten Trenggalek bakal tercukupi.

“Saya hanya mengecek saja pernyataan dari Dinas Pertanian bahwa pangan kita cukup selama masa pandemi virus Corona ini, makanya saya juga turun langsung bersama pak Kapolres,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ketua TP PKK Trenggalek Tinjau Produksi APD Buatan UMKM di Kecamatan Karangan dan Tugu

Diterbitkan

||

Ketua TP PKK Trenggalek Tinjau Produksi APD Buatan UMKM di Kecamatan Karangan dan Tugu

Memontum Trenggalek – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Nur Arifin meninjau langsung pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) yang diproduksi oleh UMKM di Kecamatan Tugu dan Karangan. UMKM produsen APD yang tergabung dalam Dekranasda ini dilibatkan Pemkab Trenggalek untuk membantu penyediaan APD bagi tenaga medis ditengah terbatasnya ketersediaan APD dalam penanggulangan wabah covid-19.

Jenis APD yang diproduksi UMKM tersebut meliputi baju pelindung diri (hazmat) yang menyerupai pakaian seorang astronot dan masker. Dengan adanya APD produksi UMKM di Trenggalek, Novita berharap dapat membantu mengurangi resiko terjangkit virus bagi para tenaga medis saat menangani ODP maupun PDP covid-19.

Novita Hardiny saat meninjau pembuatan APD di Kecamatan Karangan. (mil)

Novita Hardiny saat meninjau pembuatan APD di Kecamatan Karangan. (mil)

Bahkan hingga saat ini APD yang diproduksi UMKM tersebut jumlahnya telah mencapai ribuan unit dan juga mulai mendapatkan pesanan dari berbagai daerah lain.

“Hari ini kami kembali memonitoring terhadap persiapan para pengrajin guna memproduksi beberapa masker dan APD yang dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan tim medis yang ada di Kabupaten Trenggalek,” ucap Novita Hardini, Sabtu (04/04/2020) pagi.

Dikatakan Novita, kegiatan ini juga ditujukan untuk melihat sistem UMKM yang tergabung dalam Dekranasda ini bisa membantu para pelaku usaha di dalamnya dengan harapan kebutuhan pokok maupun finansialnya bisa terbantu dengan adanya pekerjaan memproduksi APD seperti ini.

“Saya bahagia dan bersyukur mengucapkan terima kasih kepada para UMKM yang cepat dan tanggap dalam menghadapi covid19 ini. Menurut saya ketanggapan ini sangat baik sekali untuk mengisi waktu luang kita selama stay at home dan juga membantu perekonomian warga yang ada di sekitar rumah UMKM ini,” imbuhnya.

Pihaknya berharap merebaknya wabah covid-19 di Indonesiasegera berakhir. Dan selanjutnya masyarakat bisa sama-sama menatap masa depan menjalankan planning seperti sedia kala serta dapat beraktivitas seperti biasa.

Selain itu, istri dari Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ini berpesan kepada seluruh masyarakat Trenggalek agar terus menjaga kesehatan tidak hanya disaat wabah covid-19 seperti saat ini, namun juga diharapkan olehnya hal ini bisa menjadi suatu kebiasaan yang baik dengan berdisiplin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan sebagainya.

“Ini harus tetap terjaga bagaimana kita sering memperhatikan cuci tangan kita dengan baik, bagaimana kita bisa disiplin begitu datang di rumah baju dilepas, dimasukkan tempat cucian, dicuci dengan deterjen pembunuh bakteri dan virus, dan kita cuci tangan dengan pembunuh bakteri,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih berfikir positif selama wabah Covid-19 menjajah Indonesia. Dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Ini bisa menjadi habit (kebiasaan) kita dan adanya wabah covid-19 ini semoga menjadi hikmah yang besar bahwa habit kita bisa lebih positif terutama terhadap menjaga kesehatan dan kebersihan dengan baik,” pungkas Novita. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ketua TP PKK Trenggalek, Ajak Masyarakat Hidupkan Apotik Hidup

Diterbitkan

||

Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny saat menanam rempah - rempah di rumah dinas. (ist)
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny saat menanam rempah - rempah di rumah dinas. (ist)

Jangan Buang Waktu Percuma Dirumah

Memontum Trenggalek – Per tanggal 1 April 2020, telah ditetapkan di semua daerah akan mewabahnya Virus Corona yang mengguncang dunia, tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek.

Dalam hal ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny untuk tidak panik secara berlebihan menghadapi Pandemi ini. Tim Penggerak PKK ini memiliki 10 program pokok yang salah satunya adalah penanaman dan pemanfaatan pekarangan rumah dengan obat-obatan yang bermanfaat untuk Kesehatan.

Oleh karena itu, istri Bupati Trenggalek ini mengajak seluruh PKK jajaran baik tingkat Kecamatan maupun desa untuk menghidupkan kembali apotek hidup yang dapat ditanami oleh Tanaman Obat Keluarga (Toga).

“Untuk mengisi waktu luang disaat work from home (bekerja dirumah), banyak kegiatan yang bisa distimulasi dengan baik. Sehingga selama kegiatan dirumah bisa tetap berjalan produktif seperti halnya menanam tanaman obat-obatan secara mandiri di pekarangan rumah,” ucap Novita, Jumat (03/04/2020) sore.

Peran Tim Penggerak PKK ini dinilai cukup kuat untuk bergerak membantu Pemerintah Daerah dalam situasi yang terjadi saat ini.

Ia meyakini potensi alam yang dimiliki Trenggalek sangat mampu memproduksi aneka tanaman jamu dan obat-obatan serta berguna bagi kesehatan utamanya menambah imunitas tubuh dalam mencegah terjangkitnya virus corona.

Novita juga menyebutkan jika Virus Corona bisa dikenali jika orang menderita batuk serta sesak nafas.

“Jika anda menderita batuk yang disertai pilek, bisa jadi itu hanya gejala flu pada umumnya. Akan tetapi jika batuk berdahak dan disertai sesak nafas, maka hal ini perlu diperiksakan. Meski begitu, kita juga tidak perlu khawatir berlebihan dan tetap mengikuti prosedur kesehatan yang ada,” imbuhnya.

Selain itu, Novita juga mengakan kepada seluruh masyarakat di Kota Keripik Tempe untuk menerapkan pola hidup bersih, lingkungan maupun diri sendiri.

“Dengan sering mencuci tangan sebelum menyentuh anggota tubuh yang lain bisa meminimalisir kuman atau bakteri masuk kedalam tubuh. Dan biasakan minum air hangat sesering mungkin, karena air hangat bisa menghilangkan racun dalam tubuh,” jelas Novita.

Masih ungkap Novita, agar tetap menjaga kesehatan, jaga kebersihan dan jaga jarak antar sesama bisa mengurangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

“Patuhi himbauan Pemerintah dengan baik dengan tidak keluar rumah dan berkerumun. Semoga wabah virus Corona ini bisa hilang dan kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Salam Sehat dan Salam Sayang,” tutupnya.

Perlu diketahui, di Kabupaten Trenggalek hingga hari ini status wilayah akan Virus Corona masih dalam Zona Hijau (aman dan kondusif). Bukan berarti masyarakat Trenggalek harus berdiam diri dan tidak waspada agar Status zona hijau saat ini masih tetap dipertahankan. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler