Connect with us

Hukum & Kriminal

Kena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call

Diterbitkan

||

Kena PHP, Pemuda Trenggalek Ancam Sebar Screenshoot Foto Vulgar Video Call

Memontum Trenggalek – Seorang pemuda asal Kota Keripik Tempe harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran diduga mengunggah foto pacarnya yang mengandung unsur asusila.

Diketahui pelaku adalah Sudahnan (25) warga Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, pelaku diamankan Satreskrim Polres Trenggalek kemarin.

“Kembali, Satreskrim Polres Trenggalek berhasil menangkap pelaku tindak pidana Undang – Undang ITE dimana pelakunya diamankan Minggu (12/01/2020) kemarin, ” ungkap Kapolres dalam konferensi pers yang digelar, Senin (13/01/2020) siang.

Penangkapan pelaku berawal November 2019, saat korban seorang perempuan berinisial GT (22) mengetahui salah satu akun facebook (FB) yang menggunakan foto dirinya.

Dalam akun tersebut, terdapat foto-foto milik korban yang tidak pantas dan memiliki unsur melanggar kesusilaan.

“Pada saat itu korban mencurigai seseorang yang mengakses akun facebook tersebut, yang tak lain adalah mantan pacarnya, ” imbuhnya.

Selanjutnya, lanjut Kapolres, korban berinisiatif mengirimkan pesan kepada akun tersebut. Dari percakapan antara korban dan pilih akun, korban meyakini jika yang menjalankan akun itu adalah DP.

“Menurut keterangan pelaku, ia mendapatkan foto-foto korban dari hasil screenshot sewaktu melakukan videocall dengan korban saat masih pacaran, ” kata Jean Calvijn Simanjuntak.

Diketahui, pelaku melakukan hal tersebut karena merasa sakit hati kepada korban yang dianggap telah memberikan harapan palsu.

Selain itu korban juga mendapat pesan Whatsapp yang bernada ancaman bahwa kalau korban tidak menyerahkan uang maka pelaku akan menyebarkan foto-foto milik korban.

Atas peristiwa tersebut korban merasa takut dengan adanya aktivitas di akun facebook menggunakan nama korban hingga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Trenggalek.

Selain menangkap pelaku, petugas juga turut mengamankan barang bukti diantaranya 5 lembar screenshot akun Facebook yang diduga palsu dan i buah handphone beserta SIM Card.

“Kepada pelaku SD dijerat dengan pasal pasal 51 ayat (1) Jo pasal 35 dan/atau Pasal 45 ayat (1) UURI nomor 11 tahun 2008 yang diubah dengan UURI No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara, ” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Undian Program Simbah Mantap, Lima Pemohon SIM di Trenggalek Terima Hadiah

Diterbitkan

||

Kapolres Trenggalek melakukan pengundian pemenang Simbah Mantap di gedung SIM Mapolres.

Memontum Trenggalek – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, Jajaran Satuan Lalulintas Polres Trenggalek menggelar undian berhadiah.

Pengundian SIM Mudah dan Mendapat Hadiah (Simbah Mantap) ini digelar di Satpas SIM Polres Trenggalek dan berlangsung cukup semarak.

Pengundian kupon berhadiah ini merupakan periode pertama bagi pemohon SIM baru dan perpanjangan dari bulan Januari hingga Maret 2021.

Dibuka langsung Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, pengundian berhadiah ini bertujuan agar masyarakat disiplin dan tertib dalam mengurus SIM.

“Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat bisa tertib dan disiplin mengurus SIM. Juga supaya para pemohon SIM baik baru ataupun perpanjangan bisa mencari sendiri tanpa melibatkan biro jasa (calo),” ungkap Kapolres Doni, Rabu (31/03/2021) siang.

Soal hadiah yang akan diterima, pemenang tidak perlu datang ke Polres Trenggalek. Tetapi cukup menunggu di rumah, dan hadiah akan diantar petugas.

“Bagi para pemenang tak perlu khawatir mengambil hadiah. Cukup tunggu dirumah karena petugas yang akan mengantar langsung hadiah tersebut sesuai dengan alamat yang tertera,” imbuhnya.

Tanpa mengurangi keabsahannya, proses pengundian ini juga disiarkan secara live streaming YouTube Polres Trenggalek dan disejumlah media sosial lainnya.

Masih kata AKBP Doni, program Simbah Mantap merupakan implementasi dari Polri Presisi yang telah dicanangkan oleh Kapolri sekaligus sebagai wujud apresiasi kepada masyarakat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kepolisian khususnya dalam pelayanan penerbitan SIM serta sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan prima.

“Kita hilangkan stigma bahwa mengurus SIM itu sulit. Padahal jika mengikuti tahapan demi tahapan pasti bisa lulus dan berhak mengikuti undian berhadiah,” terang Kapolres.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih menuturkan, sebelum mendapatkan kupon hadiah para pemohon SIM harus lulus dalam ujian.

“Mereka juga harus mengisi indeks kepuasan masyarakat dalam laman di internet dengan cara memindah barcode yang tersedia. Baru setelah itu akan mendapat satu kupon,” jelas Kasat Lantas Imam.

Setelah mengisi kupon dengan data diri yang ada, selanjutnya kupon dimasukkan dalam kotak pengundian.

“Pemberian hadiah ini, akan dilanjutkan dalam beberapa tahap ke depan. Untuk tanggal 1 April nanti, kami kembali mengunci kotak undian. Dan pengundian akan dilaksanakan kembali 3 bulan mendatang atau Juni 2021,” pungkasnya.

Adapun 5 pemenang yang beruntung kali ini akan mendapatkan hadiah diantaranya TV 42 inchi, kulkas 1 pintu, dispenser, kompor gas dan kipas angin.

“Penerima hadiah juga tidak dibebani pajak undian. Nantinya, pajak akan ditanggung penyelenggara,” tutup Kasat Lantas Imam. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Buat Efek Jera, Polisi Minta Motor Tak Sesuai Spektek Ganti Onderdil

Diterbitkan

||

Buat Efek Jera, Polisi Minta Motor Tak Sesuai Spektek Ganti Onderdil
Para pemilik kendaraan saat memasang onderdil standar di halaman Mapolres Trenggalek.

Memontum Trenggalek – Puluhan sepeda motor di Trenggalek yang tak sesuai ketentuan spektek diminta mengganti onderdil sesuai standar di halaman Mapolres setempat. Tak hanya itu, petugas juga menghadirkan orang tua dari masing-masing pelanggar yang rata-rata berusia remaja tersebut.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, mengatakan penindakan tegas tersebut merupakan upaya Kepolisian dalam menjaga keamanan, keselamatan dan ketertiban masyarakat khususnya menjelang bulan suci Ramadhan 1442 H.

“Kita hadirkan para orang tua, agar mengetahui dan melakukan pengawasan terhadap anak-anak sehingga ada efek jera dan tidak lagi mengulangi perbuatannya. Hal ini merupakan bagian dari edukasi yang kita lakukan bersama-sama,” ucap Kapolres Doni, Senin (29/03/2021) siang.

Memanfaatkan kesempatan ini, Kapolres juga menunjukkan kepada para orang tua tentang berbagai pelanggaran yang telah dilakukan seperti knalpot brong, motor protolan hingga ukuran ban kecil yang tidak sesuai standar.

Selain suara bising yang mengganggu ketenangan warga, penggunaan knalpot brong kerap memicu terjadinya gesekan dengan warga lainnya yang berimbas pada aksi penganiayaan ataupun perkelahian.

“Langkah ini akan terus kita lakukan secara berkelanjutan dengan harapan Kabupaten Trenggalek tetap aman dan kondusif dan menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Terpisah, Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih menuturkan, sedikitnya 72 pelanggar dihadirkan bersama orang tua mereka dan mengganti onderdil di tempat. “Dari jumlah itu, sebagian besar diantaranya merupakan kategori usia generasi millenial dan berstatus pelajar,” jelas Kasat Lantas.

Puluhan sepeda motor tersebut, lanjutnya, merupakan hasil dari penindakan baik stationer maupun patroli mobile dan hunting system yang digelar beberapa minggu terakhir.

“Mereka ditindak lantaran dinilai melanggar pasal 285 ayat (1) UU RI Nomor 22 Tahun 2009 yang ancaman hukumannya maksimal 1 bulan penjara atau denda Rp 250 ribu rupiah,” imbuhnya.

Guna memaksimalkan penanganan dan menimbulkan efek jera, jajaran Satlantas menerapkan Traffic Law Enforcement Theraphy (TLET) yakni mengkombinasikan antara penindakan hukum bidang lalu lintas secara tegas dibarengi dengan terapi edukasi.

“Kita dorong mereka untuk menjadi agen-agen perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Pelopor keselamatan berlalu lintas dan bisa menjadi teladan di tengah masyarakat,” pungkas Kasat Imam. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pelaku Pembacokan 3 Anggota Keluarga di Trenggalek Berakhir Penjara

Diterbitkan

||

Pelaku Pembacokan 3 Anggota Keluarga di Trenggalek Berakhir Penjara

Memontum Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek berhasil mengamankan pelaku pembacokan 3 anggota keluarga di Desa Dongko Kecamatan Dongko.

Tak kurang dari 24 jam, petugas menangkap pelaku yakni Sucipto (34) warga Dusun Kasian Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Jajaran Polres Trenggalek berhasil mengamankan pelaku kekerasan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 2 lainnya mengalami luka-luka. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kapolres Doni, Rabu (24/03/2021) siang.

Baca juga: Masalah Korek Api, Pria di Trenggalek Bacok 3 Anggota Keluarganya

Kapolres menjelaskan, penangkapan tersebut berawal saat pelaku disuruh membeli korek api oleh korban Maryono (74). Namun, korek yang dibelinya tidak dapat digunakan.

“Karena korek api itu tidak bisa digunakan, akhirnya korban Maryono melemparnya ke muka pelaku. Dan berkata, kenapa korek tidak bisa dipakai kok dibeli,” imbuhnya.

Nyatanya, sikap korban menyulut emosi pelaku dan berujung aksi tragis. Pelaku dengan membawa 2 bilah sabit langsung mengejar korban yang saat itu bersama istrinya yang bernama Juminem (64). Kedua korban merupakan paman dan bibi pelaku.

Mendengar teriakan minta tolong, kemudian mendatangi lokasi dan melihat tiga korban yakni kakek, pakde dan budhe pelaku bersimbah darah. Mengetahui hal tersebut, warga kemudian berupaya menolong korban namun pelaku malah mengacungkan sabit.

Tak lama berselang, petugas Polsek Dongko dibantu beberapa warga berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Saat dilakukan oleh TKP, petugas menemukan salah satu korban yakni kakek pelaku bernama Wardi (74) sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka bacok dibagian leher.

“Untuk korban, satu orang meninggal dunia. Satu orang mengalami luka di pantat sepanjang 15 cm dan satu lagi mengalami luka dibagian kepala sepanjang 8 cm,” jelas Kapolres.

Masih terang Kapolres, sejak kecil pelaku memang sudah tinggal bersama dengan kakeknya karena kedua orang tuanya bercerai.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dari puskesmas setempat pelaku juga diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan Skizofrenia/F20.

“Selain mengamankan pelaku, kami juga mengamankan barang bukti diantaranya sabit, gergaji, sebuah korek api gas, sprei dengan bercak darah, sepasang sandal, kaos miliki korban dan sebuah celana kolor,” ujarnya.

Selebihnya Kabupaten Trenggalek, KLIK DISINI…

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat dengan Pasal 5 huruf a Jo Pasal 44 Ayat (3) UURI No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan/atau Pasal 338 subs Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana, dan/atau Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Kapolres. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler