Connect with us

Politik

Dari Partai Demokrat, Nur Arifin Daftarkan Diri Sebagai Bupati Pilkada 2020 Trenggalek

Diterbitkan

||

Mochamad Nur Arifin saat berada di Kantor DPC Partai Demokrat untuk mengambil formulir dan mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Trenggalek periode 2020-2025. (ist)
Mochamad Nur Arifin saat berada di Kantor DPC Partai Demokrat untuk mengambil formulir dan mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Trenggalek periode 2020-2025. (ist)

Memontum Trenggalek – Membuka pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek periode 2020 – 2025, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek menjadi rujukan Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin untuk kembali mendaftarkan diri sebagai Bupati Trenggalek.

Ketua DPC Partai Demokrat, Mugiyanto mengungkapkan kedatangan Mas Ipin ke Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek adalah untuk mengambil formulir pendaftaran.

“Hari ini kita dapat tamu yakni Bupati Trenggalek yang mana beliau telah mengambil formulir pendaftaran sekaligus mendaftarkan diri ke Partai Demokrat,” ucap Mugiyanto saat dikonfirmasi, Rabu (19/02/2020) sore.

Dikatakan Mugiyanto, sepeti yang sudah disampaikan sebelumnya, Partai Demokrat membuka seluas – luasnya kepada siapapun. Baik tokoh masyarakat, akademisi maupun politisi yang berminat mendaftarkan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek periode 2020 – 2025 memalui Partai Demokrat.

“Alhamdulillah hari ini ternyata Mas Ipin mengambil formulir dan sekaligus mendaftarkan diri hari ini juga secara langsung,” tegasnya.

Mugiyanto menegaskan jika pihaknya sudah melakukan komunikasi politik kepada siapapun yang dari kemarin sudah mengambil formulir pendaftaran.

Sampai saat ini sudah ada 3 pendaftar calon Bupati dari Partai yang di Ketua i Bambang Susilo Yudhoyono tersebut.

3 diantaranya adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek Mugiyanto, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan Muhadi.

“Insyaallah besuk dan lusa masih akan ada lagi yang mendaftar,” imbuh Mugiyanto.

Masih terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi VI DPRD Trenggalek ini, untuk mekanisme pasca pendaftaran, akan ada tim untuk menyeleksi calon – calon yang ada yang selanjutnya akan diajukan ke DPD hingga ke DPP. Hingga rekomendasi akhir yang akan ditentukan oleh DPP.

Terpisah, Mochamad Nur Arifin justru menampik jika kedatangannya ke Kantor DPC Partai Demokrat untuk mengambil formulir dan mendaftarkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020.

“Saya hanya mengambil undangan untuk hadir ke Pacitan dalam peresmian Musium Graound Breaking Museum dan Galery Seni SBY – Any Yudhoyono, ” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek membuka pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek periode 2020 – 2025 sejak 11 hingga 25 Februari mendatang. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Ini Hasil Survei ARC Jelang Pemilukada Trenggalek

Diterbitkan

||

Direktur Eksekutif Akurat Research and Consulting Indonesia, Baihaki. (mil)
Direktur Eksekutif Akurat Research and Consulting Indonesia, Baihaki. (mil)

Memontum Trenggalek – Akurat Research & Consulting Indonesia ( ARC Indonesia ) merilis hasil survei Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Trenggalek tahun 2020. Survei tersebut dilakukan sejak tanggal 16- 23 Maret 2020 kemarin.

Direktur Eksekutif ARC Indonesia, Baihaki mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan terkait Pilkada Trenggalek tahun 2020 menunjukkan segi popularitas calon yang muncul adalah Mochamad Nur Arifin. Suami Novita Hardini tersebut dipastikan maju dalam Pilkada Trenggalek 23 September mendatang dengan angka yang cukup tinggi.

“Hasil survei yang kami lakukan, Mochamad Nur Arifin ini popularitasnya tinggi, masih diangka 83,2 %. Selanjutnya di susul oleh Muhadi dengan 69,8% Puryono dengan 61% Panca Rahmadi dengan 59% KH. Fathullah Sholeh dengan 50,1 % Priyo Handoko dengan 37,1 % dan Eko Yuhono dengan 29,3 %,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/03/2020) sore.

Dikatakan Baihaki, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Mengingat Mochamad Nur Arifin yang saat ini menjabat sebagai Bupati Trenggalek memiliki kesempatan banyak untuk berinteraksi dengan masyarakat dalam menjalankan tugasnya.

Masih lanjut Baihaki, meski secara popularitas tinggi, itu tidak menjamin tingkat keterpilihan atau elektabilitas.

“Terbukti dari sisi elektabilitas, Nur Arifin masih diangka 15, 7%. Kemudian ada H. Muhadi yang sangat mepet selisihnya 15,1%. Kemudian berikutnya ada Puryono 9,6% . KH. Fathullah Sholeh 7,2% dr. Panca Rahmadi 5,3 % Priyo Handoko 3,2 % Eko yuhono 1,4 % Undecided Voters 42,5 %,” imbuhnya.

Yang menarik, elektabilitas dari petahana ini hanya tipis berbeda dengan Muhadi, yaitu seilisih 0,6 %. Ini berarti dengan waktu yang sangat lama pelaksanaan pemilihan, maka sangat mungkin elektabilitas Patahana di lewati oleh Muhadi, artinya posisi Patahana belum aman, apalagi Undecided Voters masih lumayan tinggi, mencapai 42,5%.

Dalam jangka waktu yang cukup lama menjelang Pilkada Trenggalek 2020, ini memungkinkan semua dinamika politik terjadi. Tinggal bagaimana bagaimana semua calon melakukan kerja-kerja politik dengan turun langsung ke masyarakat.

“Itu dikarenakan tingkat kehadiran calon ditengah-tengah masyarakat sangat berpengaruh terhadap masyarakat dalam menentukan pilihannya,” kata Baihaki.

Ia menjelaskan, ada yang menarik dari hasil survei yang dilakukannya, yaitu soal kepuasan masyarakat terhadap Bupati Nur Arifin yang masih rendah. Berdasar Survei yang kami lakukan sebanyak 63,2 responden tidak puas terhadap kinerja Bupati. Hanya 19,8 % responden yang menyatakan puas , dan sisanya sebanyak 17% menyatakan tidak tahu.

“Ini bisa menjadi kesempatan bagi tokoh-tokoh lain di luar petahana untuk meraih simpati dari masyarakat. Semua calon masih sangat terbuka lebar untuk mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat,” tutupnya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Politik

Kembalikan Formulir Pendaftaran ke Hanura, Eko Yuhono Janji Bangun RSUD Kedua

Diterbitkan

||

Eko Yuhono saat mengembalikan formulir pendaftaran Bacalon Bupati Wakil Bupati Trenggalek di Kantor Hanura
Eko Yuhono saat mengembalikan formulir pendaftaran Bacalon Bupati Wakil Bupati Trenggalek di Kantor Hanura

Memontum Trenggalek – Eko Yuhono datangi kantor Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Trenggalek untuk mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020.

Dikonfirmasi terkait kedatangan ke kantor Hanura, Eko yang didampingi oleh istrinya adalah untuk bersilaturahmi dan mengambil formulir pendaftaran Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek.

“Kedatangan saya ke kantor Hanura Trenggalek ini adalah yang pertama untuk bersilaturahmi. Dan yang kedua adalah untuk mengambil formulir pendaftaran sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Bupati atau Wakil Bupati Trenggalek periode 2021 – 2026 melalui Partai Hanura,” katanya, Senin (16/3/2020) siang.

Sejauh ini pria yang dikenal sebagai Advokat (pengacara) ini sudah mendatangi 4 partai politik untuk mendapatkan rekomendasi sebagai Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek pada Pemilihan Kepala Daerah September 2020 mendatang.

“Yang pertama Gerindra, PKB, PAN dan hari ini Hanura,” imbuhnya.

Eko bertekad untuk menjadi Bupati Trenggalek bukan tanpa alasan. Akan tetapi ia juga menyerahkan sepenuhnya mekanisme yang ada dari Partai.

“Terpilih atau tidak terpilih nantinya sebagai Bupati, saya akan memperjuangkan aspirasi saya untuk membawa Kabupaten Trenggalek menjadi lebih baik utamanya di bidang Kesehatan,” tegas Eko.

Ia juga akan berupaya agar program yang dijanjikan bisa terwujud, demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Trenggalek.

“Kalau terpilih sebagai Bupati Trenggalek, dalam masa kepemimpinan 5 tahun kedepan, insyaallah saya akan membangun Rumah Sakit ke 2 Di Trenggalek. Tidak peduli anggaran dari mana, yang jelas harus ada RSUD di daerah selatan utamanya di Munjungan,” ucapnya.

Munjungan dipilih sebagai lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum ke 2 di Trenggalek lantaran lokasinya berada di tengah-tengah antara Kecamatan Panggul – Watulimo.

Disinggung terkait program di luar sektor kesehatan, Ketua Garuda Sakti Shooting Club ini juga akan mengutamakan perbaikan infrastruktur di Kota Keripik Tempe.

“Untuk program Advokad masuk desa ini tentu akan dilakukan. Setiap bulan akan digilir dari desa ke desa bekerjasama dengan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) akan digalakkan. Dan saya yakin, tujuan yang mulia sebagai advokat ini akan menjadi salah satu pertimbangan masyarakat untuk memilih nantinya,” pungkasnya. (mil/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Politik

4 Balon Bupati Trenggalek Siap Rebut Rekom Dari Partai Gerindra

Diterbitkan

||

4 Balon Bupati Trenggalek Siap Rebut Rekom Dari Partai Gerindra

Memontum Trenggalek – Jelang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Trenggalek tahun 2020, Eko Yuhono resmi daftarkan diri menjadi Kader dari Partai Gerindra sekaligus mengambil formulir pendaftaran sebagai Calon Bupati Trenggalek.

Pria yang berlatar belakang sebagai pengacara ini optimis jika nantinya terpilih menjadi Bupati Trenggalek akan fokus melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan di bidang kesehatan.

Eko Yuwono saat mengambil formulir pendaftaran sekaligus mendaftarkan diri menjadi kader Partai Gerindra Kabupaten Trenggalek. (ist)

Eko Yuwono saat mengambil formulir pendaftaran sekaligus mendaftarkan diri menjadi kader Partai Gerindra Kabupaten Trenggalek. (ist)

Saat mendatangi kantor Partai Gerindra Kabupaten Trenggalek, Eko nampak turut serta membawa keluarga besar dan pendukungnya.

“Hari ini kami datang ke kantor Partai Gerindra yang pertama untuk bergabung menjadi kader Partai. Yang kedua, mendaftarkan diri menjadi calon Bupati Trenggalek tahun 2020,” ucap Eko saat dikonfirmasi, Selasa (03/03/2020) sore.

Dikatakan Ketua Umum Garuda Sakti Shooting Club ini, dalam bursa Pilkada Trenggalek 2020 nanti, ia bersedia menjadi Bupati ataupun Wakil Bupati dan bahkan menjadi Ketua RT sekalipun demi kemajuan Trenggalek.

“Jika terpilih menjadi Bupati, atau wakil dan bahkan Ketua RT sekalipun saya bersedia. Asalkan ini demi kemajuan Kabupaten Trenggalek,” imbuhnya.

Meski dari Partai Gerindra hanya memiliki 3 kursi saja, Eko mengatakan jika dalam dunia perpolitikan semua bisa terjadi.

“Kalau mendaftar menjadi kader hanya di Partai Gerindra ini saja. Namun untuk berkoalisi dengan Partai yang lainpun kami juga siap,” tegas Eko.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra Kabupaten Trenggalek Nurhadi Rohmat mengaku jika kedatangan Eko Yuwono ke kantor Gerindra kali ini adalah untuk mendaftar sebagai kader dan bakal calon Bupati/Wakil Bupati Trenggalek.

“Hari ini kita kedatangan tamu yakni Bapak Eko Yuwono bersama keluarga besar yang mana maksud kedatanganmya adalah untuk mendaftar menjadi kader Partai Gerindra sekaligus ikut mendaftar menjadi bakal calon Bupati/Wakil Bupati dari Partai Gerindra,” kata Nurhadi.

Diketahui, berkas pendaftaran dari Eko Yuwono sudah diterima. Meski begitu, pihaknya juga akan menunggu rekomendasi Partai serta koalisi dengan partai politik lainnya karena hanya memliki 3 kursi saja.

“Kita tunggu saja rekom dari pusat seperti apa. Yang jelas tidak menutup kemungkinan akan ada lagi bakal calon Bupati atau wakil Bupati yang akan mendaftar nanti atau besok,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, sejak seminggu terkahir pendaftaran bakal calon Bupati/wakil Bupati Trenggalek dari Partai Gerindra ada 4. Diantaranya, Mochamad Nur Arifin (petahana), Muhadi, Ponco Rahmadi dan Eko Yuwono. (mil/tim)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler