Connect with us

Pemerintahan

Ketua TP PKK Jatim Kunker Ke Kabupaten Trenggalek

Diterbitkan

||

Ketua TP PKK Jatim Kunker Ke Kabupaten Trenggalek

Memontum Trenggalek – Kabupaten Trenggalek kembali mendapatkan kunjungan dari Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin. Dalam kunjungannya tersebut, Arumi Bachsin melakukan monitoring dan evaluasi penanganan masalah stunting serta tingkat kematian ibu dan bayi.

Bertempat di pendopo Agung Manggala Praja Nugraha, kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Trenggalek. (mil)

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Trenggalek. (mil)

Ia menyampaikan bahwa angka stunting di Trenggalek berhasil ditekan. Meskipun tidak terjadi peningkatan, namun angka stunting di Trenggalek mengalami penurunan hingga 25 persen.

“Memang stunting tidak bisa untuk ditiadakan, namun kita terus berusaha untuk menekan dan kerja keras itu menuai hasil, tahun 2019 kemarin, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB berhasil meraih penghargaan Juara 1 penanganan stunting terbaik,” ucap Novita saat dikonfirmasi, Senin (24/02/2020) siang.

Dikatakan Novita, berbagai program terpadu dengan melibatkan semua unsur baik Pemerintahan maupun swasta dan kelompok masarakat digalakkan untuk menangani masalah stunting.

Salah satunya melalui program Sepeda Keren dan Rumah Perempuan, di mana perempuan didorong untuk lebih berdaya sehingga terjadi peningkatan kualitas keluarga. Dengan begitu angka stunting dapat ditekan dengan sendirinya.

“Penyebab stunting sendiri ada banyak faktor, seperti yang disampaikan oleh ibu Ketua PKK Jatim tadi, dan bisa berbeda di tiap daerah, bisa saja karena sanitasinya yang buruk, mungkin data yang disampaikan salah, pernikahan dini juga bisa,” imbuhnya.

Ibu 3 anak ini mengungkapkan dengan adanya Program Sepeda Keren dan Rumah Perempuan diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua wanita khususnya yang ada di Kabupaten Trenggalek.

“Hal-hal seperti ini yang mendorong lahirnya program Sepeda Keren dan Rumah Perempuan di Trenggalek, saya memperjuangkan ini karena banyak pendidikan di masyarakat yang belum dikuasai tentang apa itu pernikahan, apa itu pola asuh keluarga dan beberapa yang lainya,” kata Novita.

Semetara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin, mengatakan ada perbaikan penanganan stunting di Trenggalek. Dalam kunjungan kerjanya tersebut juga melibatkan seluruh pengurus TP PKK Kabupaten/Kota se-Bakorwil Madiun dengan harapan saling bertukar pengalaman terkait dengan penanganan stunting.

“Setelah kami melihat ke bawah, dari tahun-ke tahun sudah ada perbaikan, dan hasil peninjauan ini nantinya kita harapkan bisa menjadi bahan evaluasi kita bersama karena pendekatan di daerah masing-masing berbeda-beda,” ungkap Arumi.

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ini menegaskan jika stunting bukan hanya disebabkan oleh gizinya yang kurang, tapi pola asuh dan sanitasinya baik.

“Stunting bukan melulu soal gizi yang kurang melainkan, ada juga daerah-daerah yang gizinya bagus namun sanitasinya maupun pola asuhnya yang buruk, kita ingin melakukan pendekatan, setelah monitoring ini nanti kita akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, sebagai bahan masukan sehingga program intervensinya tepat,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Pastikan Stok Pangan Tercukupi, Bupati Sidak Tempat Penggilingan Padi

Diterbitkan

||

Pastikan Stok Pangan Tercukupi, Bupati Sidak Tempat Penggilingan Padi
Bupati Trenggalek M Nur Arifin dan AKBP Jean Calvinj Simanjuntak saat meninjau tempat penggilingan padi. (ist)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meninjau sejumlah tempat penggilingan padi guna memastikan persediaan pangan aman selama pandemi Virus Corona terjadi di Indonesia. Pihaknya juga memastikan jika jalur logistik aman dan tidak terkendala, terlebih saat ini petani di Trenggalek sudah memasuki musim panen.

Meski telah diterapkan pembatasan akses masuk maupun kawasan physical distancing, Bupati Trenggalek berharap hal itu tidak mempengarui distribusi logistik. Untuk memastikan hal tersebut, Bupati Trenggalek bersama dengan Kapolres Trenggalek mengecek sejumlah gudang dan tempat penggilingan padi.

Bupati Trenggalek M Nur Arifin dan AKBP Jean Calvinj Simanjuntak saat meninjau tempat penggilingan padi. (ist)

Bupati Trenggalek M Nur Arifin dan AKBP Jean Calvinj Simanjuntak saat meninjau tempat penggilingan padi. (ist)

“Kita tadi juga mengecek ke beberapa lumbung milik petani dan sudah siap untuk masa panen raya ini, mereka juga menyiapkan agar disimpan dulu di gudang-gudang mereka di KUD gabah-gabahnya,” ucap M Nur Arifin saat dikonfirmasi, Sabtu (05/04/2020) pagi.

Dia menyampaikan bahwa distribusi bahan pangan di masyarakat masih lancar. Bahkan di beberapa tempat juga menyuplai kebutuhan untuk bantuan PKH, BPNT, dan sebagainya.

“Meski sebagian proses distribusi gabah maupun beras bagi pelaku usaha penggilingan harus melintasi jalur check point, namun hal itu bukan menjadi kendala. Sedangkan untuk kebutuhan pangan di Trenggalek dapat dipastikan aman dan tercukupi,” kata M Nur Arifin.

Pihaknya juga menegaskan jika peninjauan di sejumlah tempat produksi bahan pangan ini sebagai tindak lanjut penyataan dari Dinas Pertanian yang menyebutkan bahwa bahan pangan di Kabupaten Trenggalek bakal tercukupi.

“Saya hanya mengecek saja pernyataan dari Dinas Pertanian bahwa pangan kita cukup selama masa pandemi virus Corona ini, makanya saya juga turun langsung bersama pak Kapolres,” pungkasnya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ketua TP PKK Trenggalek Tinjau Produksi APD Buatan UMKM di Kecamatan Karangan dan Tugu

Diterbitkan

||

Ketua TP PKK Trenggalek Tinjau Produksi APD Buatan UMKM di Kecamatan Karangan dan Tugu

Memontum Trenggalek – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Nur Arifin meninjau langsung pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) yang diproduksi oleh UMKM di Kecamatan Tugu dan Karangan. UMKM produsen APD yang tergabung dalam Dekranasda ini dilibatkan Pemkab Trenggalek untuk membantu penyediaan APD bagi tenaga medis ditengah terbatasnya ketersediaan APD dalam penanggulangan wabah covid-19.

Jenis APD yang diproduksi UMKM tersebut meliputi baju pelindung diri (hazmat) yang menyerupai pakaian seorang astronot dan masker. Dengan adanya APD produksi UMKM di Trenggalek, Novita berharap dapat membantu mengurangi resiko terjangkit virus bagi para tenaga medis saat menangani ODP maupun PDP covid-19.

Novita Hardiny saat meninjau pembuatan APD di Kecamatan Karangan. (mil)

Novita Hardiny saat meninjau pembuatan APD di Kecamatan Karangan. (mil)

Bahkan hingga saat ini APD yang diproduksi UMKM tersebut jumlahnya telah mencapai ribuan unit dan juga mulai mendapatkan pesanan dari berbagai daerah lain.

“Hari ini kami kembali memonitoring terhadap persiapan para pengrajin guna memproduksi beberapa masker dan APD yang dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan tim medis yang ada di Kabupaten Trenggalek,” ucap Novita Hardini, Sabtu (04/04/2020) pagi.

Dikatakan Novita, kegiatan ini juga ditujukan untuk melihat sistem UMKM yang tergabung dalam Dekranasda ini bisa membantu para pelaku usaha di dalamnya dengan harapan kebutuhan pokok maupun finansialnya bisa terbantu dengan adanya pekerjaan memproduksi APD seperti ini.

“Saya bahagia dan bersyukur mengucapkan terima kasih kepada para UMKM yang cepat dan tanggap dalam menghadapi covid19 ini. Menurut saya ketanggapan ini sangat baik sekali untuk mengisi waktu luang kita selama stay at home dan juga membantu perekonomian warga yang ada di sekitar rumah UMKM ini,” imbuhnya.

Pihaknya berharap merebaknya wabah covid-19 di Indonesiasegera berakhir. Dan selanjutnya masyarakat bisa sama-sama menatap masa depan menjalankan planning seperti sedia kala serta dapat beraktivitas seperti biasa.

Selain itu, istri dari Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ini berpesan kepada seluruh masyarakat Trenggalek agar terus menjaga kesehatan tidak hanya disaat wabah covid-19 seperti saat ini, namun juga diharapkan olehnya hal ini bisa menjadi suatu kebiasaan yang baik dengan berdisiplin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan sebagainya.

“Ini harus tetap terjaga bagaimana kita sering memperhatikan cuci tangan kita dengan baik, bagaimana kita bisa disiplin begitu datang di rumah baju dilepas, dimasukkan tempat cucian, dicuci dengan deterjen pembunuh bakteri dan virus, dan kita cuci tangan dengan pembunuh bakteri,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih berfikir positif selama wabah Covid-19 menjajah Indonesia. Dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Ini bisa menjadi habit (kebiasaan) kita dan adanya wabah covid-19 ini semoga menjadi hikmah yang besar bahwa habit kita bisa lebih positif terutama terhadap menjaga kesehatan dan kebersihan dengan baik,” pungkas Novita. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Ketua TP PKK Trenggalek, Ajak Masyarakat Hidupkan Apotik Hidup

Diterbitkan

||

Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny saat menanam rempah - rempah di rumah dinas. (ist)
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny saat menanam rempah - rempah di rumah dinas. (ist)

Jangan Buang Waktu Percuma Dirumah

Memontum Trenggalek – Per tanggal 1 April 2020, telah ditetapkan di semua daerah akan mewabahnya Virus Corona yang mengguncang dunia, tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek.

Dalam hal ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny untuk tidak panik secara berlebihan menghadapi Pandemi ini. Tim Penggerak PKK ini memiliki 10 program pokok yang salah satunya adalah penanaman dan pemanfaatan pekarangan rumah dengan obat-obatan yang bermanfaat untuk Kesehatan.

Oleh karena itu, istri Bupati Trenggalek ini mengajak seluruh PKK jajaran baik tingkat Kecamatan maupun desa untuk menghidupkan kembali apotek hidup yang dapat ditanami oleh Tanaman Obat Keluarga (Toga).

“Untuk mengisi waktu luang disaat work from home (bekerja dirumah), banyak kegiatan yang bisa distimulasi dengan baik. Sehingga selama kegiatan dirumah bisa tetap berjalan produktif seperti halnya menanam tanaman obat-obatan secara mandiri di pekarangan rumah,” ucap Novita, Jumat (03/04/2020) sore.

Peran Tim Penggerak PKK ini dinilai cukup kuat untuk bergerak membantu Pemerintah Daerah dalam situasi yang terjadi saat ini.

Ia meyakini potensi alam yang dimiliki Trenggalek sangat mampu memproduksi aneka tanaman jamu dan obat-obatan serta berguna bagi kesehatan utamanya menambah imunitas tubuh dalam mencegah terjangkitnya virus corona.

Novita juga menyebutkan jika Virus Corona bisa dikenali jika orang menderita batuk serta sesak nafas.

“Jika anda menderita batuk yang disertai pilek, bisa jadi itu hanya gejala flu pada umumnya. Akan tetapi jika batuk berdahak dan disertai sesak nafas, maka hal ini perlu diperiksakan. Meski begitu, kita juga tidak perlu khawatir berlebihan dan tetap mengikuti prosedur kesehatan yang ada,” imbuhnya.

Selain itu, Novita juga mengakan kepada seluruh masyarakat di Kota Keripik Tempe untuk menerapkan pola hidup bersih, lingkungan maupun diri sendiri.

“Dengan sering mencuci tangan sebelum menyentuh anggota tubuh yang lain bisa meminimalisir kuman atau bakteri masuk kedalam tubuh. Dan biasakan minum air hangat sesering mungkin, karena air hangat bisa menghilangkan racun dalam tubuh,” jelas Novita.

Masih ungkap Novita, agar tetap menjaga kesehatan, jaga kebersihan dan jaga jarak antar sesama bisa mengurangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

“Patuhi himbauan Pemerintah dengan baik dengan tidak keluar rumah dan berkerumun. Semoga wabah virus Corona ini bisa hilang dan kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Salam Sehat dan Salam Sayang,” tutupnya.

Perlu diketahui, di Kabupaten Trenggalek hingga hari ini status wilayah akan Virus Corona masih dalam Zona Hijau (aman dan kondusif). Bukan berarti masyarakat Trenggalek harus berdiam diri dan tidak waspada agar Status zona hijau saat ini masih tetap dipertahankan. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler