Connect with us

Hukum & Kriminal

Cewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek

Diterbitkan

||

Cewek Penipu Modus Jualan Masker Via Online, Ditangkap Polres Trenggalek

Memontum Trenggalek – Seorang wanita asal Kabupaten Tulungagung harus berurusan dengan aparat kepolisian Resort Trenggalek lantaran diduga menyebarkan berita bohong atau hoax di media sosial.

Pelaku yakni Nur Lailiyah, ditangkap pihak berwajib lantaran telah menipu korban yang merupakan warga Trenggalek dengan modus berpura – pura sebagai penjual masker (penutup hidung dan mulut).

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya. (ist)

Dalam keterangan yang disampaikan dihadapan awal Media, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvinj Simanjuntak mengungkapkan bahwa Unit Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengungkap kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta mengamankan seorang pelaku wanita asal Kabupaten tetangga.

“Kembali jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengungkap kasus ITE dan juga Penggelapan dengan seorang pelaku asal Kabupaten Tulungagung hingga mengakibatkan korban mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah,” terang Kapolres saat dikonfirmasi, Senin (17/02/2020) siang.

Kapolres menuturkan, kejadian tersebut berawal pada awal bulan Februari saat korban membuka akun milik pelaku yang menawarkan masker di sebuah grup media sosial facebook.

“Dari situ, korban merasa tertarik kemudian berkomunikasi melalui inbox messenger,” imbuhnya.

Dikatakan Kapolres, komunikasi tersebut berlanjut dengan saling bertukar nomor Whatsapp. Hingga akhirnya korban memesan 400 box masker seharga Rp 24 juta dan meminta korban untuk transfer uang setengah dari harga sebagai DP nya.

Keesokan harinya, korban mentransfer uang kepada pelaku sebesar Rp 11.400.000,-.

Namun sayangnya, pasca mentransfer uang tersebut, pelaku tidak mengirim barang yang dimaksud kepada korban.

“Pada saat itu korban juga mencoba menghubungi pelaku via Whatsapp, namun korban justru di blokir. Demikian pula dengan inbox messengger,” ucap Kapolres.

Merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Trenggalek untuk ditindaklanjuti.

Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti diantaranya berupa screenshot percakapan facebook antara pelakudan korban, 1 unit hp merek Oppo F9, uang tunai Rp 8.950.000,- , dan 1 lembar bukti transfer.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

“Untuk pelaku dikenakan pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp. 1 miliar,” pungkasnya.

Kapolres juga menekankan agar masyarakat Trenggalek khususnya lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial apapun. Baik Facebook, Instagram, Whatapp ataupun yang lain.

“Jika memang mau bertransaksi melalui media sosial, alangkah lebih baik jika kita kenali dulu penjualnya, barangnya dan tidak gegabah untuk mentransfer sejumlah uang,” tegas Kapolres. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Usai Terjatuh dan Alami Pusing, Pelaku Pembacokan Ayah Kandung di Trenggalek Tewas

Diterbitkan

||

Pelaku Pembacokan Ayah Kandung di Trenggalek Tewas
Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Tatar Hernawan.

Memontum Trenggalek – Pelaku pembacokan ayah kandung di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek meninggal dunia.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pelaku yakni Fera Setyadi (27) sempat terjatuh hingga mengalami sakit kepala (pusing).

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Tatar Hernawan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang ICU RSUD dr Soedomo Trenggalek,” ungkap Tatar, Senin (01/03/2021) sore.

BACA JUGA: Cekcok Saat Sahur, Seorang Anak di Trenggalek Tega Bacok Bapak Sendiri

Dijelaskan Tatar, pelaku Fera sempat menjalani tes kesehatan jiwa serta observasi di RSUD dr Soedomo selama 14 hari.

Hingga akhirnya, yang bersangkutan ditahan di Polres Trenggalek Minggu (28/02) atau sehari sebelum meninggal dunia.

“Kronologinya, usai sholat subuh pelaku Fera terjatuh. Setelah ditolong rekannya, ia dilaporkan ke petugas piket dan mengeluh sakit kepala,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Tatar, petugas piket memanggil tim kesehatan Polres Trenggalek untuk memeriksa pelaku Fera.

Karena kondisi kesehatannya semakin memburuk, akhirnya petugas membawanya ke RSUD dr Soedomo Trenggalek.

“Di RSUD dr Soedomo Trenggalek itu, yang bersangkutan masuk ruang ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Akan tetapi, selang 1 jam kemudian yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia,” kata Tatar.

Atas kematian pelaku Fera, petugas sudah melakukan visum luar, namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Hanya dilakukan visum luar, dan tidak melakukan autopsi. Karena pihak keluarga menolak untuk itu, dan menerima dengan ikhlas kematian Fera,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Fera Setyadi ditangkap pihak kepolisian lantaran melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri.

Kejadian tersebut terjadi didepan rumahnya, di Desa Kertosono Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

Aksi pembunuhan dengan menggunakan sabit itu berawal saat pelaku hendak makan sahur. Dan merasa sayur yang dimasak ibunya keasinan.

Selebihnya Kabupaten Trenggalek, KLIK DISINI…

Pelaku menilai ibunya hendak meracuninya dengan menyuguhkan sayur yang asin rasanya. Saat itu, korban yakni ayah pelaku berusaha membela istrinya. Sampai akhirnya, perang mulut antara pelaku dan korban terjadi hingga berakhir pembunuhan.

Kematian korban saat itu, karena mendapat serangan senjata tajam berupa sabit yang dilayangkan di kepala korban. Dan korban pun meninggal dunia karena mengalami luka parah. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Cekcok Saat Sahur, Seorang Anak di Trenggalek Tega Bacok Bapak Sendiri

Diterbitkan

||

Cekcok Saat Sahur, Seorang Anak di Trenggalek Tega Bacok Bapak Sendiri
Ilustrasi pembunuhan. (ist)

Memontum Trenggalek – Lantaran terlibat perselisihan saat makan sahur, seorang anak di Kota Keripik Tempe tega habisi nyawa ayah kandungnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami pendarahan hebat di bagian kepala hingga merenggut nyawanya.

Baca: Usai Kabur Bawa Istri Orang, Pria Tulungagung Ditemukan Tewas di Ladang

Berdasarkan informasi yang diterima, korban yang tak lain adalah Wahib (52) meninggal dunia (terbunuh) oleh anaknya sendiri yakni Feri Setyadi (27) di jalan depan rumah di Dusun Nanggungan, Desa Kertosono Kecamatan Panggul.

“Kejadian itu terjadi pada Senin 15 Februari pagi, sekitar pukul 03.00 WIB. Berawal saat pelaku hendak makan sahur. Namun saat memakan sayur yang dimasak ibunya, ia merasa sayur itu keasinan. Dan menuding jika ibunya hendak meracuninya,” ungkap Kapolsek Panggul AKP Budi Hartoyo saat dikonfirmasi, Senin (15/02/2021) siang.

Tak tinggal diam, melihat pelaku terus menyalahkan ibunya, korban melakukan pembelaan kepada sang istri. Disitulah, cekcok antara pelaku dan korban dimulai.

“Setelah terjadi perselisihan, korban sempat menjemput salah seorang warga untuk diajak kerumahnya. Sementara menunggu korban datang, pelaku tampak mondar – mandir dan menggerutu sambil membawa celurit, palu dan pisau,” terangnya.

Melihat korban lewat didepan rumah, pelaku langsung memukul dan membacok kepala korban dengan sabit.

Salah seorang yang melihat kejadian itu terlihat melerai keduanya, berharap perselisihan itu bisa diakhiri. Akan tetapi, orang tersebut juga hampir mendapat serangan dari pelaku.

“Karena merasa takut, orang tersebut lari dan meninggalkan korban juga pelaku,” kata Budi.

Masih terang Kapolsek, akibat pembacokan itu korban roboh dengan luka serius di bagian kepala.

Baca Juga: Modus Gandakan Uang Pakai Gentong, Pria Asal Malang Diringkus Polisi

Usai menghabisi nyawa ayahnya, pelaku langsung bersembunyi di dalam rumah. Hingga pada akhirnya jajaran Satreskrim Polres Trenggalek berhasil mengamankan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Untuk jenazah korban, saat ini masih dilakukan otopsi di RSUD dr Soedomo Trenggalek,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Usai Kabur Bawa Istri Orang, Pria Tulungagung Ditemukan Tewas di Ladang

Diterbitkan

||

Usai Kabur Bawa Istri Orang, Pria Tulungagung Ditemukan Tewas di Ladang
Kondisi seorang pria saat ditemukan meninggal dunia di belakang pekarangan rumah warga di Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo.

Memontum Trenggalek – Diduga kabur usai digrebek saat bersama istri orang, pria asal Kabupaten Tulungagung ditemukan tewas di belakang ladang milik warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo.

Diketahui penggrebekan itu dilakukan sang suami karena curiga atas kelakuan istrinya akhir-akhir ini.

Penemuan mayat tersebut terjadi setelah beberapa jam pasca penggrebekan dengan kondisi telanjang dada. Menurut warga, mayat korban ditemukan pertama kali Sabtu (13/2) pukul 06.00 pagi.

Sebelum ditemukan tewas, korban digrebek oleh suami wanita tersebut di salah satu rumah kerabatnya di Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo.

Baca Juga: Modus Gandakan Uang Pakai Gentong, Pria Asal Malang Diringkus Polisi

Sesuai hasil identifikasi, mayat tersebut adalah Rohmansyah (33), warga Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung.

“Penemuan mayat laki-laki itu memang benar adanya. Saat ditemukan, kondisinya tengkurap dan telanjang dada. Korban juga hanya memakai celana pendek berbahan jeans warna biru,” ungkap Kapolsek Watulimo AKP Suradji saat dikonfirmasi, Sabtu (13/02/2021) siang.

Kapolsek menyebut, korban juga dalam keadaan kaki dengan tangan mendekap dada.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan fisik luar, tidak ditemukan adanya tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Masih akan kita lakukan otopsi untuk menentukan penyebab korban meninggal. Rencananya, otopsi akan dilakukan pada Sabtu (13/2/2021) sore,” imbuhnya.

Hingga berita ini ditulis, petugas masih memeriksa sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut.

“Ada 4 orang yang akan diperiksa. Diantaranya suami istri yang turut terlibat pada kejadian penggerebekan sebelum mayat korban ditemukan,” kata Suradji. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler