Connect with us

Berita

Antisipasi Bencana, Kapolres Trenggalek Tinjau Posko Bencana dan Pintu Air Dam Dawung

Diterbitkan

||

TINJAU : Kapolres Trenggalek meninjau posko bencana guna antisipasi terjadinya bencana. (ist)
TINJAU : Kapolres Trenggalek meninjau posko bencana guna antisipasi terjadinya bencana. (ist)

Memontum Trenggalek – Guna memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak meninjau Posko Bencana. Seperti yang diketahui, beberapa minggu terakhir hujan baik dengan intensitas sedang maupun tinggi mengguyur Kabupaten Trenggalek.

Bahkan hujan juga disertai angin kencang. Menanggapi hal ini, Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak bersama pemerintah daerah telah mendirikan Posko Bencana di halaman Kantor Kecamatan Trenggalek.

Dikonfirmasi saat melakukan peninjauan ke Posko Bencana, Jean Calvijn mengatakan jika cuaca yang terjadi saat ini cukup rawan terjadi bencana.

“Saat ini sudah memasuki musim hujan, baik dengan intensitas sedang maupun tinggi. Kondisi ini tentu saja rawan terjadi bencana. Bahkan dibeberapa tempat juga sudah terjadi tanah longsor ataupun pohon yang roboh akibat hujan angin, ” ucap Jean Calvijn, Sabtu (05/01/2020) sore.

Tujuan dari peninjauan ke Posko Bencana ini adalah mematikan semua personil atau alat kelengkapan bencana benar – benar siap siaga dan bisa digunakan sewaktu diperlukan.

Jean Calvijn mengungkapkan, selain menyiagakan personel Polri dalam Posko Bencana, pihaknya juga menyiagakan Satgas berikut perlengkapannya di Mapolres yang dapat digerakkan sewaktu-waktu untuk membatu penanganan jika terjadi bencana alam di Trenggalek.

“Untuk Posko kita buat sampai ditingkat kecamatan. Ada pula di Desa yang secara geografis memang rentan terdampak bencana alam banjir atau tanah longsor dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, ” imbuhnya.

Khusus di tingkat Polres, lanjut Jean Calvijn, ada Satgas khusus penanganan bencana untuk membackup jika dibutuhkan baik personel maupun peralatan.

Dari hasil sidak kali ini Kapolres juga mengapresiasi kepada seluruh personel gabungan yang siap siaga di Posko Bencana.

Demikian juga dengan berbagai perlengkapan dalam kondisi ready for use (siap digunakan).

“Alhamdulillah, sampai saat ini memang belum ada bencana yang menonjol. Akan tetapi kita harus siap segala sesuatunya sehingga kita tidak mendapat kesulitan bila muncul kejadian, ” tegas Jean Calvijn.

Usai meninjau posko bencana, Kapolres didampingi stakeholder lainnya juga mengecek kondisi ketinggian air di pintu air Dam Dawung Kecamatan Pogalan.

Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung debet atau ketinggian air yang kemungkinan dapat berdampak banjir mengingat Dam Dawung ini merupakan titik temu aliran sungai dari berbagai kecamatan di Trenggalek.

“Air belum mengalami kenaikan dengan signifikan dan masih diambang batas wajar atau normal, ” tuturnya.

Pihaknya berharap, bencana alam yang terjadi bisa ditekan sehingga masyarakat tidak khawatir dan merasa aman meskipun cuaca yang terjadi saat ini tidak bersahabat. (mil/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tuntut Pelayanan RSUD Dr Soedomo, Ratusan Demonstran Geruduk Kantor DPRD Trenggalek

Diterbitkan

||

Tuntut Pelayanan RSUD Dr Soedomo, Ratusan Demonstran Geruduk Kantor DPRD Trenggalek

Memontum Trenggalek – Ratusan peserta dari Forum Komunikasi Peduli Kemanusiaan di Kota Keripik Tempe geruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek. Dalam aksinya ini, mereka menuntut perbaikan pelayanan di Rumah Sakit Dr Soedomo Trenggalek.

Sepeti yang diketahui, buruknya pelayanan di rumah sakit plat merah ini bukan baru – baru ini saja terjadi. Hingga pada akhirnya, salah satu pasien penderita demam berdarah meninggal dunia usai mendapat perawatan medis di RSUD Dr Soedomo Trenggalek.

Suasana aksi damai Forum Komunikasi Peduli Kemanusiaan Trenggalek depan kantor DPRD Trenggalek. (mil)

Suasana aksi damai Forum Komunikasi Peduli Kemanusiaan Trenggalek depan kantor DPRD Trenggalek. (mil)

Selama ini, pelayanan di RSUD dinilai buruk dalam melayani pasien yang datang.

Mulai dari petugas pengamanan dan perawat yang tidak ramah dan humanis kepada pasien yang datang.

Dalam aksinya ini, Forum Komunikasi Peduli Kemanusiaan di Trenggalek menuntut agar pelayanan di RSUD Dr Soedomo diperbaiki. Bukan hanya sarana prasarananya saja, melainkan pelayanan mulai dari petugas keamanan, petugas poli, perawat dan dokter spesialis lebih ditingkatkan.

Berikut 10 tuntutan reformasi pelayanan RSUD Dr Soedomo Trenggalek yang disampaikan kepada DPRD Trenggalek.

1. Memberikan pelayan prima kepada pasien rawat inap maupun rawat jalan.
2. Bagi para tenaga medis diminta untuk melaksanakan tugas sesuai Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun 1960 tentang lafal sumpah dokter.
3. Memberi sanksi pemecatan bagi anggota satuan keamanan yang tidak bisa menghargai pasien dan keluarga yang terkesan arogan.
4. Memberikan pelayanan resep obat di apotik RSUD cepat dan tepat.
5. Tepat waktu dalam melayani pasien utamanya di poli.
6. Tidak mendiskriminasi pasien BPJS maupun umum.
7. Memberikan rasa nyaman, sopan, tegur sapa kepada pasien khususnya di ruang rawat inap.
8. Bersikap transparansi dalam penggunaan kebutuhan medis bagi pasien baru yang masuk di IGD.
9. Mengutamakan pelayanan dan penanganan ketimbang kemampuan biaya yang dimiliki pasien.
10. Bersikap transparansi dalam penggunaan anggaran RSUD dan rekruitmen penerimaan pegawai BLUD non PNS.

Jalannya aksi unjuk rasa ini, berjalan aman dan kondusif. Tidak ada gesekan atau kericuhan. Aksi damai ini juga diamankan pihak Polres Trenggalek dan TNI. Besar harapan pendemo agar kasus pasien meninggal karena DB tidak berulang kembali. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Pasien Demam Berdarah Membludak, RSUD Trenggalek Siapkan Bed Tambahan

Diterbitkan

||

Humas RSUD Dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, Sudjiono saat ditemui di ruang kerjanya. (mil)
Humas RSUD Dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, Sudjiono saat ditemui di ruang kerjanya. (mil)

Memontum Trenggalek – Musim penghujan yang terjadi di Kota Keripik Tempe mulai berdampak pada munculnya wabah Demam Berdarah (DB). Bahkan, tak sedikit masyarakat yang terserang demam berdarah hingga harus menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

Berdasarkan pantauan di lokasi, banyaknya pasien rawat inap akibat terjangkit wabah demam berdarah membuat ruangan yang ada di rumah sakit plat merah ini overload.

“Saking banyaknya pasien yang menjalani perawatan atau dapat dikatakan over load, kita mulai menambah ekstra bad untuk pasien yang menjalani rawat inap,” ungkap Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sudjiono saat dikonfirmasi Kamis (13/02/2020) sore.

Dikatakan Sudjiono, sejak sepekan terakhir RSUD dr Soedomo Trenggalek mulai kedatangan pasien yang masuk ke UGD akibat wabah demam berdarah.

Gejala yang dialami pasien demam berdarah ini antara lain lemas, suhu badan panas, mual, sakit perut dan trombosit menurun.

“Melihat gejala-gejala ini tentu pihak rumah sakit tidak tinggal diam. Dan memberikan pelayanan serta pengobatan yang dibutuhkan sehingga tidak berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan seperti kematian,” katanya.

Masih terang Sudjiono, salah satu ruang yang mengalami over load yakni ruang Dahlia atau ruang anak. Dimana pasien demam berdarah didominasi oleh anak-anak. Meski demikian, pihak RSUD sudah melakukan penambahan jumlah tempat tidur di ruangan tersebut, mengingat jumlah pasien melebihi jumlah bad yang tersedia.

Untuk kapasitas di ruang anak, dibagi menjadi 2 yakni kelas 1 dan kelas 2.

“Untuk kelas 1 terdapat 6 ruangan, sedangkan kelas 2 ada 16 ruangan. Dan sejauh ini, pihak RSUD sudah melakukan penambahan jumlah tempat tidur sebanyak 6 bad,” pungkas Sudjiono.

Hingga berita ini diturunkan, tercatat ada 54 pasien demam berdarah yang menjalani rawat inap di RSUD Trenggalek. Jika benar, tahun 2020 merupakan tahun dimana siklus 5 tahunan wabah demam berdarah terjadi. Puncaknya akan terjadi pada bulan Maret – April mendatang. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Kejari Trenggalek ‘Gak Mandul’, Kajari Minta Maaf

Diterbitkan

||

Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Lulus Mustofa saat menemui masa aksi di depan Kantor Kejari. (mil)
Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Lulus Mustofa saat menemui masa aksi di depan Kantor Kejari. (mil)

Trenggalek, Memontum – Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek apresiasi aksi damai yang dilakukan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di kantornya.

Aksi damai tersebut dilakukan lantaran masyarakat menilai sejauh ini Kejari Trenggalek sangat minim dalam mengungkap sebuah kasus. Bahkan, mereka mengaku kasus yang diungkap merupakan kasus warisan dari Kajari sebelumnya.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Lulus Mustofa mengatakan jika anggaran di akhir tahun 2019 memang sudah habis.

“Dan itu juga karena ada salah satu wartawan yang konfirmasi ke saya melalui sambungan telepon menanyakan terkait salah satu kasus,” ujar Lulus Mustofa Kepala Kejari Trenggalek.

“Dan saya katakan untuk anggaran di akhir tahun 2019 sudah habis dan akan ditindaklanjuti di anggaran tahun 2020,” ungkap Lulus, Senin (03/02/2020) siang.

Hal tersebut diungkapkan agar jangan sampai ada pertanyaan, bahwa anggaran sudah habis tapi Kejari masih menangani sebuah kasus.

“Insaallah di tahun anggaran 2020, akan kami tindaklanjuti,” imbuhnya.

Namun demikian, pihaknya juga menolak jika Kejaksaan Negeri Trenggalek dikatakan mandul dan hanya mampu menyelesaikan kasus di masa jabatan Kajari sebelumnya.

“Kalau mandul tidak mungkin sampai di Pengadilan Negeri. Faktanya hingga saat ini sudah ada 4 kasus yang kami sidangkan,” kata Lulus.

Sementara itu, saat ini pihaknya sudah menangani 4 kasus. 2 diantaranya sudah inkracht dan 2 lainnya masih dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya untuk kasus korupsi.

Lulus juga meminta maaf kepada awal media karena belum bisa melakukan pers release karena pihaknya masih membutuhkan kerahasiaan dalam proses penyidikannya.

Menanggapi adanya aksi damai yang dilakukan sejumlah LSM ini, ia tak mempermasalahkan hal tersebut.

“Karena ini sifatnya dukungan kami sangat mengapresiasi. Terlebih mereka juga membantu dengan menyodorkan temuan – temuan terkait adanya proyek pembangunan yang bermasalah,” pungkasnya.

Masih terang Lulus, dengan luasan wilayah di Kabupaten Trenggalek, hal ini sangat membantu sekali. Dan selanjutnya juga akan ditindaklanjuti dan mengkroscek dilapangkan seperti apa.

“Sesuai prosedural, kami juga tidak serta merta menindaklanjuti temuan – temuan tersebut. Melainkan perlu adanya pengecekan di lapangan, apakah memang benar tidak sesuai atau seperti apa,” ucap Lulus. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler