Connect with us

Pemerintahan

Awal Tahun 2020, Bupati Trenggalek Ajak ASN Tanam Pohon

Diterbitkan

||

Awal Tahun 2020, Bupati Trenggalek Ajak ASN Tanam Pohon

Trenggalek, Memontum – Memasuki awal tahun 2020, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Trenggalek menanam pohon. Bertempat di Hutan Kota (Huko) Trenggalek, Nur Arifin berharap ada hal yang positif dan baru di awal tahun.

Dikatakan Nur Arifin, di hari pertama bekerja di tahun 2020, ASN bisa melakukan hal yang baik demi masa depan.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin menanam pohon di hutan kota. (mil)

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin menanam pohon di hutan kota. (mil)

“Di awal tahun kerja 2020, saya berharap ASN di lingkup Pemkab Trenggalek bisa rileks dan mempunyai semangat yang baru. Kali ini secara simbolis kita melakukan sesuatu yang baru untuk masa depan dengan menanam pohon di hutan kota, ” ucap Arifin, Kamis (02/01/2020) pagi.

Penanaman pohon ini dilakukan dengan harapan ada kebaikan yang ditanam untuk masa depan nanti. Ada kurang lebih 1.500 pohon yang ditanam, karena masing-masing ASN diwajibkan menanam 1 pohon.

“Tadi juga kita membagikan resolusi di tahun 2020. Kita minta semuanya bersinergi dan fokus mensukseskan 100 event di tahun ini. Kemudian mendorong bagaimana akselerasi ekonomi lewat investasi, perkembangan UMKM tingkat kabupaten, ” imbuhnya.

Intinya, ia meminta untuk memperkuat sumber ekonomi dan esensi resolusi tahun 2020 melalui sumberdaya sumberdaya manusia yang berarti.

Bahkan organisasipun diminta untuk tidak bekerja konvensional. Tidak peduli PNS yang ada lapangan, yang penting Indikator kerja kuncinya atau Key Performance Indicator (KPI) jelas dan tercapai.

“Saya ingin bila kamu PU, ya sering-sering ke lapangan, bagaimana proses pembangunan infrastruktur. Bila kamu pariwisata sering-seringlah mutar ke tempat-tempat pariwisata agar kamu tahu, suka dukanya penjual disana,” ungkap Nur Arifin.

“Bagaimana dengan sampahnya atau bagaimana merubah cara pandang orang disana dan apa yang kamu harus kerjakan. Pertanian ya harus sering-sering kelapangan agar mengetahui petani kesulitannya apa, ” pungkasnya.

Ia berharap pekerjaan ASN tidak hanya monoton dan bisa mengeluarkan semua potensi terbaik yang dimiliki. (mil/oso)

 

Pemerintahan

Masuk Trenggalek Wajib Bawa Surat Rapid Test

Diterbitkan

||

Kalaksa BPBD Trenggalek, Joko Rusianto saat dikonfirmasi usai rapat di Aula gedung DPRD. (ist)
Kalaksa BPBD Trenggalek, Joko Rusianto saat dikonfirmasi usai rapat di Aula gedung DPRD. (ist)

Kalaksa BPBD Trenggalek Beri Penjelasan

Memontum Trenggalek – Tiap warga yang masuk ke Kabupaten Trenggalek harus diwajibkan membawa surat Rapid Test atau Swab Tes, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Trenggalek Joko Rusianto ungkap alasannya.

Meski rencananya check point akan ditiadakan namun hal tersebut masih menunggu keputusan dari Bupati Trenggalek, M Nur Arifin.

Pihaknya mengatakan untuk check point paling tidak akhir bulan Juli mendatang masuk tahap akhir atau sampai ada keputusan dari Bupati Trenggalek apakah masih akan dilanjutkan atau tidak.

Petugas yang ada di lapangan juga masih menunggu Surat Keputusan Bupati terkait kelanjutan keberadaan check point yang ada di 3 titik pintu masuk Kabupaten Trenggalek.

“Yang jelas di Check Point sendiri untuk saat ini sangat diperlukan, dan perlu adanya peningkatan kwalitas pemeriksaan,” ucap Joko saat dikonfirmasi, Kamis (02/07/2020) pagi.

Jika sebelumnya masyarakat yang masuk Trenggalek dan melewati check point hanya di cek suhu tubuh dan di semprot desinfektan, untuk selanjutnya masyarakat luar kota yang masuk harus diwajibkan membawa surat Rapid Test.

“Kalau sudah membawa surat Rapid Test minimal aman untuk orang itu sendiri. Syukur kalau ditambah surat Swab Tes dari daerah asalnya,” imbuhnya.

Jadi, lanjut Joko, di Trenggalek sendiri pemberlakuan era New Normal justru dimanfaatkan masyarakat untuk beraktifitas seperti sedia kala.

Justru angka penyebaran Covid-19 bertambah. Tentunya ini menjadi perhatian buat Pemerintah Daerah agar angka pasien positif tidak bertambah meski sudah diberlakukan New Normal.

Ia juga mengingatkan kepada Satgas Covid-19 di Desa untuk aktif menerima informasi adanya masyarakat dari luar Trenggalek setidaknya dengan berbekal surat Rapid Test atau Swab Tes.

BPBD menyebut, terkait efisiensi check point atau Satgas Covid-19 di desa adalah satu kesatuan. Jadi setelah ada masyarakat yang masuk melalui check point, datanya nanti akan diteruskan ke Satgas Desa.

“Jika memang check point nanti dihentikan, tentu perlu adanya kesadaran masyarakat bahwa era New Normal ini bukan membebaskan masyarakat semaunya sendiri. Akan tetapi tetap harus mengutamakan koridor kesehatan yang ada,” kata Joko.

Meski di Kabupaten Trenggalek masih tergolong zona kuning dengan tingkat penyebaran Covid-19 rendah, tercatat sampai saat ini total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ada 27. Diantaranya 19 sembuh, 8 lainnya masih menjalani isolasi mandiri di Asrama Covid guna dipantau perkembangan kesehatannya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

1 Sembuh, Trenggalek Tambah 4 Pasien Positif Covid-19

Diterbitkan

||

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek dr Murti Rukiyandari saat teleconference di gedung Smart Center. (ist)
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek dr Murti Rukiyandari saat teleconference di gedung Smart Center. (ist)

Total 27, 19 Orang Sembuh

Memontum Trenggalek – Sampaikan Perkembangan Covid-19 di kota Keripik Tempe, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek dr Murti Rukiyandari menyatakan 1 pasien sembuh dan adanya penambahan pasien positif 4 orang.

Berdasarkan informasi yang disampaikan secara virtual, 1 pasien yang dinyatakan sembuh Covid-19 dalah pasien 16 yakni seorang laki-laki (80) warga Desa Ngrencak Kecamatan Panggul.

Pasien 16 dinyatakan sembuh setelah Hasil Swab 2x berturut-turut dengan hasil Negatif Covid-19. Selanjutnya RS telah mengeluarkan surat keterangan sehat untuk Pasien 16 dan dinyatakan aman untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat.

“Selain 1 pasien dinyatakan sembuh, kali ini kami juga menyampaikan adanya penambahan 4 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek,” ucap dr Murti, Rabu (01/07/2020) siang.

Pasien baru tersebut adalah pasien 24 seorang wanita (25) dari Desa Terbis Kecamatan Panggul, pasien 25 wanita (56) dari Desa Terbis Kecamatan Panggul, pasien 26 wanita (32) dari Desa Panggul Kecamatan Panggul dan pasien 27 wanita (43) dari Desa Mlinjon Kecamatan Suruh.

Adapun riwayat perjalanan atau indikasi resiko tertular pasien 24 dan 25 adalah keduanya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Surabaya. Keduanya berangkat ke Surabaya menggunakan travel bersama 1 orang lainnya dari Bandung. Sesampainya di rumah majikan di Surabaya, kedua pasien tinggal dalam 1 kamar bersama 1 ART lain dari Malang.

“Lantas majikannya meminta semua ART untuk melakukan PCR test. Namun tidak dilakukan rapid test. Setelah Hasil swab PCR keluar, dinyatakan pasien 24, 25 dan 1 orang ART terkonfirmasi Positif Covid-19 dan oleh majikannya dianjurkan untuk pulang dan disuruh melapor ke Fasilitas Kesehatan masing-masing,” imbuhnya.

Puskesmas Panggul mendapatkan informasi dari Klinik Swasta bahwa ada pasien Positif covid 19 berada di pertigaan Loji Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul yang baru saja pulang dari Surabaya dengan membawa hasil Swab positif.

Sedangkan riwayat perjalanan atau indikasi resiko tertular Pasien 26 adalah pasien bekerja sebagai Karyawan Pembangkit Listrik Pacitan di Bagian Logistik. Dalam perjalanannya pasien pulang pergi Trenggalek-Pacitan menggunakan sepeda motor.

“Sebelumnya pasien 26 sempat mengeluh sakit gigi namun tidak berobat. Saat Puskesmas Panggul menerima informasi jika pasien 26 bekerja di PLTU Pacitan, dilakukan tracing dan pemeriksaan Rapid Test dengan hasil reaktif. Dan selanjutnya dilakukan pengambilan Swab Tes di RSUD dr Soedomo Trenggalek dengan hasil positif Covid-19,” tegas dr Murti.

Untuk pasien 27, indikasi tertularnya Covid-19 adalah saat pasien bersama suami dan anaknya mudik ke Trenggalek dari kota PSBB Surabaya. Sesampainya di Trenggalek, langsung melapor ke Satgas Desa dan semuanya dalam kondisi sehat tanpa keluhan.

Namun saat tim tracing dari Puskesmas Suruh melakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan Rapid Tes, menunjukkan jika hasilnya pasien 27 Reaktif, namun Suami dan anaknya Non Reaktif. Dengan hasil Swab Tes juga dinyatakan pasien 27 positif Covid-19.

“Dari penambahan 4 pasien positif ini, Pemerintah Daerah mengambil sejumlah langkah diantaranya memindahkan pasien 24, 25, 26 dan 27 agar melakukan isolasi di ASCOV 1 BKD Trenggalek untuk dipantau perkembangan kesehatannya,” jelasnya.

Lebih lanjut dr Murti menambahkan, elakukan edukasi dan menerapkan isolasi mandiri di Rumah bagi kontak erat/OTG pasien24, 25, 26 dan 27, dengan pengawasan secara ketat oleh Satgas Desa Terbis, Panggul dan Mlinjon

Melakukan tracing dan pendalaman lebih lanjut terhadap kontak erat Pasien24, 25, 26 dan 27. Menetapkan kawasan disiplin physical distancing di sekitar titik isolasi mandiri OTG pasien24, 25, 26 dan 27.

Melakukan desinfeksi berkala edukasi, edukasi dan pembagian masker di lingkungan sekitar titik isoman OTG pasien24, 25, 26 dan 27.

“Dengan tambahan 4 kasus positif dan 1 kasus sembuh pada hari ini, maka total pasien positif Covid-19 Kabupaten Trenggalek sampai saat ini adalah 27 orang. Dimana 19 orang telah dinyatakan sembuh dan tersisa 8 orang yang blm sembuh yaitu pasien 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26 dan 27 yang saat ini dalam kondisi baik menjalani isolasi di ASCOV 1 BKD Trenggalek,” ungkap dr Murti. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Begini Cara Hajatan Era New Normal Trenggalek

Diterbitkan

||

Begini Cara Hajatan Era New Normal Trenggalek

Memontum Trenggalek – Setelah melakukan audiensi terkait pembukaan kembali kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, event maupun pentas seni, Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek menggelar simulasi hajatan di era New Normal.

Diikuti dari para pekerja Sor Terob seperti penyediaan jasa peralatan pernikahan, catering, sound sistem, musisi maupun perias (MUA), simulasi hajatan ini diharapkan bisa diterapkan meski dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Suasana hajatan di era New Nirmal yang disimulasikan di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. (ist)

Suasana hajatan di era New Nirmal yang disimulasikan di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. (ist)

“Jadi di era New Normal, konsep hajatan yang diperbolehkan adalah untuk undangan dibatasi per satu waktu dan ruangan hanya 30 orang saja. Sehingga undangan akan dilakukan bertahap dan tetap menjaga protokol kesehatan,” ucap M Nur Arifin, Selasa (30/6/06/2020) sore.

“Ia menegaskan jika ini akan menjadi awal penting untuk memasuki era yang baru, di era new normal. Dan dimohon untuk menyebarkan kabar ini kepada seluruh masyarakat, apabila ingin menggelar hajatan (pernikahan) agar mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

“Tadi juga sudah kita lihat mulai masuk ke lokasi pernikahan ada pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker dan mencuci tangan atau dengan menggunakan hand sanitizer,” imbuhnya.

Pihaknya juga konsen kepada keluarga besan yang dari luar Trenggalek agar wajib menyertakan surat sehat, surat Rapid Test non reaktif maupun PCR negatif Covid-19.

Selanjutnya, Satgas Desa juga diminta untuk memastikan setiap desa hanya diperbolehkan untuk 1 hajatan ditempat tersebut. Sehingga gugus tugas dalam hal ini 3 pilar bisa mengontrol protokol kesehatannya.

“Yang berbeda hajatan di era New Normal ini nantinya adalah memakan waktu yang lebih lama. Mengingat undangan yang hadir harus bergantian per 30 orang saja,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan dalam setiap acara hajatan di era new normal wajib menggunakan vendor lokal. Dan tidak diperkenankan memakai vendor dari luar Trenggalek. Dengan harapan sejauh ini masih diyakini untuk transmisi lokal penyebaran Covid-19 belum ada di Trenggalek.

Terkait konsumsi, suami Novita Hardiny ini menyampaikan agar disiapkan take away atau dibawa pulang, tidak disajikan untuk makan di tempat acara.

“Dengan begitu tamu undangan yang hadir tidak ada alasan untuk berlama-lama,” tegas Nur Arifin.

Bupati meyakini jika dalam setiap bentuk keramaian, hajatan atau apapun harus mendapatkan ijin dari Satgas Desa. Apabila tidak mematuhi, 3 pilar akan mengingatkan terlebih dahulu sebelum acara dimulai. Makanya hanya diperbolehkan di 1 desa hanya boleh 1 acara hajatan dalam 1 hari, agar Satgas Desa bisa memastikan.

Terkait sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan yang ada, maka acara akan dihentikan. Dan akan boleh dilanjutkan jika sudah mematuhi protokol kesehatan sesuai arahan dari Satgas Covid-19 Desa.

“Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk dibuka kembali kegiatan masyarakat. Dan yang akan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan itu nantinya adalah Satgas Covid-19 di tiap-tiap Desa,” tutupnya. (mil/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler